
"Ran, hari ini kamu duluan ke kantor, aku menyusul sekitar jam 11 nanti." Aku mengetik pesan chat ke Rania agar ia mengunjungi kantor yang saat itu telah ku sewa dan juga sudah selesai proses legal standing dan semua berkas-berkas perijinan perusahaan.
Meskipun masih berupa perusahaan kecil dengan nominal modal 100 juta, akan tetapi aku yakin bisa membangunnya lebih besar dan meningkatkan peluang untuk berkarya dan terutama untuk menunjukan kemampuan kepada orang tua yang selalu menentang keputusanku dari semenjak kuliah. Semua ini berkat sahabat-sahabat terbaik ku dan juga indira.
.......
Gerimis di pagi ini membuat udara dingin menyelimuti kota, para pejalan kaki yang biasanya berjalan di sepanjang jalanan kota pun lebih lenggang, sedikit sekali yang berjalan di trotoar pusat kota Jakarta.
"Dea ayo, nanti kesiangan.." ucap Rania memanggil putrinya itu yang sedang memasukan beberapa buku ke dalam tas sekolahnya.
"Iyaaa" jawab Dea setengah teriak menimpali ibunya disusul beberapa menit kemudian ia sudah bersiap pergi sekolah. Dea mengenakan jas hujan anak-anak berwarna cream untuk menutupi baju seragamnya agar terhindar dari cipratan air hujan.
Mereka berjalan kurang lebih sekitar 200 meter untuk sampai di SD swasta tempat Dea menimba ilmu beraekolah disana. Di jalanan sepi ini mereka bergandengan tangan menggunakan payung demi terhindar dari rintik hujan yang kian lama kian deras, beruntungnya hujan deras turun saat mereka bedua sudah tiba di sekolah.
__ADS_1
"Belajar yang rajin ya nak" Rania mengusap rambut putrinya dengan penuh kasih sayang dan tak lupa sang putri cantik ini mengecup punggung tangan Ibunya kemudian berlalu masuk ke dalam kelas menghilang dari pandangan Ibunya.
.....
Sejak pagi Rania sudah berada di kantor Arcadia, mengatur dan membereskan beberapa perabotan yang beberapa hari lalu sudah di pesan demi memenuhi kebutuhan perkantoran. 5 komputer dan 4 laptop beserta 7 meja kerja yang terbuat dari kayu sederhana.
Semuanya sudah di kirim kemarin dan hanya tinggal menyusun saja letak-letaknya. Ia mengecek kembali beberapa komputer yang sudah terpasang dengan rapi, tanpa terkecuali.
Disana ada beberapa orang juga yang sedang memasang perangkat-perangkat pendukung internet, menyiapkan beberapa kabel jaringan LAN (local area network) agar keamanan jaringan tetap terjaga, aku lebih memilih menggunakan penyatuan jaringan dengan kabel bukan dengan wifi, lebih stabil dan kuat.
Jemari lincah nya bermain di antara keyboard laptop dan mouse, ia membuat beberapa contoh layout website yang menurutnya menarik dan juga terlihat modern. Ia sangat profesional dengan keahliannya dibidang seni grafis, dan sudah tak terhitung lamanya ia menggeluti bidang itu.
...
__ADS_1
Setelah berjibaku dengan kemacetan jalanan Ibu Kota, aku sampai di Central Arcadia tepat di depan bangunan 2 lantai, kantor yang telah aku sewa untuk meneduhi kami selama 1 tahun ini dan mungkin akan lebih lama lg. Tetapi semoga saja, kami bisa pindah ke sebuah kantor yang lebih besar nantinya.
Ketika memasuki ruangan, disana sudah ada Rania yang sedang fokus menatap layar laptopnya.
"Maaf ya ran, cuma laptop bekas" laptop dan komputer yang aku beli semuanya barang bekas pakai tetapi masih bagus dan tidak ada kerusakan. Aku sendiri yang memilihnya dan mempercayakan semuanya pada toko komputer langgananku yang sudah ku kenal semenjak kuliah.
"Eh ngagetin aja, kalau masuk tuh ya salam dulu gitu.." ia terkaget karena ucapanku yang tidak ia duga-duga.
"Mulus banget koq, di banding laptopku sendiri, ini jauh lebih cepat dan hasil disain aku juga jd lebih bagus".
"Syukurlah kalau gitu" timpalku dan pergi menuju ruang meeting tak jauh dari ruangan tempat rania bekerja. Disana sudah ada kursi-kursi yang tersusun rapi, dan juga meja panjang untuk nantinya menjadi tempat rapat atau menerima client perusahaan.
Masih jam 10 pagi dan rintik gerimis diluar sana masih tak reda. Aku ada janji hari ini bertemu dengan teman lama yang nantinya akan ikut serta menjadi bagian dari tim, mereka pun sudah mengenal rania dan Stefan jadi akan lebih mudah untuk bisa saling mempercayai. Hanya saja stefan tidak bisa bersama, karena sudah menjadi bagian penting di perusahaan tempatnya bekerja.
__ADS_1
Semasa kuliah, kami selalu kemana-mana berempat, aku, stefan, rania juga Jessy. Setelah aku bisa bertemu dengan rania, aku pun menanyakan tentang keberadaan Jessy, sayangnya Rania pun tidak mengetahuinya, beberapa teman kampus hanya mengatakan kalau ia ke luar negeri, tak tau sedang study di universitas atau bekerja di luar negri. Cepar atau lambat, aku pasti akan menemukannya.