Jalan Panjang Menjadi Seorang CEO

Jalan Panjang Menjadi Seorang CEO
Memulai


__ADS_3

"Indira, bahan presentasi pesananku untuk meeting ini sudah selesai?" tanya pak Reynold kepada indira yang baru saja hendak mau memasuki ruang kantornya.


"Maaf ya indira, mila sedang cuti. Jadi aku hanya bisa mengandalkanmu saat ini" lanjutnya, meminta maaf karena sang direktur utama lebih mepercayai indira untuk urusan-urusan yang menyangkut perusahaan besar yang akan berkerja sama denganya dan sekretasi nya memulai cuti hamil sejak hari ini.


Sejak menduduki posisi wakil direktur, indira akrab dengan pak reynold. Ketika perusahaan ini colaps, indira dan pak reynold berdua menyelamatkan perusahaan terpuruk ini, berhasil mendapatkan kontrak dengan 10 perusahaan besar dan 3 diantaranya itu hasil kerja keras indira selama menjabat sebagai kepala marketing.


Dengan prestasi yang tidak terhitung jumlahnya, indira diangkat secara langsung oleh direktur reynold menggantikan Abraham pendahulunya yang kini tengah meringkuk di penjara akibat penggelapan dana, yang perbuatannya itu membawa kehancuran bagi perusahaan, beberapa project yang di tangani oleh Abrahan terkena imbasnya sehingga para client dari perusahaan lain itu menuntut ganti rugi dan berbalik arah menyerang perusahaan.


"Sudah pak, semuanya sudah saya upload di folder Presentasi, bapak bisa langsung mengeceknya" tandasnya menimpali ucapan atasannya itu.


"Terima kasih ya.." ia pun bergegas kembali ke ruangannya. Kini indira sibuk untuk memeriksa beberapa file penting lainnya untuk bahan presentasi.


Tok.. Tok.. Tok.. Suara di balik pintu ruangannya.


"Masuk.." ia berteriak untuk mempersilahkan masuk seorang wanita yang masih cukup muda, pegawai baru di kantor yang bertugas dibagian staff keuangan hendak menyerahkan beberapa berkas.

__ADS_1


"Permisi Bu.. Ini berkas yang Bu Indira minta kemarin, sudah saya rapihkan, dan beberapa hal yang sekiranya penting sudah saya tandai". Ucapnya dan menyerahkan berkas yang isinya terdiri dari 15 halaman tentang keuangan perusahaan di tahun kemarin.


Setelah Abraham mengacaukan stabilitas keuangan perusahaan, misi indira salah satuanya adalah meninjau ulang kemajuan perusahaan dan menganalisa kemungkinan terjadi lagi kebocoran dana perusahaan.


"Terima kasih Hilda" ucapnya singkat.


"Bagaimana perasaanmu, apakah nyaman bekerja di perusahaan ini?" tanya indira kepada hilda si anak baru.


"Nyaman Bu, saya sangat senang dengan pekerjaan saya ini, perusahaan juga baik sekali mau menerima fresh graduate seperti saya" ucapnya panjang lebar menanggapi pertanyaan atasannya itu.


Kini ruangannya sepi, ada sedikit kelelahan dari raut wajah indira, ia telah berjibaku selama ini untuk membantu mengembalikan keadaan untuk perusahaan dan semakin ia memikirkannya semakin kuat juga tekadnya untuk bekerja lebih keras lagi agar semua bawahannya tidak terkena imbas karena masalah perusahaan seperti tahun lalu.


......................


Sembari memakan pisang goreng buatan rania, aku memulai pembicaraan untuk menjelaskan garis besar dari project yang sedang aku kerjakan yang tidak lama lagi akan di release.

__ADS_1


"Aku butuh designer cerdas seperti kamu ran" ucapku mantap, untuk meyakinkannya.


Rania masih termenung, memikirkan semua pembicaraan tadi tentang sebuah project yang bernama Oxygen, dunia virtual yang akan mensimulasikan segala bentuk-bentuk dari kehidupan nyata dengan tema fantasi. Ia masih mencerna semuanya dalam-dalam namun masih ada keraguan dalam dirinya untuk menerima tawaran ini.


"Aku belum bisa memutuskan sekarang sha.." ucapnya pelan denan wajah yang masih menyiratkan keraguan.


"Kirim nomor rekeningmu sekarang" ucapku tegas.


"Ini bukan tentang uang sha!" ia membentak dengan tatapan marah kepadaku, sorot mata tajamnya itu baru pertama kali ku liat. Rania bukan perempuan yang dengan mudahnya tersulut emosi, jiwa penyabarnya kini seperti telah terenggut oleh hal lain yang membuatnya seperti kehilangan kepercayaan terhadap siapapun.


"Aku tau, dan bukan itu maksud aku. Kirim nomor rekeningmu sekarang, setelah itu akan aku jelaskan semuanya".


Ia pun mengambil ponselnya dan mengirimkan nomor rekening bank nya lewat pesan singkat. Tak lama berselang notifikasi transfer masuk di aplikasi mobile banking nya.


"100 juta!!" refleks ia berteriak melihat nominal uang yang masuk di rekeningnya.

__ADS_1


"Tenang dulu ran, itu aku titipkan ke kamu". Jawabku menenangkan kepanikannya, dan mulai menjelaskan berbagai macam hal terutama persoalan pembangunan perusahaan yang akan mengorbitkan Oxygen.


__ADS_2