
"Sampai disini, ada yang mau ditanyakan Pak?" pak yunus yang tengah melihat layar laptopnya tersadar oleh pertanyaanku.
"Sejauh ini, saya suka konsepmu, tetapi ada beberapa bagian di user interface nya yang harus diganti". Ucapnya memberikan penjelasan tentang beberapa hal yang mesti di revisi dari aplikasi yang aku buat. Ia pun menjelaskan bagian tersebut secara perlahan.
Masalah utamanya adalah di bagian menu page e-commerce warnanya terlalu terang, dan ia meminta untuk tidak terlalu dibuat putih terang agar tidak mengganggu kenyamanan user saat mengakses halaman e-commerce yang menjadi bagian penting dari aplikasi ini.
Aplikasinya sangat sederhana hanya sebatas profile company dari perusahaan, namun didalamnya terdapat suatu page khusus untuk menampilkan produk-produk yang dikelola oleh perusahaan dan mesti dibuat agar bisa memesan secara online seperti e-commerce pada umumnya.
Setelah mensepakati beberapa hal, kami berlanjut menandatanganu surat kontrak pembuatan aplikasi, syukurlah Pak Yunus sangat murah hati tidak sombong seperti beberapa client ku yang banyak maunya.
"Pekerjaanmu sangat bagus dan aku bisa melihat aplikasi itu sangat serius kamu buat". Ujar pak yunus memuji kepadaku yang masih duduk di ruang meeting yang hanya menyisakan kami berdua, beberapa yang lainnya sudah pamit terlebih dahulu.
"Saya senang sekali, bapak bisa puas dengan apa yang saya buat" timpalku berterimakasih atas pujian dan saran-saran yang ia lontarkan selama meeting berlangsung. Benar-benar orang yang baik, pikirku saat itu.
"Untuk pembayaran, nanti akan kami transfer sesegera mungkin setelah beberapa proses administrasinya selesai". Tandasnya sembari menjabat tanganku dan kami pun berpamitan.
"Terima kasih banyak Pak" ujarku dan meninggalkan ruang rapat di sore hari ini.
Aku membuka ponsel untuk memesan ojek online, setelah selesai memesan, sembari menunggu aku menelpon indira.
"Hallo cinta, kamu sudah dimana" tanya indira.
__ADS_1
"aku sedang menuju ke apartemen. Mungkin sekitar 30 menit aku sampai di sana". Jawabku.
"Baiklah, hati-hati dijalan. Aku menunggumu" ucapnya dan segera ku akhiri panggilan panggilan ketika tukang ojek pesananku tiba.
......................
Indira sibuk menyiapkan makan malam, aku pun hendak membasuh tubuhku yang sudah sangat kelelahan. udara panas di Jakarta benar-benar membuat badanku berkeringat dan kulit terasa lengket.
Sembari berendam air panas di bathtub, aku menerawang jauh tentang semua rencana-rencanaku setelah ini.
Untuk project Oxygen, semua kebutuhan sudah selesai ku persiapkan hanya menunggu proses unggah ke berbagai toko aplikasi digital untuk semua jenis gadget. Paling tidak membutuhkan sekitar $200 untuk proses publish. Untung saja, stefan membantuku dengan modal 200 juta rupiah. Dengan uang sebanyak itu, aku bisa memulai semuanya kapanpun aku mau.
"iyaa" balasku, dan menyudahi berendam air hangatnya. Setelah mengeringkan badan dengan handuk, memakai pakaian lengkap aku berjalan menuju ruang makan.
Sajian lezat diatas meja membuat perutku semakin menunjukan rasa lapar. Opor ayam, sambal beserta lalapan, dan beberapa potong tempe goreng membuatku semakin tak bisa menahan diri untuk makan.
Cups..
Aku mengecup kening indira yang berdiri disampingku "terima kasih sayangku" ucapku kepadanya.
Makan malam istimewa ini berkat masakan indira yang sangat lezat, setelah lelah bekerja, hidangan apapun akan terasa nikmat apalagi jika disantap bersama. Aku sangat bersyukur memiliki pacar yang sangat perhatian dan bisa memanjakan lidahku dengan sajian masakannya yang menggugah selera.
__ADS_1
Kuah kuning dengan beberapa potongan daging ayam, itu tercium sangat harum. Aku pun makan dengan lahap tanpa menyendok kuah opor terlalu banyak, aku akan makan dengan tangan tanpa sendok dan garpu. Inilah cara makan ku sebenarnya.
Indira tersenyum melihat tingkahku yang makan dengan tangan kosong, "kamu ini, ada sendok sama garpu malah makan dengan cara seperti itu" ujarnya menatapku.
"hehehe.. Aku lebih suka seperti ini" candaku menimpali ucapannya.
Sembari makan kita berbincang sedikit tentang aktifitas kita masing-masing membuat suasana makan malam ini semakin indah dan berkesan. Wajah berseri-seri dan beberapa ulas senyumnya membuatku sangat ingin selalu memeluknya dengan lembut.
"Sha, hari selasa nanti ayahku akan ke jakarta, apakah kamu mau ikut denganku menemuinya?" tanyanya dengan serius. Perubahan sikapnya secara mendadak membuatku tak kuasa untuk menolak, juga tidak ada salahnya jika harus bertemu calon mertuaku nantinya, bisa jadi ini kesempatan besar untuk kita berdua mengutarakan keseriusan hubungan kepada ayah indira.
"Aku pasti datang, akan ku atur jadwalku nanti". Jawabku serius.
Semoga saja ayahnya indira merestui hubungan kita. Batinku berdoa agar pertemuan nanti mendapatkan respon baik dari orang tuanya.
Usai makan malam, kami pun duduk-duduk santai di sofa sembari menonton film romantis. Indira disampingku bersandar dibahu seperti biasa, sepertinya ia tidak terlalu memperhatikan adegan-adegan di televisi. Beberapa kali ia mencuri-curi kesempatan mengecup pipiku, sembuatku semakin gregetan saja terhadap sosok lembut disampingku ini.
Kini indira tertidur lelap di bahuku, dengan tubuh mungilnya sangat mudah bagiku untuk memindahkannya ke kasur kamar, dan menyelimuti tubuhnya.
Lama aku memandangi wajah polosnya yang sedang tidur. "terima kasih telah menjadi bagian dari hidupku" cups.. Aku mengecup keningnya, aku pun menyusul untuk tidur karena badan sudah mulai menandakan butuh istirahat dan merebahkan badanku disamping indira dan terlelap bersama menuju ruang mimpi panjang kita berdua.
Semoga esok akan lebih baik lagi, batinku mengucap doa, sebelum kesadaran ini hilang terenggut mimpi-mimpi indah di dalam alam tanpa batas.
__ADS_1