JEBAKAN CINTA SASHI

JEBAKAN CINTA SASHI
Bab 80


__ADS_3

Sashi terdiam, kepala Sashi berputar mendengar ocehan Abian. " Singapura?? dan aku juga baru tau kalau tuan Ken punya anak... " Sashi bermonolog dalam hatinya.


" Mommy"


Sashi tersentak dari lamunannya. " kita makan dulu ya, pasti Abian sudah lapar. " Sashi mencoba untuk mengalihkan pertanyaan Abian, Lalu Abian mengangguk mengiyakan ucapan Sashi.


Mereka berempat sudah berada dimeja makan, Sashi menghidangkan sup dimasing-masing mangkuk.


" terima kasih mommy. " senyum Abian melebar


" sama-sama Abian, makannya hati-hati ya sup nya masih panas. atau mau mommy suap? "tanya Sashi


" tentu mommy. "


Sashi mendudukkan dirinya disebelah Abian, ia mengambil sup membiarkannya sedikit hangat lalu menyuapkannya pada Abian. Mulut kecil itu menguyah dengan lahapnya.


" apa benar mommy seorang dokter? " mulut bijaknya kembali bertanya.


uhukkk... uhukkk... Adam tersedak, ia juga diserang dengan tatapan maut Ken.


Sashi terdiam, tangannya terhenti mengaduk sup di mangkuk Abian. Sashi ingin menjawabnya namun langsung disanggah oleh Ken.


" Abian lebih baik habiskan makananmu, setelah itu istirahat. " Ucap Ken agar bocah pintar itu tidak terlalu menyerang Sashi dengan begitu banyak pertanyaan.


" baik daddy. "


.

__ADS_1


.


.


Abian sudah berada dikamar ia tertidur dalam pelukan Sashi. Wanita itu mengelus elus lembut punggung Abian hingga bocah itu terlelap dalam tidurnya.


Bukan Sashi tak menerima Abian, bahkan ia telah luluh saat pertama kali Abian menyebutnya Mommy., hanya saja wanita itu membutuhkan penjelasan.


" singapura "


" seorang dokter "


Nama Felicia langsung tertancap difikirannya.


seketika Sashi langsung mengingat kalimat yang pernah terlontar dari mulut Ken.


Air mata Sashi langsung tumpah, ia mengelus elus dadanya. ia tutup mulutnya agar isak tangis tak terdengar oleh bocah kecil yang tengah terlelap.


" Abian adalah buah cinta antara Ken dan Felicia" lirihnya pelan. Bagaimana bisa dia menjadi sebodoh ini, Sashi meresa menjadi orang paling jahat didunia. Masuk ditengah-tengah antara dua insan yang saling mencintai.


Tapi ada hal lain yang membuatnya makin pusing.


kenapa Abian tak mengenal sosok Felicia? hingga ia percaya bahwa Sashi adalah Mommynya.


Ntahlah walaupun ia merasakan sakit didalam hatinya, tapi saat ini ia telah jatuh hati pada Abian.


.

__ADS_1


.


" mmcckk... ya sorry bro waktu itu beda. Dulu kan loe emang mau nikah ama si Felicia, dan ternyata takdir berkata lain. Mana gue lupa lagi ngerevisi omongan gue ama Abian, gue aja udah lupa kalo pernah bilang mommy nya seorang dokter. ehh.. tu bocah masih ingat sampe sekarang. " Adam menjelaskan apa yang pernah ia ucapkan pada Abian.


Ken berdecih. " Pasti Sashi berfikir yang tidak-tidak. " dia memijit mijit pangkal hidungnya.


Adam tersenyum sinis " Ken loe sebenarnya dah cinta atau belom sih ama bini loe, penasaran gue. Sampe loe takut begini kalo Sashi berpikiran macem-macem. "


Ken berdiri dari duduknya menuju kamar. Adam langsung mengambil kunci mobil yang ada dimeja. " Ken gue pinjam mobil loe. " dengan sedikit berteriak


" hmm.. " singkat.


Ceklek..


terdengar suara pintu terbuka, Sashi yang posisinya memunggungi Ken langsung berpura-pura tidur. Saat ini ia hanya ingin menenangkan hatinya.


Ken membuka kemejanya lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket. Beberapa menit kemudian ia selesai dengan mandinya, Ia hanya menggunakan celana tidur panjang tanpa menggunakan bajunya.


Ada rasa hangat melihat Abian tidur dalam pelukan Sashi. Ken ikut naik ke ranjang berukuran king size itu berbaring disebelah Sashi, hingga kini posisi Sashi berada diantara Ken dan Abian.


Tangan kekarnya melingkar memeluk tubuh wanitanya dari belakang,


Sashi membuka matanya yang sendu saat merasakan sebuah pelukan dari Ken. Hingga akhirnya Sashi juga dapat merasakan nafas Ken yang mulai beraturan menandakan pria itu telah lelap dalam tidurnya


....


masih ingat gk ken pernah ngomong gitu ke sashi?? klo lupa yuk baca lagi ke bab 12 😁

__ADS_1


__ADS_2