
Di sore hari yang masih hujan itu andre dan finna keluar dari mobil kemudian berjalan terburu-buru menaiki anak tangga menuju pintu masuk kediaman orang tuanya finna. Terselip keraguan di mata andre untuk bertemu secara langsung dengan keluarga Wicaksono yang terkenal akan kehebatannya mendulang kesuksesan membangun bisnis khususnya dibidang teknologi informatika.
"Jangan khawatir, orang tuaku pasti merestui hubungan kita" ucap finna meyakinkan andre yang nampak khawatir, takut orang tua finna tidak menyukainya. Karena ini kali pertamanya andre bertemu langsung orang tua finna, wajar ada sedikit ketakutan menyelimuti hatinya.
Setelah berjabat tangan dan memperkenalkan dirinya kepada ibu nya finna, mereka pun duduk di ruang tamu yang luas itu.
"Maaf ya andre, ayahnya finna sedang sibuk di ruang kerja, nanti juga dia kesini" ujar Ibu Indri, ibunya finna yang terlihat awet muda dengan dandanan sederhana namun sisa-sisa kecantikan masa lalu masih tercetak erat pada sosoknya.
"fin, coba kamu panggil ayahmu itu" pinta Bu indri kepada anak tersayangnya itu. Finna pun berlalu menuju lantai 2 ke ruang kerja ayahnya. Tak lama Pak Daniel pun nampak menuruni anak tangga dengan sangat hati-hati di tuntun oleh finna menuju ruang tamu.
Ayahnya finna sudah berumur 74 tahun, namun pesona kepemimpinannya tidak pudar sampai saat ini, meski sudah tua dan sakit-sakitan, ayahnya finna terap aktif mengurus perusahaan induk meskipun hanya sebatas mengawasi saja, karena semua usahanya sekarang sudah diberikan kepada finna sebagai komisaris utama dengan 80% kepemilikan saham.
__ADS_1
Pak daniel tidak berpikir untuk pensiun atau berhenti melakukan pekerjaan yang puluhan tahun sudah ia geluti, namun kepiawaian finna berhasil meluluhkan hati ayahnya itu dan akhirnya menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada finna yang dalam kurun waktu 2 tahun telah sukses menembus project-project besar di negara lain.
Andre berdiri menyalami pak Daniel, dan memperkenalkan dirinya sebagai pacarnya finna. Dan banyak bercerita tentang perusahaan PT. Transfortasi Anak Bangsa yang mengambil sektor transfortasi alternatif berbasis online dengan nilai valuasi 80 Miliar rupiah. Pak Daniel pun memperhatikan jelas arah pembicaraan andre yang sedang menyombongkan kemahirannya dalam membangun usahanya tersebut.
"Bisnis platforms digital memang masih menjadi lautan biru (istilah untuk jenis usaha yang tidak banyak persaingan pasar) , tetapi jangan terlalu optimis, karena semua orang pun bisa membangunnya". Ucap orang tua itu mencoba memberikan nasihat bijak untuk anak muda dihadapannya ini yang sedang merasakan angin segar karena bisnisnya lancar tiada hambatan yang berarti.
"semakin tinggi pohon, semakin kuat hembusan anginnya" ucap pak Daniel mengakhiri wejangannya untuk andre. Andre yang sedari tadi semangat ketika menjelaskan pencapaiannya, kini tertunduk lemas mendengar kalimat bijak dari ayahnya finna.
.....
Tak ada kerabat atau siapapun yang membantu Daniel di waktu itu. Orang tuanya hanya mewariskan rumah panggung bobrok yang tak begitu besar. Meski hidupnya sengsara tanpa bantuan dari orang lain tak lekas membuat dirinya pantang menyerah begitu saja dengan keadaan.
__ADS_1
Sembari melanjutkan sekolah di SMA, dirinya bekerja di pasar sebagai kuli panggul terkadang menjadi tukang semir sepatu. Semua hasil keringat kerja kerasnya itu ia sisihkan setiap hari untuk membayar biaya sekolah.
Tak jarang ia mendapatkan perlakuan buruk dari teman sebayanya yang memperolok tampilan lusuh daniel ketika di sekolah. Tak ada yang mau berteman dengannya, semua menghindari anak sebatang kara ini, seperti menjadi kesepakatan sosial yang terbentuk di sekolahnya itu untuk menghindari daniel, hanya perempuan satu itu saja yang selalu menangkap raut wajah daniel yang tegar menghadapi berbagai tekanan dan terkagum oleh keberaniannya.
"dasar miskin! , sana beli seragam yang bagus" ujar seseorang yang berdiri di depan daniel.
"di kelas ini tidak boleh ada gembel, memalukan sekali!" timpal beberapa siswa lainnya. Daniel berusaha tenang duduk dibangkunya mencoba untuk tidak terbawa emosi. "Tuhan, adakah harapan untuku agar bisa terbebas dari semua hinaan ini" batinnya berdoa semoga kelak ia bisa hidup dengan layak dan tidak menjadi hinaan bagi orang lain.
........
Pengalaman pahit Daniel mengubahnya menjadi seperti sekarang ini. Beberapa luka di masa lalu telah ia ubah menjadi kekuatan untik terus maju fokus pada tujuannya. Pengalaman ini yang membuatnya mampu menilai setiap orang yang ia temui. Secara garis besar watak seseorang akan terlihat dari apa yang dibicarakannya. Begitulah Pak Daniel yang saat ini tengah berbincang dengan andre yang menjadi kekasih putrinya itu. Ia mampu melihat dengan samar tentang andre yang dinilainya kurang baik.
__ADS_1
"Lebih baik kalian tidak terlalu terburu-buru, pernikahan hanya berlangsung sekali seumur hidup kalian. Pikirkanlah lebih matang lagi" ucapnya menanggapi keinginan kekasih putrinya itu. Ia pun pamit kembali ke ruang kerjanya dipapah oleh istrinya.