
"Hai sayang, bagaimana kerjaanya?"
Indira mengirimkan pesan singkat disaat aku sedang pergi menuju kantor.
"Baik, kamu dimana sekarang? masih di kantor?"
"Aku baru saja sampai apartemen, kamu mau di masakin apa untuk makan malam?"
Aku lupa memberitahunya kalau hari ini aku pulang telat, karena nanti ada acara makan-makan bersama tim di restoran yang sudah dipesan oleh dahlan.
"Maaf sayang, aku sepertinya akan pulang cukup larut, mungkin kamu bisa ikut aku nanti, cuma acara makan-makan dengan tim"
"Ok, nanti kirim lokasinya, aku dan Finna akan datang, boleh?".
Aku pun mengiyakan. tak apalah jika finna pun ikut sekalian nanti aku menjelaskan kenapa walk-out dari acara.
"Ok, boleh ajak saja finna biar kamu tidak pergi sendirian".
Sesampainya di kantor, kami lanjut untuk meeting lagi terkait beberapa program yang sebelumnya belum ditindak lanjuti karena berbagai macam hal kesibukan yang banyak menguras tenaga fan pikiran.
Kali ini aku akan pastikan semuanya berjalan sesuai rencana, karena tidak ada waktu lain lagi untuk mengatasi semua persoalan sampai semua bisa diselesaikan dengan baik dan tak akan memalukan jika nanti sudah di publis ke masyarakat.
"Ran, persiapan acara sudah sejauh mana?"
"Tempat, dekorasi, dan segala macamnya sudah selesai. Untuk undangan juga sudah masuk list perusahaan mana saja yang akan datang juga dari organisasi dan pemerintah sudah pasti akan hadir".
Ia menyerahkan beberapa lembar laporan yang sudah di analisa terlebih dahulu agar tidak ada kesalahan dalam penyesuaiannya nanti pada saat acara berlangsung.
"Ok, bagus kalau begitu. Terus pantau progres dari pihak EO agar semuanya terkendali sesuai rencana".
......................
Lelah dalam pekerjaan sudah hal yang biasa, namun jika dilakukan bersama-sama terasa sedikit lebih ringan untuk dipikul dan juga selalu saja ada bumbu-bumbu pemanis yang akan terasa lebih menyenangkan dari semua aktifitas yang sedang kami lakukan.
Tinggal kurang dari seminggu lagi menuju acara besar peresmian perusahaan. Sedikit was-was dan juga tak sabar menunggu sampai hari pelaksanaan, itu yang kami rasakan saat ini. Ingin sekali mengawali event pertama yang diselenggarakan saat ini bisa berjalan dengan lancar tanpa ada halangan juga hal-hal buruk yang kan terjadi, kami semua berdoa untuk itu.
"Mas, pihak restoran tadi nelpon untuk konfirmasi, semuanya sudah siap"
__ADS_1
"Ok Lan, kamu duluan kesana pastikan paket untuk 10 orang ya. dan tunggu sampai kami sekua hadir"
"Siap mas". Dahlan lanjut pergi bersama Rania ke restoran yang sudah di pesannya itu.
Hampir jam 6 petang kami selesai untuk segala urusan, paling tidak sudah cukup untuk hari ini dan besok bisa dilanjutkan, karrna malam ini kami ingin berkumpul bersama menikmati malam dan sajian makanan dan minuman sembari berbincang yang tak perlu membahas urusan pekerjaan.
"Ayo guys, kita pergi sekarang" ucapku kepada mereka semua yang saat ini ada di ruang kantor lantai 2.
"siappp" serentak semua beres-beres dan meninggalkan lokasi kantor melanjukan kendaraannya masing-masing menuju restoran.
Meski sedikit rintik gerimis mulai turun tanda kan ada turun hujan, kami tetap pergi. Jarang ada moment bersama diluar dari urusan pekerjaan. Penting juga untuk lebih mengakrabkan diri tak hanya sebatas hubungan antara atasan dan bawahan, kita tinggalkan formalitas dan menikmati eratnya pertemanan yang tak hanya sebatas rekan kerja saja.
......................
"Sha.. aku sudah sampai di restoran, kamu ada dimana?" panggilan langsung dari indira lewat sambungan selular, aku masih terjebak macet di daerah pusat yang penuh sesak oleh banyak kendaraan mobil.
"Disana ada Rania sama Dahlan, aku masih di jalan. macet nih" ucapku.
Semakin jauh, jalan raya semakin penuh saja, tak menyisakan sedikitpun lajur untuk mendahului kendaraan lain. Stefan yang biasanya anteng kini mulai gusar dan kesal sekali raut wajahnya. Disampingnya ada medina yang duduk bersebelahan di depan sedangkan aku di belakang bersama zahra dan xian dempet-dempetan bertiga di mobil.
"Ekhm.. Enak ya yang sudah menikah". Ucap Zahra perempuan berumur 24 tahun ini menyindir kemesraan pasangan Stefan dan Medina.
"Aw.. Sayang pelan dong. sakit tau" dengan lagak berpura-pura kesakitan yang membuat kami semua geleng-geleng kepala dengan sikap noraknya itu.
"Hoi.. liat-liat jalan, mesra-mesraannya di tunda dulu" ucapku menimpali stefan yang terus saja membual dengan ucapan-ucapan yang menggoda zahra.
"Siap boss".
Hujan semakin deras mengguyur sampai jalan raya yang kami lewat, pandangan ke arah luar kian terhalang oleh air hujan. Laju tiap kendaraan makin pelan dan dibuahi suara nyaring klakson dari tiap mobil dan motor.
Butuh waktu sekiranya 15 menit sampai tiba di lokasi, disana indira istriku sudah menanti di dalam restoran, nampak juga dahlan, rania juga finna menyambut kami yg sedikit kehujanan tatkala tadi keluar dari mobil.
"Ya ampun sayang, ko bisa sampe basah begini sih" indira dengan cermat memperhatikan baju kemeja yang sedikit terkena air hujan di bahu dan tangan. perlahan ia menggosok-gosokan sapu tangan berwarna hijau daun untuk sedikit mengeringkan lengan baju yang basah.
Kami semua lanjut memesan makanan dan berbagai macam minuman.
"Ekhm.. baik, rekan-rekan semua. alasan saya mengundang kalian di acara makan malam ini tak lain untuk mengenalkan istriku".
__ADS_1
"Juga sebagai ucapan terima kasih atas kerja sama dan bantuannya selama ini, tanpa kalian semua yang ada disini, tak mungkin aku bisa bersama kalian berkumpul menjadi sebuah tim yang utuh. terima kasih banyak kawan-kawan".
"Tak lupa juga untuk stefan dan madina semoga menjadi keluarga yang harmonis dan di berkahi. Untuk yg lainnya, saya doakan semoga segera mendapatkan jodohnya masing-masing".
"Mari bersulang untuk kita semua"
"Yeay.. bersulang" ucap stefan dengan nada kencang disambut oleh yang lainnya juga.
Suara dentingan dari gelas nyaring terdengar di ruang restoran yang saat ini sedang tidak banyak pengunjungnya.
Riuh dengan tawa dan juga obrolan-obrolan. Sejenak kami melupakan urusan pekerjaan yang telah menjadi rutinitas masing-masing, disini kami berkumpul sebagai seorang teman juga sebagai keluarga yang telah berkumpul dalam naungan perusahaan yang memiliki cita-cita tinggi.
Anggap saja, ini menjadi malam keakraban, untuk semakin mengeratkan tali pertemanan juga untuk melepas penas karena lelah bekerja seharian penuh. Saat ini tak ada yang kami khawatirkan tentang apapun selain dari menghabiskan makanan-makanan yang kini tersaji diatas meja makan yang dipenuhi oleh berbagai jenis olahan masakan khas restoran.
Meski tak terlalu mewah itu berbeda dengan saat bersama, kami tak terlalu mempedulikannya karena menu utamanya adalah kebersamaan kami ini sekarang, tanpa ada sekat pemisah dari tiap-tiap orang yang hadir.
"Sha, boleh bicara sebentar berdua?" pinta finna kepadaku yang sebelumnya sudah ia bicarakan dengan indira agar ada waktu berdua untuk membahas hal penting.
Aku dan finna pun menuju meja lain dan mulai membicarakan persoalan yang tadi siang. Finna menjelaskan banyak hal tentang kejadian di ruang manajemen event yang juga ini berimbas kepada perusahanku yang yak jadi mengikuti acara.
"Maafkan aku sha, aku sangat malu sekali. tak ku sangka banyak tindakan-tindakan korup yang terjadi di jajaran management, terlebih itu melibatkan beberapa petinggi".
"Santai saja fin, aku tidak terlalu mempermasalahkannya. Hanya saja aku sedikit kecewa namun tidak kepadamu. Ada baiknya kita bisa lebih fokus lagi ke acara yang lebih penting".
"Tentu sha, aku faham. makanya ada hal lain yang mau aku sampaikan malam ini".
"Ada apa fin?" aku sedikit penasaran dengan apa yang mau ia bahas kali ini.
"Ada beberapa perusahaan startup dibawah naungan perusahaanku tertarik untuk bekerjasama dengan perusahaanmu dengan penggunaan modul dari Project Oxygen, dan aku minta 7 perusahaan startup itu nanti tolong kamu undang ke acara peresmian, kita bicarakan nanti pada saat acara, bagaimana?".
"Wah bagus sekali, ok, kasih tau ke aku perusahaan apa saja yang harus diundang. nanti akan aku urus secepatnya".
"Sekali lagi aku minta maaf ya sha.." ucap finna sedikit tertunduk begitu malu untuk sekedar menatap wajahku.
"Kita sudah berteman, itu hal kecil. jangan terlalu dipikirkan fin".
"Ayo kembali, mereka sedang menunggu".
__ADS_1
"Terima kasih sha..".