
Perkara Andre mantannya Indira, telah sepenuhnya ditangani secara hukum dan mendapatkan vonis 4 tahun penjara terjerat pasal penganiayaan. Meski begitu tak lanjut membuatnya tenang, shock dengan kejadian yang tidak pernah bisa ia bayangkan perlakuan Andre begitu brutal.
Penyebabnya adalah perusahaan Andre bangkrut akibat salah berinvestasi dan mengakibatkan dirinya terjebak hutang miliaran rupiah. Ketika hendak meminta tolong kepada Indira, Andre sedang dalam penanganan kasus pinjaman bank dalam jumlah yang banyak.
Karena tak dapat melunasi hutang-hutangnya ke berapa bank ia pun melarikan diri dan dalam pengakuannya di pengadilan ia hendak mengumpulkan sejumlah uang untuk melarikan diri ke luar pulau di kalimantan sana.
Berkali-kali aku mencoba menenangkan Indira, namun tak dapat membuatnya pulih kembali dan ini sudah seminggu lamanya sejak kejadian yang menimpa dirinya di parkiran kantor.
Pada sore hari mendung, awan hitam yang menggantung di langit menandakan kan hujan mengingat ini masih dalam bulan Oktober, sedang tingginya curah hujan menurut BMKG.
Indira duduk di bangku balkon apartemen, pandangannya kosong menatap entah ke arah mana, sorot mata sendu dan acap kali meneteskan air mata. Hal yang sama seperti saat ia dulu dicampakkan oleh mantannya, dan aku hanya bisa memperhatikannya dari balik dinding kaca yang memisahkan ruang tamu dan balkon.
"Sayang.. Hari ini mau makan apa?". Aku menghampiri Indira yang masih sibuk dengan lamunannya.
"Emhh.. Apa saja" jawabnya.
Senyuman terpaksa itu tak dapat mengelabuhi ku, karena aku mengenalmu lebih dari siapapun.
Sebaiknya aku memberitahukan Finna dan memintanya untuk datang kemari, pasti ia pun akan mau membantuku untuk memberikan support mental kepada Indira.
Pagi ini dia belum makan, alasannya karena belum lapar dan tidak ada sekedar nyemil makanan apapun.
Tentu ini membuatku khawatir dan mencoba keahlian lain yang bisa aku lakukan yaitu masak. Aku pernah memasak Ikan gurame bumbu pedas, dan katanya ia sangat menyukai masakanku. Hari ini aku mau membuatkannya juga, siapa tau itu bisa membuatnya lebih baik.
Tak lama, ponselku berdering tanda pesan masuk. Finna mengabari sedang dalam perjalanan menuju kesini.
Baguslah..
Sementara menunggu Finna, aku mulai ritual memasak dengan mencincang bumbu-bumbu untuk masakan dan juga membersihkan kotoran di ikan gurame yang mau aku masak. tak membutuhkan waktu lama, lanjut menggoreng sampai setengah matang dan nantinya bumbu yang sudah ku racik dan dihaluskan di tumis dan masukan ikan nya.
Sengaja aku membuatnya agar lebih pedas dari biasanya dengan membubuhkan 10 cabe rawit utuh yang berwana merah untuk menambah citarasa pedas. setelah masakan matang aku sajikan di piring tembikar panjang berwana coklat, untuk sentuhan akhirnya, aku berikan perasan jeruk nipis pada ikan agar terasa cita rasa segar ketika memakannya.
Sepertinya sudah cukup.
__ADS_1
Lumayan puas dengan hasilnya, karena lama juga aku tidak masak, semenjak menikah lebih banyaknya Indira yang menyajikan makanan, atau kadang memesan makanan via online.
" Sha, jemput aku dibawah" ia mengirim pesan di LumeChat dan memintaku untuk segera menjemputnya.
"Ok, tunggu".
Tanpa sepengetahuan Indira, aku keluar menuju lift menjemput sahabat karibnya itu. Semakin banyak orang semakin baik pikirku, agar pikiran nya teralihkan karena ada teman dekatnya. Adakalanya seorang perempuan membutuhkan perempuan lain untuk mencurahkan isi hatinya yang terpendam. Dan tebakanku, ada hal yang tidak bisa ia ceritakan begitu saja kepada ku meskipun kami berstatus suami-istri yang sah.
"Bagaimana keadaanya Sha?" tanya Finna penasaran dengan kondisi Istriku saat ini.
"Entahlah, sejak pagi ia belum makan. Dan murung terus".
"Aku bingung harus bagaimana" jawabku menjelaskan keadaannya.
"Entah, apa aku juga bisa mengatasinya, setahuku emang Indira akan banyak diam jika ada suatu masalah dan dari dulu seperti itu, sepertinya memang ia belum berubah". jelasnya panjang lebar membicarakan banyak kenangan Finna dan Indira ketika semasa mereka kuliah dan menetap bersama.
"Dira.." Finna menghampirinya yang sedang duduk lanjut memeluk erat sahabatnya itu.
"Finn. Ko kamu ada disini?" tanya nya terheran-heran.
Ucapnya bercanda untuk ikut serta makan malam bersama kami.
...----------------...
Aku membiarkan mereka untuk berduaan dan memilih ke kamar dan melanjutkan pekerjaan yang tadi sempat tertunda.
Bagaimanapun pekerjaan tidak boleh sampai terbengkalai, apalagi Project Oxygen sedang hype dikalangan anak muda milenial. Sebagai CEO dan juga pengembang aplikasi aku berkewajiban memberikan layanan terbaik dari perusahaan agar tidak ada kendala serius kemudian hari.
Pekerjaan pengembang hanya ditangani olehku dan Xian untuk sementara, dan kita berdua kompak memberikan masukan dan juga saling memperbaiki kesalahan dalam penanganan kerusakan pada sistem. Tak butuh banyak waktu, 30 menit berlalu dan masalah-masalah kecil sudah selesai kami bereskan.
"Sha.. Coba cek lagi patch kernel 4.1.1 dan kirim log nya ke email". Sementara itu aku langsung meng-capture log history dari patch kernel yang ia sebutkan dan lanjut mengirimkan email kepada Xian.
"Sudah aku kirim, coba cek" jawabku.
__ADS_1
Aku teringat jika besok rencana nya semua tim akan berkumpul di rumah Rania, membantu menyusun barang-barang di rumah barunya.
Akuu berpikir untuk memberikan hadiah.
Terpikir olehku untuk memberikan sebuah komputer PC dengan spek tinggi agar dia nyaman dalam membuat disain grafis untuk di rumahnya. Tak tanggung-tanggung aku memesan PC dengan harga 26 juta di online store terpercaya dan langsung mengirimkan ke rumah barunya, sekaligus suprise untuk besok.
Jarang sekali aku memberikan hadiah kepada orang lain, mengingat beberapa waktu yang lalu aku tidak memiliki banyak pemasukan lebih. Setiap sen yang aku dapatkan, aku kumpulkan sedikit demi sedikit dan lainnya aku gunakan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.
Saat ini, dengan banyaknya orang di sekitarku yang begitu sangat loyal membantu, aku terpikir untuk memberikan reward berdasarkan kinerja mereka semua. Tak hanya Rania tapi juga yang lainnya. nanti akan aku coba pikirkan lagi barang apa yang pantas aku berikan kepada yang lain yang sekiranya dapat membantu mereka untuk terus produktif.
Entah itu barang elektronik seperti laptop atau apapun yang sangat mereka butuhkan, ini hanya untuk mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada tim yang selalu cepat tanggap dan bekerja dengan sangat giat.
Tanpa adanya mereka, aku tak tau harus berbuat apa, pekerjaan besar seperti ini membutuhkan kinerja mereka semua yang sudah faham dengan apa yang aku pikirkan.
Sudah dengan semua itu, masalah yang paling urgent sekarang adalah penambahan SDM agar pekerjaan semakin ringan dan juga cepat. sebaiknya aku menghubungi tim debugger yang waktu itu aku sudah janjikan mereka akan aku hubungi kembali ketika aku sudah memerlukan tambahan tenaga.
Saat ini kami kekurangan tenaga programer yang bisa menutupi berbagai jobdesk yang belum terisi oleh siapapun, mengingat, aku belum membuka lowongan pekerjaan secara masive. Dan lebih baik aku menerima beberapa orang yang sudah aku kenal kemampuannya beberapa waktu lalu.
Aku mengirimkan broadcast message kepada personil debugger, karena akan merepotkan jika menghubungi mereka satu per satu.
"Salam.. Semoga rekan-rekan semua selalu dalam limpahan rahmat tuhan yang maha esa. Selanjutnya, saya beritakan selaku CEO dari PT. Cakrawala Teknologi Indonesia, mengundang rekan-rekan semua untuk hadir dalam pertemuan terbatas yang akan di selenggarakan pada Senin, 23 Oktober di Kantor PT. Cakrawala Teknologi Indonesia.
Trims..
Tertanda
CEO PT. CTI"
...****************...
.
.
__ADS_1
.