
Terdengar bunyi klakson mobil dari luar, sashi membuka pintu rumahnya dan supir mempersilahkan sashi untuk masuk ke dalam.
sashi duduk dibangku belakang, menatap kagum kemewahan didalam mobil, sedangkan sang supir hanya tersenyum melihat tingkah sashi.
" baru kali ini gue naik mobil mewah, ya ampun mobilnya aja nyaman banget. "
" kita akan segera berangkat nyonya. " ucap supir
sashi : " aahh... panggil aku sashi saja pak. "
supir kembali tersenyum
" gk sopan nyonya, gimana pun anda adalah istri tuan ken. mmm nyonya boleh aku bertanya sesuatu?"
sashi : " boleh, asal bpk memanggilku dengan namaku saja. aku sangat risih mendengarnya, dan aku merasa tidak pantas. "
supir : "nyonya bisa aja, mmm apa nyonya tidak mau balik ke mansion lagi?? saya dan ART yang lain sudah rindu dengan masakan nyonya. "
sashi : " owh jadi kalian hanya merindukan masakanku??? keterlaluan!! " sashi sedikit memanyunkan bibirnya dan memasang wajah super jutek.
.
.
__ADS_1
Sashi sudah berada didepan pintu apartmen sambil menenteng paperbag isi pakaian dan satu plastik berisi jus mangga yg dibelinya di minimarket saat diperjalanan menuju apartmen, lagi lagi sashi dibuat galau antara masuk atau tidak.
sashi mundur satu langkah kebelakang, memutar balik tubuhnya rasanya ia enggan sekali untuk masuk, belum lagi kata-kata yang akan dikeluarkan ken mampu membuat perih hatinya.
Dengan menundukkan kepala dan juga langkah yang gontai ia berjalan menuju lift untuk kembali turun.
ting...
pintu lift terbuka, perlahan ia tegakkan kepalanya seketika tubuhnya menegang ia merasa kaget melihat pria yg ada dihadapannya, pria itu keluar dari lift dan langsung menarik tangan sashi menuju unit apartmentnya.
" tu tuan kenapa memanggilku kesini? " masih dengan menundukkan kepalanya
" lihat ini masih utuh. " ken menunjukkan makanan yang harusnya jadi sarapan pagi sashi.
ken : " kau pura-pura bodoh atau hanya mencari perhatian."
" aku sungguh tidak mengerti tuan. " sashi masih merasa bingung, apa hubungannya dia dengan makanan yg ditunjuk oleh ken.
" diluar sana terlalu banyak orang yang kelaparan sementara kau dengan seenaknya membuang makanan yg aku sediakan untuk sarapanmu, dan liat makanan ini sudah basi! "
sashi gelabakan, dia sama sekali tidak melihat ada sarapan untuknya karna terlalu terburu-buru untuk bekerja
" maafkan aku tuan, tadi aku buru-buru untuk kerja. aku juga tidak menyangka kalau tuan menyediakan sarapan untukku." ucapnya dengan nada memelas
__ADS_1
ken : " kau kira aku pria gila yang tidak mau memberimu makan? " pria itu punya sejuta jawaban yg mampu membuat sashi kaku, " Sashi, kau sangat tau kalau aku membencimu. bahkan kesalahan kecil yang kau buat bisa menambah persenan benci semakin bertambah untukmu, aku adalah orang yg akan berterus terang dalam hal apapun bila aku tidak suka pasti akan aku katakan." ucapannya penuh dengan penekanan.
sashi : " maafkan aku tuan aku bukannya sengaja untuk meninggalkan makanan itu... " suaranya melemah, hatinya kembali tertusuk dengan ucapan ken yang semakin tajam.
ken tidak mengindahkan ucapan sashi, dia hanya menatap tajam wanita itu, sashi hanya bisa tertunduk menutupi kesedihannya. lalu ken melangkah ingin meninggalkan sashi menuju kamarnya
" tuan " sashi memberanikan diri untuk memanggil ken yang sudah sedikit menjauh darinya. langkah ken terhenti namun tetap membelakangi sashi
sashi : " bisakah aku menumpang tidur disini lagi? tadi saat pulang bekerja aku merasa ada seseorang yang mengikutiku dari belakang, aku ta takut tuan. hanya untuk malam ini saja tuan "
ken : " ada yang mengikutimu? lantas apa urusannya denganku, dan aku tidak peduli dengan rasa takutmu itu, aku juga tidak perduli dengan apapun yg akan terjadi padamu. "
sashi tersenyum getir mendengarnya, matanya berembun namun ia berusaha menahan agar air matanya tidak tumpah, sashi melangkah maju untuk sedikit mendekati ken namun tetap ada jarak diantara keduanya, merogoh kantung plastik mengeluarkan botol minum berisi jus mangga .
"tuan tadi aku singgah ke minimarket dan membeli jus mangga untukmu, minumlah. " begitulah sashi yang kemana pun pasti ingat membeli sesuatu untuk ken walaupun hanya sesuatu yg sederhana namun ia tetap membawa buah tangan untuk suaminya. tangannya menyodorkan botol itu pada ken yang masih membelakanginya, berharap suaminya akan berbalik mau mengambil jus itu dan meminumnya.
Namun harapan tak sesuai dengan kenyataan, jangankan untuk mengambil bahkan melirik saja tidak. Ken kembali melangkahkan kakinya memasukkan tangannya pada saku celana sambil menekan tombol remot yang ada didalam saku celananya. lalu ia membuka pintu kamarnya dan masuk kedalam meninggalkan sashi yang diam mematung.
.
.
ššš
__ADS_1
Disarankan untuk meninggalkan jejak š