Jalan Panjang Menjadi Seorang CEO

Jalan Panjang Menjadi Seorang CEO
Rekan


__ADS_3

Mobil melesat cepat menuju daerah Kemang Jakarta selatan, kendaraan penuh sesak memadati tiap ruas jalanan tak dihiraukan oleh stefan, ia seperti pembalap nascar yang sedang memacu adrenalin membalap setiap mobil di depan. Rania beberapa kali teriak dan memaki sahabatnya itu dengan umpatan-umpatan kotor sumpah serapah karena cara mengemudi stefan yang terlalu kencang.


"Gila! kita bisa sampai di Rumah sakit bukanya ke kantor!" pekik nya kepada stefan yg santai dan asik dengan kendaraanya baru yang ia miliki hadiah dari rekan kerjanya berupa mobil Mini Cooper keluaran terbaru.


"Haahaha.. sabar ran, aku kan jago kalau urusan balap-membalap" tawanya itu seperti tengah meledek rania yang ketar-ketir takut jika terjadi tabrakan karena gaya mengemudi stefan yang terlalu ugal-ugalan.


Sementara Xian santai saja, muka datarnya terlihat tak peduli dengan dua orang yang sedang beradu mulut karena persoalan remeh-temeh itu.


"Tuh, Xian saja bisa santai ko.. tenang aja ran, pasti aman!" ucap stefan kemudian.


Terlihat kini ia membuka laptop untuk memastikan kembali bahan-bahan yang dipersiapkan, sudah ada untuk nanti di presentasikan kepada mitra bisnis dari jaringannya stefan. karena bagaimana pun performa dari presentasi yang dibuat haruslah kuat akan nilai dan memiliki daya jual tinggi, agar orang tertarik untuk bekerja sama.


"Pak, bahan-bahan yang tadi sudah di pelajari bagaimana? apa ada hal lain yang ingin dibahas lagi sebelum kita sampai ke kantor?" ia bertanya kepada stefan tentang agenda meeting kali ini dan tentu strategi kepada calon client agar mereka bisa ikut menjadi mitra bisnis dalam jangka panjang.


"Panggil stefan saja, kita bukan perusahaan kaku, serius seperti di perusahaan yang kamu ketahui. aku ingin membangun environment yang cocok bagi semua orang tanpa ada gaps usia ataupun jabatan".


"Kita butuh ekosistem berbeda dari perusahaan lain agar bisa tumbuh bersama seiring tumbuhnya perusahaan, aku ingin membangun itu semua" lanjutnya. ia menginginkan setiap orang bisa lebih akrab tanpa memandang siapa dan jabatannya apa.


"hahaha, baiklah. aku panggil abang saja ya, bang stefan?". tanya Xian memastikan ia tida keliru karena bagaimana pun stefan lebih tua darinya dan memanggil nama akan kurang sopan.


"Nah itu lebih baik.." timpal stefan di susul tawa kencangnya tak mempedulikan ada mobil yang menyerempet masuk meliak-liuk melewati mobil yang mereka pakai.


"Stefffffannnn.... hati-hati dong!" teriakan panik rania membuat stefan sedikit membelokan mobilnya agar tak terjadi tabrakan pafa kecepatan tinggi yang akhirnya berhasil tanpa menyerempet kendaraan lain yang berada di depan dan samping mobilnya.


"Hehe.. maaf maaf" stefan nyengir kuda, karena akibat panik tadi ada mobil lain yang mendahuluinya.


......................

__ADS_1


Sesampainya di parkiran, Rania keluar disusul oleh Xian dan juga Stefan. wajah rania kesal karena stefan mengemudi dengan kencang tidak mempedulikan orang lain yang berada di dalam mobilnya itu.


"Nanti pulang biar Xian saja yang bawa, kalau tidak aku mending naik taksi saja!" ucap rania menyalahkan kelakuan stefan yang membuatnya khawatir akan keselamatan.


"Iya iya.. janji. nanti aku tidak ngebut-ngebut lagi ran.. maaf ya".


"Huh.. kamu ini". Rania memalingkan mukanya lanjut berjalan menuju lobby kantor PT. Menara Cakra Buana kantor perusahaan dibidang Fintech yang memiliki produk PCoin, uang digital untuk melakukan transaksi pembayaran di internet.


Mereka bertiga disambut oleh staf bidang humas Pak Andra yang akan memandu mereka menuju ruang rapat bersama-sama para petinggi perusahaan untuk membahas kerjasama antar perusahaan, yang nantinya di Project Oxygen akan ada uang digital untuk membayar pada tiap pembelian item yang tersedia.


Ini adalah langkah strategis yang dilakukan oleh stefan untuk mewujudkan monetize dari setiap aktifitas di Project Oxygen, yang dimana setiap user berhak untuk membeli item-item yang nantinya akan di conversi langsung ke mata uang rupiah.


"Stefan, bagaimana kabarmu? lama sekali tidak jumpa" Pak Andra menyambut kedatangan mereka bertiga dan menyalami satu persatu beramah-tamah agar lebih akrab.


"Baik Pak Andra, terima kasih sudah menyempatkan waktunya untuk kami". ucap stefan dan juga memperkenalkan Xian dan Rania kepadanya.


"Mari kita langsung saja ke ruang rapat, pak danish dan beberapa jajaran direksi sudah menunggu kamu dan tim".


PCoin sendiri telah masuk di beberapa platform digital eccomerce dan juga game-game terbaru yang banyak digandrungi oleh anak muda. Kesempatan yang bagus jika bisa membangun kemitraan yang bisa memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak. Stefan memiliki harapan Project Oxygen menjadi ekosistem dunia digital bagi siapapun untuk melakuakan banyak hal.


Di dalamnya nanti akan ada fitur jual-beli antar user yang nantinya akan menggunakan PCoin sebagai mata uang digital yang akan digunakan sebagai alat tukar yang legal di dalamnya. Karena jika melakuakan semua aktifitas jual-beli dengan mata uang rupiag nantinya akan sulit untuk mengatur kadar standar harga dari setiap item yang disediakan.


"Wah wah wah... lihat siapa yang datang"


"Welcome Stefan, ku dengar kau sudah menikah belum lama ini ya...?" Pak danish langsung berdiri dan menghampiri stefan yang baru saja memasuki ruangan rapat, berjabatan tangan kemudian berpelukan karena lama sekali tak pernah bertemu lagi dengan Danish yang lebih banyak ke luar negeri untuk urusan bisnis.


"Danish.. maaf aku tidak mengundangmu di acara pernikahan, soalnya kamu waktu itu masih ada di Qatar dan aku pun lupa menghubungimu".

__ADS_1


"Oh iya, ini rekan-rekanku. Perkenalkan ini Rania dan Xian".


"Mantap sekali, ayo kita duduk dan langsung saja kita bahas produk yang sudah kalian buat itu, aku penasaran sekali". Danish tak sabar apa yang dibuat oleh perusahaan yang digawangi oleh stefan sahabat karibnya itu, dan ada sedikit nostalgia ketika bertemu dengannya setelah 2 tahun tak pernah berjumpa.


Presentasi dan demo aplikasi Project oxygen berlangsung selama setengah jam, dengan project abisius ini, stefan yakin jika PCoin bisa menjadi mitra yang bagus kedepannya bersama membangun ekosistem untuk setiap orang di dunia digital.


Hadirin seluruh jajaran direksi yang mengikuti rapat bertepuk tangan serempak setelah berakhirnya presentasi dan demo dari aplikasi itu. Mereka bukan hanya terkagum dengan produk yang ditawarkan, tetapi juga pembawaan dari stefan yang mampuh menjelaskan garis besarnya secara cepat dan padat, dan membuat semua orang memahami seluk beluk kekuatan dari produk yang ditawarkan.


"Fantastic! sepertinya dunia digital akan semakin berkembang dengan kehadiran project Oxygen, ini akan membawa ruang baru bagi semua orang untuk berinteraksi secara virtual dengan lebih mudah dan real-time. aku suka konsep kalian".


"Bagaimana dengan bapak-bapak sekalian?" pak danish memberikan arahan untuk bertanya lebih jauh tentang hal yang sedang dibahas kepada para bawahannya itu.


"Mohon maaf sebelumnya, kenapa CEO nya tidak datang kemari untuk menjelaskan secara lebih dalam project oxygen?. seperti yang tadi pak stefan bilang, kalau Oxygen itu dibuat secara pribadi oleh sang CEO pada awalnya". tanya seorang perempuan yang itu adalah manajer dari perusahaan ini.


"Betul sekali, awal mulanya Project Oxygen dibuat oleh CEO kami, dan sudah dikembangkan lebih dari 4 bulan sejak pembuatannya, dan kali ini ketika beliau ingin mempublikasikan ciptaanya, kami pun membuat perusahaan untuk menaungi produk yang dua minggu lagi akan kami Launching ke pasaran".


"Namun begitu, kami sangat menyesal dan meminta maaf karena CEO kami sedang sakit dan masih dalam perawatan dokter untuk segera pulih. Untuk saat ini tugas-tugasnya kami laksanakan untuk tetap memprioritaskan kinerja perusahaan"


Stefan menunduk dan juga di ikuti oleh Xian dan Rania, meminta maaf karena sang CEO tidak bisa hadir rapat bersama mereka semua. Seketika suasana pun menjadi hening tak ada lagi yang bertanya atau menyanggah setiap materi yang ada di presentasi atau pada proses demo dari program Project Oxygen.


"Baiklah, sepertinya sudah cukup jelas. Kami senang jika bisa bekerja sama dengan kamu stefan. penandatanganan kerja sama kita akan disahkan seminggu lagi, kami berharap Pak sharon selaku CEO bisa hadir bersama kita semua nanti". Ucap danish dengan penuh semangat untuk bekerja sama dan membangun kemitraan sampai masa yang akan datang.


.


.


.

__ADS_1


...****************...


.


__ADS_2