Jalan Panjang Menjadi Seorang CEO

Jalan Panjang Menjadi Seorang CEO
Bulan Madu


__ADS_3

"Selamat pagi sayangku.." Medina menarik selimut yang masih menutupi tubuh suaminya, dan melayangkan kecupan dikening lelaki itu dengan penuh kasih sayang. Ia menatap dalam-dalam wajah sang suami membelai pipi putih dan terus mencoba membangunkannya dengan penuh kesabaran.


Sepertinya dia sangat kelelahan.


Setelah membersihkan dirinya sendiri di kamar mandi rumah stefan, ia berjalan membuka pintu menuju kamar untuk membangunkannya kembali, namun sosok lelaki itu tidak ia temukan disana.


"Sayang, kamu dimana?" ucapnya memanggil dengan nada yang sengaja ditinggikan.


Karena penasaran, Madina pun hendak mencari ke ruangan lain di rumah besar ini. Belum lah sempat membalikan badannya untuk keluar kamar, ia terkaget tubuhnya dipeluk seseorang dari belakang dengan sangat erat.


"Ahhh.."


"Pagi istriku tercinta.." Stefan mengunci pergerakan istrinya itu, memeluk erat sejadi-jadinya, memberikan kecupan hangat di leher Madina.


"Nakal ih, mengagetkanku saja..!" ia protes karena suami nakalnya ini sedang menjahili dirinya, dan sedikit meronta hendak melepaskan pelukan namun karena tubuh kekar Stefan ia tak kuasa untuk menghindarinya.


..........


Papah dan Mamahnya Stefan sudah berada diruang makan duduk disana beserta 2 adik-adiknya Stefan.


"Kakak belum bangun ya?" Ucap Marie kepada mamahnya.

__ADS_1


"Paling sebentar lagi juga kesini, tunggu saja" ucap ayahnya yang sedang memainkan ponselnya menggulirkan layar dengan jari nya seperti sedang membaca sesuatu disana.


Karena tak kunjung datang, Dinna berinisiatif untuk membangunkan kakaknya itu. Ia berjalan sedikit terburu-buru menapaki anak tangga menuju lantai atas ke kamar Stefan, sebelum pintu kamar di ketuk, Stefan membuka pintu keluar dari kamarnya disusul oleh Medina.


"Kakak, ayo turun. Yang lain sudah nungguin kakak dari tadi tuh" Dinna sewot kepada kakaknya karena membuatnya menunggu untuk sarapan. Budayanya adalah sarapan dan makan malam harus bersama jika berada dikeluarga ini tanpa terkecuali.


"Hmmm.. Iya ayo" timpal Stefan sedikit kurang bersemangat.


Medina dan Dinna bertemu bertatapan dan ada senyum kecut tersungging di bibir adiknya Stefan, seolah ada rasa tidak suka yang cukup beralasan kepada Medina. Namun begitu Medina berupaya untuk bisa dekat dengan sang adik ipar.


"Maaf ya menunggu lama, ayo kita ke bawah" ucap Medina dengan seulas senyum, wajah cerianya di pagi hari.


"ya". Dinna terlebih dulu berjalan menuruni tangga dan lekas ke ruang makan.


"Duh mantu ibu, sini nak duduk dekat ibu". Mia Ibunya Stefan yang kini sudah menjadi mertuanya mempersilahkan duduk bersampingan dengannya.


"Baik bu, terima kasih".


Setelah lengkap semuanya berkumpul, mereka sibuk dengan makanannya masing-masing, dan membicarakan tentang banyak hal di ruang makan ini. Madina pun tanpa segan, ikut serta dalam obrolan Ibu dan Ayah mertuanya.


"Kalian ada rencana bulan madu dimana?" tanya Ferdinand ayahnya Stefan dengan nada serius disela-sela sarapannya.

__ADS_1


Medina dan Stefan saling pandang karena mereka belum begitu mempersiapkan untuk hal penting tersebut, dan lagi pula mereka tak terlalu mempedulikan itu dan mungkin akan memilih random trip yang entah kemana, asalkan hanya mereka berdua saja dan bisa menikmati suasana tanpa ada gangguan dari siapapun.


Tak lama, ayah mertuanya menyerahkan sebuah amplop putih dengan logo dan nama maskapai penerbangan Nusantara Airlines.


"Itu kado dari papah, bukalah... Semoga kamhmu suka" ucapnya.


Medina sudah bisa menebak isi dari amplop itu pastilah sebuah tiket pesawat, akan tetapi tujuannya entah kemana, ia belum tau dan sedikit penasaran.


Ketika membuka amplop tersebut, dirinya terperangah karena kejutan yang ada didalamnya, 2 tiket pesawat menuju jepang dengan maskapai kelas atas yang harganya bisa sampai puluhan juta untuk mendapatkan satu tiketnya saja.


"Sini coba ku lihat" Stefan yang jadi penasaran pun mengambil amplop yang ada tiket pesawatnya itu.


"Wah ke jepang ya, sudah lama tak kesana" Stefan dan Medina berucap terima kasih atas kado pernikahannya, selain tiket penerbangan ada juga paket liburan selama seminggu penuh untuk jalan-jalan mengunjungi berbagai tempat wisata di negri sakura.


Dirinya seperti tak percaya, matanya berlinang air mata, bahagia terhadap kejutan dari ayah mertuanya. Dahulu, pergi keluar negeri hanyalah sebatas ilusi nya saja karena hampir tak mungkin untuk merogoh kocek lebih untuk sebuah perjalanan ke negeri orang. Dan kini dihadapannya sudah ada 2 tiket pesawat kelas atas yang sudah barang tentu sangat mahal untuk pergi ke jepang mendapatkan tour di negeri sakura tumbuh. Ia masih tak mempercayainya, ini sesuatu yang hebat, semenjak menikah dengan stefan tak henti-hentinya ia mendapatkan banyak kejutan menarik yang membuatnya semakin bahagia.


"Aku harap kalian bisa lebih menikmati bulan madunya. Dan ini kesempatwn bagus buat kalian berdua untuk menghabiskan waktu bersama" ucap pak Ferdinand meyakinkan Madina yang masih terharu akan hadiah pernikahannya.


"Terima kasih pah..terima kasih banyak" ucapnya kepada ayah mertuanya.


...........

__ADS_1


....


__ADS_2