
Mendengar penuturanku, indira seperti anak kecil yang tersihir oleh fantasinya tentang dunia Oxygen.
"aku sangat menantikannya sha.." ucapnya kemudian memeluk erat tanganku.
"apa sudah bisa dijalankan programnya?" tanya nya penasaran.
"belum, masih banyak yang harus di persiapkan" jawabku disusul mimik wajah cemberutnya, lucu sekali indira seperti itu dan aku pun jadi tertawa melihatnya.
"uh.. Sebal!" melepaskan pelukannya dariku.
"sabar ya cinta, kamu orang pertama yang akan memainkan Oxygen. Tunggu saja nanti" jawabku menggodanya dan berhasil membuat wajahnya memerah malu saat ku goda.
"oh iya, aku numpang internet kamu di kamar" ujarku memberitahukannya.
"ah iya, itu laptop kamu cuma sedang apa sih, download film ya?" tanyanya, mungkin anggapannya proses loading di laptopku itu sedang mendownload film. Ah bocah ini...
"Itu proses upload sources oxygen, file nya sangat besar 20 terabyte, jadi akan memakan waktu lama. Kalau aku upload dari internet kontrakanku pasti akan memakan waktu seminggu" jelasku kepadanya yang tengah kaget dengan besaran file yang harus di unggah ke server.
__ADS_1
"Sha.. Aku sudah memikirkan matang-matang. Bagaimana kalau kamu tinggal bersamaku disini". Pintanya kepadaku, tak habis pikir apa yang wanita ini inginkan, membuatku sakit kepala rasanya.
Memang begitulah indira, sosok cantik yang aku sayangi ini kurang bisa berpikir secara jernih, bagaimanapun kita berdua belum saatnya untuk tinggal berdua dan aku takut jika tidak bisa mengontrol hawa nafsuku setiap saat dan kemungkinan terbesarnya malah akan menghambat aktifitasku nanti.
Aku pun menjelaskan perihal kerjaanku ini dan tidak ingin terlalu banyak merepotkannya, bagaimanapun aku takut banyak hal termasuk menjadi benalu yang harus ditopang hidupnya oleh seorang wanita, dan itu bukanlah hal yang bagus.
"tapi malam ini kamu menginap saja disini, diluar juga masih hujan" ucapnya meyakinkanku, memang benar hujan tak kunjung reda dan sedari tadi kami berbincang, banyak sekali petir menyambar.
"iya dira.." jawabku dan mencubit pipi nya yang agak kenyal, indira pun tersenyum manis dengan perlakuanku itu.
......
Aku mulai menyibukan diri dengan laptopku, kali ini aku mengerjakannya di ruang tengah dengan santai sembari duduk di kursi sofa nyaman berbeda dengan sofa buluk yang ada di tempatku.
Sedangkan indira berada di dapur untuk menyiapkan makan malam, padahal tadinya aku mau memesan pizza delivery, tetapi indira ingin memasak masakan spesial buatku. Dasar wanita merepotkan. Kalau ada yang gampang kenapa harus yang susah.
"Sha.. Kamu mandi dulu sana. Sebentar lagi makan malam" teriaknya dari ujung dapur.
__ADS_1
"iyaaaa" timpalku tak kalah nyaring dari suaranya itu.
Selesai mandi, saat keluar dari kamar mandi, tercium aroma nikmat masakan indira. "hemm.. Wanginya enak"
Aku pun mengikuti wangi masakan indira sampai ke meja makan yang masih satu ruangan dengan dapur dan mendapati 4 jenis masakan yang berbeda.
"Wah.. Seperti masakan restoran bintang 5" ujarku dengan nada kagum terhadap kemampuan memasak indira.
"iya dong, indira.." ucapnya menyombongkan diri membusungkan dadanya. Kami pun jadi tertawa, entah apa yang ditertawakan bukan hal yang penting, akan tetapi kebahagiaan ini sangat nyata untuk ku dan indira.
Kami duduk di meja makan berhadapan untuk makan malam. Ini adalah masakan yang luar biasa, ada perkedel jagung, udang bumbu asam pedas, ayam rica-rica dan juga sayur bayam yang di masak tidak terlalu matang. Semua sajiannya benar-benar membuat selera makan meningkat tajam.
Semua makanan aku tuang ke atas nasi, dan melahapnya perlahan, menikmati setiap gigitan dari masakannya ini. Bumbu nya sangat pas dan meresap kedalam daging ayam rica-rica, belum lagi udang dengan bumbu merah asam pedasnya sangat menyegarkan. Aku sampai menambah nasi 2 kali.
"sumpah.. Ini enak sekali" pujiku kepada dira yang juga tengah asik melahap makan malamnya.
"Kalau dimakan bersama jadi lebih nikmat, makasih ya sudah mau menemaniku" ucapnya sembari menatap lembut ke arahku.
__ADS_1
"setiap hari pun aku tidak akan bosan dengan masakanmu" timpalku kembali memuji.
"amin.." jawabnya mendoakan.