
Ken mengelus lembut pipi Sashi, wanita itu tersenyum memandangnya. Lalu Ken mengenggam erat tangan ratu hatinya.
" Nanti setelah anak kita lahir, kita adakan resepsi yang lebih dari ini." Ken melemparkan senyuman pada Sashi, ternyata pria dingin ini jika tersenyum manis juga. Gawat jika sering-sering bisa diabet.
" benarkah???" tanya Sashi dengan mata berbinar.
" tentu, setelah kesehatan mu fit pasca melahirkan.
setelah itu kita honeymoon kemana pun kau mau." ucap Ken kembali tersenyum.
" tapi Dad kalau kita honeymoon, harus bawa anak-anak"
" astaga sayang itu bukan honeymoon namanya, jika bawa Abian dan adiknya itu namanya piknik. Bagaimana bisa kita mencetak kesebelasan kalau mereka dibawa?? " Haduh Ken jadi tak mood, harusnya membahas tentang mesra-mesraan, eh malah Sashi ingin membawa anak. Dasar Sashi tidak peka, Ken kan ingin membuat tim sepak bola yang anggotanya tercipta dari benih-benih ajaib miliknya.
" Ya sudah, kalau begitu dirumah saja. Aku tidak mau meninggalkan anak-anak, kita bersenang-senang tapi gak bawa mereka."
Jiwa keibuan Sashi makin memuncak, melihat Abian telat pulang sekolah saja rasanya dia gelisah tak karuan. Apalagi Ken berencana tidak membawa anak saat honeymoon nanti, enak saja dia. Emangnya dia siapa??? Uppsss....
.....
Matahari telah berganti tugas dengan bulan, Abian si bocah jenius ini sangat bersemangat saat membantu Daddy nya untuk memasukkan barang belanja bulanan ke dalam bagasi mobil.
Ia juga ingin menunjukkan betapa kuatnya ia sampai-sampai mengangkat 6 kantongan sekaligus. Benar-benar kuat!!
__ADS_1
" Abian jangan terlalu banyak ngangkatnya, biar Daddy aja." ucap bumil yang khawatir, padahal tak perlu sampai segitunya. Tujuan Abian sebenarnya hanya 1 yaitu pamer pada mommynya kalau dia adalah lelaki kuat seperti daddy.
" gpp mom, Abian bisa kok. Abian kan cowok kuat. " meletakkan kantongan lalu menunjukkan ototnya yang belum seberapa. Kan pamer lagi..
Ken hanya geleng-geleng kepala saja, Abian itu laki-laki jadi tidak ada istilah manja.
Sebenarnya Keluarga kecil Kenfredy tidak perlu repot-repot dalam urusan belanja bulanan, Si konglomerat ini tinggal perintah saja semua barang yang di inginkan pasti datang. Ya begitulah perintah orang tajir akan selalu didengar.
Tapi ini semua kemauan bumil, agar terlihat seperti emak-emak lainnya yang sering belanja bulanan diantar suami dan diporotin anak.
Bughh..
Ken menutup pintu bagasi, Sashi langsung masuk kedalam mobil dan duduk dibangku penumpang, sedangkan para lelakinya duduk dibagian depan.
" Lelah juga ternyata. " kata Sashi sembari mengelus-elus perutnya yang buncit.
" waahh Abian memang paling mengerti mommy."
Girang sekali hatinya ingin dipijit Abian. Sungguh anak yang tau diri, mana mungkin Abian membiarkan ibunya kelelahan. Apalagi ibunya berjalan sambil membawa beban tambahan dalam perutnya.
" tidak perlu, biar Daddy saja yang pijitin mommy. " Ken menyinggung senyum tipis. Kalau ini tidak tau diri, selesai dipijitin dibuat rilex pasti langsung diserang sampe beronde-ronde. Dasar Ken kalau sudah dekat istri otak langsung berkelana langsung cas langsung ON.
akhhh Sashi menggelengkan kepala. Sumpah saat ini dia berpikir jorok.
__ADS_1
" Dad, nanti Abian aja ya. oke sayang??? " ucap Sashi
"oke mommy" jawab Abian.
Pupus rencana Ken, karena selama hamil ini Sashi jarang sekali mau diajak olahraga malam. alasannya hanya satu. Takut!!
Ken menghela nafas saja, baiklah Abian pemenangnya.
Mobil yang dikendarai Ken melaju dengan kecepatan sedang, hingga sampailah mereka dimansion Mahanta.
Sesampainya di rumah, para pelayan langsung membantu menurunkan barang-barang dan menyusun ditempat yang semestinya.
Untuk menepati janjinya, Abian langsung saja menarik tangan Sashi dan membawanya ke sofa terdekat.
"Momy kelihatan lelah sekali. " sambil memijit tangan Sashi.
Sashi tertawa kecil.
" iya sayang kamu tau aja mommy cape, ini juga dari tadi adik kamu gerak gerak terus. gk bisa diem. " jelas Sashi pada Abian.
" waktu Abian diperut Mommy apa Abian seperti itu? "
Deg
__ADS_1
Sashi terdiam...
TBC