JEBAKAN CINTA SASHI

JEBAKAN CINTA SASHI
bab 83


__ADS_3

Abian sudah semangat 45 ia kembali berlari mendekati hujan dengan hati gembira


" daddy ayo kemari... " Abian sedikit berteriak


Ken tersenyum ia ingin menyusul Abian, lalu langkahnya terhenti dan membisikkan sesuatu ke telinga Sashi


" kau langsung mandi, ganti bajumu. Lalu buatkan aku dan Abian teh hangat. siapkan juga handuk untuk kami berdua. " Ken terseyum menyeringai, lalu ia berlari menyusul Abian berhujan-hujanan.


Sashi langsung bergidik, kenapa Ken harus berbisik.


Sashi berbalik, melihat kedua lelaki yang sedang berbahagia dibawah guyuran air hujan membuat hatinya menghangat. ia ingin kembali bergabung tapi tuannya sudah memberi perintah.


Sashi langsung melakukan apa yang Ken suruh padanya.


Selang beberapa menit, Sashi kembali dengan membawa nampan berisi teh hangat dan juga roti bakar, ia meletakkannya dimeja sambil mendudukkan dirinya dibangku teras belakang.


Pemandangan didepannya membuat bibirnya tersenyum, tanpa sadar tangannya kembali mengelus perutnya.


Tak lama kemudian, Ken dan Abian selesai dengan acara bermainnya. Sashi dengan sigap langsung mengeringkan wajah dan rambut Abian, sashi membuka baju Abian dan memasangkan handuk kimono pada tubuh anaknya.


Selesai dengan anaknya, malah bapaknya juga tidak mau kalah, Ken mendekatkan dirinya pada sashi dan sedikit menundukkan tubuhnya.


" Keringkan rambutku " titahnya


Tangan Sashi perlahan mengeringkan rambut Ken, lalu tangannya turun dan mengelap wajah Ken dengan lembut. Posisi mereka sangat dekat dan saling berhadapan dan itu mampu membuat Sashi grogi bukan main. Tak sengaja mata mereka saling bertemu keduanya saling mengunci tatapan masing masing, tangan Sashi terhenti pada pipi Ken.


" Mommy rotinya sangat enak. " Abian berhasil membuat Sashi tersentak dan menghentikan kegiatannya.

__ADS_1


" i iya sayang, harus dihabisin ya. " jawab Sashi sambil meremas remas jarinya.


Ken membuka bajunya yang basah, hingga terlihatlah otot-ototnya yang kekar dan perutnya yang seperti roti sobek. Sashi memalingkan wajahnya kearah lain, ntahlah padahal wanita itu juga sudah melihat lebih dari sekedar perut.


Ken merentangkan tangannya, meminta Sashi memakaikan handuk kimono untuknya. Dengan pandangan yang dialihkan ntah kemana, Sashi memakaikan handuk kimono pada tubuh Ken, dengan cepat ia ikatkan tali yang ada dibagian pinggang.


Hufftttt... selesai " batinnya, jantungnya sudah dag dig dug deeerr


Ken duduk disebelah Abian ia menenggak teh yang telah disediakan Sashi untuknya. Wanita itu juga ikut duduk berhadapan dengan Ken dan Abian lalu tangannya mengambil sepotong roti bakar dan menggigitnya. Mulut menguyah tapi ntah kenapa perut tak mau menerima, dia hanya bermusuhan dengan sayur kenapa roti bisa ikut-ikutan?


.


.


Malam pun tiba, Disebuah kamar yang mewah dengan banyak koleksi mainan didalamnya. Sashi berbaring sambil mengelus elus rambut anaknya, Abian sudah terlayang dalam tidurnya, Sashi mengecup kening putranya rasa sayangnya sangat besar pada anak laki-laki ini yang ntah datang dari mana tiba-tiba memanggilnya mommy.


( Ken )


Dikamar lain sudah ada yang sangat gelisah, dilirik jam dinding sudah menunjukkan pukul 1 dini hari tapi wanita itu tak kunjung masuk kedalam kamarnya.


" kenapa dia tidak masuk juga. " lirihnya pelan. matanya terus tertuju pada pintu, berharap ada yang membuka dan itu adalah wanitanya.


Sudah 15 menit matanya melihat kearah pintu namun tidak ada tanda-tanda Sashi akan masuk kedalamnya. Akhirnya ken berdiri dari duduknya dan keluar dari kamar.


.


.

__ADS_1


.


" *dia itu kekasihku... "


" kau wanita jahat Sashi, kau merebutnya dariku "


" kau jahat !!! kau menghancurkan hidupku, kau rampas cintaku dan harapanku!!!


" kau wanita jahat... kau jahat Sashi*... "


Sashi menarik nafasnya, matanya terbuka saat sebuah tangan kekar menepuk nepuk pelan pipinya.


Dadanya sesak mimpi itu sangat menakutkan, keringat jagung keluar dari pori-pori kulitnya. Tubuhnya bergetar dia merasa takut yang teramat dalam.


" Sashi ada apa? " Ken cemas melihat Sashi, lalu ia peluk tubuh yang masih bergetar itu.


mulut Sashi terasa terkunci, lidahnya kaku. Dia tak menolak pelukan itu.


" tenanglah, ada aku. " Ken mengelus lembut punggungnya, sedikit demi sedikit ia merasa lebih rilex dari sebelumnya. Tanpa disadari wanita itu melingkarkan tangannya pada tubuh Ken, menenggelamkan wajahnya pada dada bidang itu. hingga akhirnya tangisan itu pecah karna Sashi sudah tak sanggup untuk menahannya.


.


.


multivitamin !!!šŸ˜‚šŸ˜‚


othor emang suka maksa!

__ADS_1


__ADS_2