Jalan Panjang Menjadi Seorang CEO

Jalan Panjang Menjadi Seorang CEO
Selamat pagi cinta


__ADS_3

Aku masih terdiam mencerna semua sikap dan perkataan indira, entah kesurupan jin apa perempuan ini sampai mengatakan pengakuan cintanya kepadaku yang hanya orang biasa-biasa yang tidak memiliki kekayaan apapun.


Bagaimana aku akan membahagiakannya? Apakah aku mampu mengimbangi gaya hidupnya? Apakah aku layak bersamanya?. Batinku berperang beradu argumen bersama sisi lain pikiranku saat ini.


Paling tidak aku harus memberikan tanggapan yang baik atas semua perlakuan tulusnya ini, aku menggenggam kedua tangannya dan mencium jemari lentiknya itu.


Cups.. "aku menyayangimu indira, sungguh. Aku tidak ingin kamu terluka lagi" ujarku meyakinkan hatinya, ada setitik air mata di ujung kelopak matanya, perasaan haru yang menguasai indira tak bisa dibendung lagi, dan tubuhnya memeluk erat tubuhku.


"Untuk saat ini hanya itu yang bisa aku ucapkan, aku akan mencoba membahagiakanmu" lanjutku menjawab semua pernyataan cintanya disambut senyuman manis di bibirnya.


Seusai percakapan itu, indira menuju kamar untuk tidur. aku pun kembali melanjutkan aktifitas malamku dengan komputer yang sedari tadi masih menyala dengan hamparan kode-kode program yang masih belum selesai sepenuhnya.


....

__ADS_1


Bergadang semalaman suntuk membuat badanku lemas, aku hampir tertidur beberapa kali di meja komputer dan kembali tersadar setelah kepalaku membentur keyboard "krekkk" suaranya menyadarkanku dan alhasil baris kode-kode yang telah aku selesaikan menampakan beberapa huruf-huruf berantakan akibat papan ketik yang terbentur kepalaku.


"Sial.!" membentak, dan dengan sigap menyusun ulang semuanya seperti sebelumnya.


Aku mengakhiri pertualanganku bersama komputer kesayangan dan hendak melanjutkan tidur di kamarku yang bersebelahan dengan kamar yang ditempati indira.


Aku langsung melangkahkan kaki ke kamarku dan membenamkan diri di kasur busa tanpa dipan penyangga. Bagiku ini pun sudah cukup mewah untuk sekedar tidur, tak perlu hal-hal lain, aku cuma butuh tidur telentang dengan nyaman tanpa ada gangguan.


Indira terbangun dari tidurnya saat matahari menyusup masuk melewati jendela kamar yang tertutup gorden putih tipis. Menguap dan meregangkan tangannya ke atas seperti hendak menangkap sesuatu di udara.


Dengan mata yang masih menyipit ia pun melangkahkan kaki ke kamar mandi, membasuh muka di wastafle dan menyadari kantung hitam di kelopak matanya,


"duh mata panda" ujarnya berbicara dengan dirinya di cermin.

__ADS_1


Seusai membasuh wajah dan menggosok gigi, indira bermaksud membangunkanku, dan mendapati kamarku yang tidak tertutup pintu, melihat sesosok lelaki yang ia cintai yang tengah tertidur pulas indira mendekatkan dirinya dan tidur disamping menatap ke wajahku dan mengecup keningku.


"sha, aku sangat mencintaimu" ucapnya lirih agar tidak membangunkanku yang masih terbuai di alam mimpi.


Aku merasakan kakiku berat seperti tertimpa sesuatu, tak bisa ku gerakan dan tangan seperti menopang sesuatu yang terasa lembut. Aku memberanikan diri membuka mata dan perlahan kesadaranku pun terkumpul, terkaget saat mendapati indira tidur disampingku dengan tangan ini menopang kepalanya, kaki ku pun tertimpa kakinya. Entahlah, aku baru kali ini tidur dengan seorang wanita.


Sepertinya dia pindah ke kamarku saat aku sedang pulas. Aku coba menenangkan diri dan kembali membaringkan badan ini disamping indira. Lama ku pandangi wajahnya yang polos, dengan bibir tipis dan bulu mata yang lentik.


Kecantikan indira tanpa riasan sangatlah natural dan aku menyukainya, sangat menyukainya. Ada perasaan hangat dihatiku melihatnya tertidur dengan tanganku sebagai bantalannya.


Ku beranikan diri mendekati wajahnya, dan mengecup bibir indahnya itu "selamat pagi indira" ucapku disusul kelopak matanya yang terbuka perlahan menatapku dngan senyuman manis tersunggih di bibirnya.


"selamat pagi cinta"..

__ADS_1


__ADS_2