
Kawasan Arcadia terletak di pusat kota, dan menjadi pusat perkantoran ke-2 terbesar di kota ini. Arcadia sendiri terbagi menjadi 3 kawasan dan salah satunya Central Arcadia yang akan aku kunjungi untuk menyewa tempat yang sudah aku sepakati bersama si pengelola gedung.
Meskipun kawasan ini tidak terlalu elit dibandingkan kawasan West Arcadia yang menjadi pusat perkantoran dari perusahaan-perusahaan besar, tetapi kawasan ini pun tidak kalah nyaman dan suasananya pun cukup bersahabat tidak terlalu ramai oleh lalu-lalang kendaraan, juga kebersihannya terjamin hampir tidak ada satupun sampah yang ku lihat di sepanjang jalan ini.
Sebelumnya aku sudah membuat janji dengan pak Irwan petugas dari pengelolaan dan penyewaan gedung untuk bertrmu langsung di lobby agar lebih mudah untuk menuju unit yang akan aku sewa.
Ketika memasuki lobby ruangan aku disambut langsung oleh Pak Irwan, kami pun langsung berjalan menuju ke sebuah unit bangunan yang letaknya jauh dari jalan raya utama.
Tempatnya lumayan nyaman, ada pohon rindang di depan bangunannya, dan sepertinya gedung ini belum mendapatkan perawatan sama sekali karena lama tidak digunakan. Terlihat dari beberapa bagian dinding yang sudah korosi termakan usia juga terkelupas lapisan cat nya dan memudar warnanya. Akan banyak membutuhkan tenaga untuk bisa membersihkan semua ini dan memprioritaskan untuk kenyamanan bekerjanya nantinya.
“Sesuai kesepakatan, 50 juta biaya sewa pertahunnya, kami murahkan harganya karena bangunan ini sudah lama tidak dipakai” ia menjelaskan seluk beluk dari kantor yang akan kami gunakan nantinya.
“Mohon maaf pak, kalau boleh tau kapan terakhir kali gedung ini dipakai ya?” tanyaku sedikit penasaran karena kantor ini cukup bagus dan sepertinya bisa ratusan juta untuk membayar harga sewa ini.
Gedungnya lebih kecil dari gedung-gedung lainnya di Central Arcadia, bangunanya di desain minimalis terdiri dari dua lantai, lantai 1 ada 3 ruangan dan lantai 2 nya 1 ruangan yang bisa digunakan untuk meeting room. Ini sangat cocok untuk dipakai olehku yang baru memulai membuat usaha dan tidak ada banyak orang yang akan berkerja disini untuk saat ini.
Sebelumnya aku hanya melihat dari foto-foto di website yang menampilkan penyewaan kantor di Arcadia, dan pikirku mungkin ini akan cocok nantinya untuk kami bekerja dan meluncurkan Project Oxygen dan project-project lainnya.
“Maaf mas, Sebenarnya gedung ini pernah dipakai oleh suatu perusahaan di tahun 2020 dan sempat ada terjadi pembunuhan pegawai kantor ini” ia menghela nafas sejenak untuk melanjutkan ceritanya.
__ADS_1
“Boss dari perusahaan itu pernah memperkosa seorang pegawainya, karena takut atau bagaimana... Ia pun membunuh perempuan itu dan sempat gaduh dan ramai di berita tentang pembunuhan di kantor ini” ceritanya itu membuat bulu kuduk merinding dan ada rasa khawatir yang ku rasakan saat ini. Benar-benar kejadian mengerikan!.
“Sebelum mas, ada yang sempat menyewa tempat ini untuk jadi gudang, tetapi beberapa orang sempat kesurupan dan lainnya pernah melihat sosok hantu perempuan yang pernah di bunuh di sini. Saya sempat khawatir gedung ini tidak akan laku karena banyak kejadian mengerikan, kalau mas tidak bersedia, mas bisa batalkan untuk penyewaanya”.
Walaupun sedikit agak takut, tetapi karena aku memang orang yang berpikir rasional maka tidak akan pernah gentar oleh cerita-cerita seperti ini, yang aku tau, jika seseorang telah meninggal maka tidak ada hal lain yang tersisa di dunia untuknya. Intinya, konsep hantu itu tidak pernah nyata dan tidak akan mungkin pernah ada.
“Saya tetap akan sewa tempat ini, hanya saja saya butuh bantuan lebih dari Bapak untuk mengurus segala perijinan pembuatan Perusahaan, bagaimana pak?”
“Siap nanti saya atur semuanya mas, tetapi tolong tambahkan biaya untuk pengurusan dokumen legalitas perusahaanya”. Jawabnya
“saya bersedia membayar 60 juta gedung ini dengan kelengkapan legalitas perusaannya, bagaimana?” tanyaku menawarkan harga yang sekiranya mampu aku bayar, karena jika lebih dari itu mungkin aku akan berpikir keras untuk menutupi kebutuhan lainnya nanti.
.............
Setelah selesai berurusan dengan penyewaan kantor, aku melaju dengan ojek online ke kontrakanku yang 2 hari ini belum aku kunjungi dan rencananya hari ini mau berbicara dengan si pemilik rumah kontrakan.
Setelah berbincang sebentar aku pun menyerahkan uang sewa untuk setahun kedepan untuk rumah ini. Bagiaman pun aku tidak bisa tinggal di apartemen indira, aku harus ada rumah untuk privasiku sendiri.
“Maaf ya bu telat, saya tadi ada urusan dulu di pusat”.
__ADS_1
“tak apa, yang penting kan sudah selesai urusannya, Ibu juga senang kamu yang menyewa rumah ini” ujarnya dengan seulas senyum di bibirnya.
“Baiklah kalau begitu Bu, saya pamit, masih ada urusan nih..” aku berpamitan dan menyalami tangan dari Bu Lisa yang sudah ku anggap sebagai keluarga sendiri.
“Iya, hati-hati di jalan”.
..............
Hari ini cukup melelahkan menguras energi, dari pusat ke timur, beberapa jam hampir sudah mengelilingi kota Jakarta dan ini sudah menuju sore, masih ada hal lain yang harus aku lakukan. Bertemu dengan stefan juga Rania sahabat karibku semasa kuliah dulu.
Pertemuan ini seperti reuni dan kurang 1 orang lagi, yang mungkin nanti aku akan tanyakan juga ke stefan dan mencari tahui keberadaanya sekarang. Rindu sekali bertemu dengan mereka bertiga. Lama tak ada kabar stefan sudah memiliki kehidupan yang mapan, dan Rania telah menjadi sosok Ibu dari anaknya. Benar-benar misteri kehidupan. Tidak ada yang bisa menebak esok akan seperti apa. Pikiranku mengawang entah kemana.
Aku terus berjalan menyusuri padatnya lalu lintas sore ini, lalu-lalang kendaraan terlihat menumpuk di dua jalur aku sedikit kesulitan untuk menyebrang karena beberapa kendaraan tetap menerobos lampu merah.
Sekitar 30 menit lebih untuk sampai ke kafe langgananku, setelah memasuki ruangan kafe, aku berbincang-bincang dengan si pemilik kafe yang telah lama aku kenal. Sambil menunggu tema-temanku datang, aku memesan Iced Cafe Late untuk menyegarkan diri dari cuaca panas di luar sana dan menyulut rokok mild, untuk sejenak saja aku ingin bersantai sebelum semuanya datang.
........
....
__ADS_1