
Dan akhirnya segala fitnah yang pernah kulakukan pada pria yang paling kucintai semuanya berbalik padaku, dan saat ini aku telah merasakan bagaimana rasa sakitnya difitnah. Bukankah setiap perbuatan secara perlahan pasti akan terbalas? Alam semesta bahkan menjadi saksi setiap perbuatan manusia.
Cintaku ... aku tak sanggup menggapaimu dengan cara yang baik. Cintaku... maafkan aku. "
- Anneke Sashiana -
....
Rumah Sakit
salah satu Tim khusus yang ikut dengan Ken langsung membuka pintu mobil, sedangkan personil yang lain diperintah Ken untuk mengurus dan mencari dalang dari pengeroyokan Sashi.
Ken keluar dari mobil dengan menggendong Sashi yang sudah tidak sadarkan diri. Ia cepat cepat berlari dan langsung berteriak pada staff rumah sakit agar Sashi langsung mendapat pertolongan pertama.
Ken langsung membaringkan Sashi ada brankar, para suster dan Ken ikut mendorong brankar tersebut menuju ruang ICU.
" Maaf tuan anda tidak boleh masuk. " seorang suster menghentikan langkah Ken yang ingin masuk keruangan itu.
" Aakhhh... !!! " keringat bercucuran diwajahnya. Ken mengusap kasar wajahnya. Baju yang ia kenakan pun sudah berlumuran darah.
" Tuan tenang. "
" bagaimana aku bisa tenang?! " bentak Ken dengan penuh amarah
" jika anda emosi disini tidak ada gunanya tuan. Lebih baik tuan duduk, aku dan personil yang lain pasti akan mengusut kasus ini dengan cepat. " ucap seorang timnya yang berusaha menenangkan Ken, ia tahu kalau tuannya saat ini dalam keadaan murka.
__ADS_1
Ken duduk dikursi, nafasnya berat menahan emosi yang sudah diubun ubun.
" Akan kubalas orang-orang yang telah menyakiti istriku, kupastikan hidup mereka akan menderita. " kalimat yang penuh dengan penekanan, tatapan yang tajam seolah dia tidak bermain dengan ucapannya.
" Jerry, Temukan dengan segera dalang dibalik semua ini, aku akan menyiksanya dengan tanganku sendiri."
pandangannya tetap lurus kearah ruangan dimana Sashi dirawat.
" Baik tuan. "
.
.
Sudah berjam-jam menunggu rasa gelisah sangat menghantuinya, berkali kali Ken mondar mandir mengusap kasar wajahnya. Hingga akhirnya Dokter yang menangani Sashi keluar , Ken langsung menghampirinya
" luka tusukan dibagian perut membuatnya kehabisan banyak darah. Dan kini kondisi istri anda masih sangat lemah. Saya sebagai dokter pasti akan melakukan yang terbaik untuk kesembuhan nyonya Sashi. "
" Kira kira kapan ia akan sadar? " Tanya Ken dengan tegas.
" Saya belum bisa memastikan tuan. "
Mendengar ucapan sang dokter membuat emosi Ken semakin naik. "kau seorang dokter dan tidak bisa memprediksi !?"
" Maaf tuan saya bukan tuhan, saya hanya seorang dokter yang hanya membantu untuk kesembuhan nyonya Sashi."
__ADS_1
Ken seperti gelap mata, dia hanya ingin kesembuhan istrinya dijawab dengan jawaban yang pasti, Ken mengusap wajahnya dengan kasar mencoba menetralkan nafasnya agar tidak terbawa emosi.
" Apa aku sudah bisa masuk kedalam?" tanya lagi dengan nada yang sedikit rendah.
" Maaf tuan untuk saat ini anda hanya bisa melihat dari luar saja, karna nyonya Sashi harus istirahat total. "
Ken memijit mijit pelipisnya " baiklah."
" Saya permisi tuan. " Dokter itu pamit undur diri dari hadapan Ken.
Ken melangkah maju melihat Sashi dari Kaca pintu, wajahnya yang datar berubah menjadi sendu kala melihat wanitanya terbaring lemah tak berdaya dengan selang oxygen yang menutupi hidungnya, wajahnya sangat pucat dan penuh dengan luka.
" dia wanita yang sangat kuat , mandiri dan tak pernah mengeluh. tapi lihatlah, dia terbaring lemah., dan hatiku terasa ditusuk seribu pedang melihatnya. "
Ken bergumam pada hatinya sendiri.
Jerry datang menghampiri Ken dengan membawa makanan ditangannya langsung memberikan pada tuannya. " makan dulu tuan, sedari tadi anda tidak makan apapun. "
Sedikitpun Ken tidak mengindahkan ucapan Jerry. Ken masih tetap memandangi Sashi dari luar pintu yang terdapat kaca kecil ditengahnya.
" Jika anda juga sakit lalu siapa yang akan menjaga nyonya?? "
seketika Ken mengalihkan pandangannya pada Jerry.
....
__ADS_1
Happy Eid mubarak😊
Mohon maaf lahir dan Bathin