
Mahanta Company
Setelah meletakkan ponselnya diatas meja Ken memijit mijit dahinya, pria itu bingung kenapa papinya pulang ke indonesia secara mendadak. tidak seperti biasanya fauzi akan menelpon anaknya dahulu sebelum balik ke indonesia.
tok.. tok...
" masuk " sambil membolak balik file berkas yang ada dihadapannya
" pak ini berkas yang harus bapak tanda tangani. "
" letakkan dimeja. "
Adam langsung maju untuk meletakkan berkas dimeja ken.
" nanti kamu ikut jemput sashi "
" apa bapak lupa dengan ucapan tadi? biar saya bantu untuk mengingatkannya. "
mata ken langsung memandang adam , dengan menyenderkan punggungnya pada kursi kerajaannya sambil menyilangkan tangan kekarnya didepan dada
" aku tidak mengalami amnesia, aku ingat apa yg aku katakan. tapi aku juga tidak mau dibantah. "
" baiklah bapak presdir, aku akan ikut. "
Adam mundur kebelakang, berlalu meninggalkan ken diruangannya dan membawa sejuta kekesalan dalam hatinya.
.
.
Jam kerja sashi sudah selesai, keringat keluar dari pori pori keningnya. ia membuka tasnya lalu mengambil tissue untuk mengelap wajahnya.
" mau aku antar pulang? "
" gk chef, makasih. kebetulan sashi mau belanja dulu, soalnya ada yg pesan kue buat arisan. gk banyak sih tapi lumayan lah. " sashi mengeluarkan senyum manisnya
" yaudah kalau gitu biar aku antar kamu beli bahan ya. " pujuk dani sedangkan sashi sedikit ragu menerima ajakannya.
__ADS_1
" ayolah sashi " tanpa aba aba Dani langsung menarik tangan sashi dengan lembut, berjalan bersamaan hingga keluar dari restauran menuju tempat parkiran motor.
( sesampainya di tempat parkiran )
Dani sudah naik keatas motor sportnya
" ayo naik. "
" lumayan juga hemat ongkos" hanya itu yang difikirkan sashi, perlahan ia naik keatas motor tanpa mau memegang Dani.
" hey pegangan nanti kamu jatuh. "
" e. eh.. " sashi gugup, tapi dani langsung mengambil tangan sashi seraya memberi petunjuk.
" aku tidak menyuruhmu untuk memelukku, hanya memegang jaketku. " Dani tau kalau sashi enggan untuk memegang pinggangnya.
" baiklah chef. "
Dani menarik gas ditangannya, langsung keluar dari basement parkiran. Bertepatan dengan itu mobil ken juga sampai dan berselisih dengan motor Dani.
Ken dapat melihat dengan jelas kalau istrinya sedang dibonceng oleh seorang pria. Ada rasa tidak suka melihatnya, jiwanya bergejolak didalam dada.
" hmm kalah cepat, loe tenang ken gue ikutin tu motor. tapi tolong kondisi dulu ekspresi muka loe itu, kayak dedemit tau gk sih loe. " Adam tau apa yang sedang dirasakan oleh sahabatnya itu Jawabannya adalah C E M B U R U
" dasar loe brengsek!!! " ken menatap adam dengan sangat kesal, tidak bisa dipungkiri ken benar-benar tidak suka dengan pemandangan yang baru saja dia lihat.
.
.
Setelah selesai dengan urusan berbelanja bahan-bahan kue sashi langsung berniat untuk pulang kerumahnya, tentu saja dengan tebengan Motor Dani. Mereka berdua berjalan menuju parkiran tapi langkah keduanya dihalang oleh pria yang sedang menahan emosinya. Sashi terbelalak melihatnya.
" ikut aku!! " nada itu penuh dengan penekanan, dengan wajah dingin sedingin es dikutub utara.
" tu tuan. " sashi terbata
Dani : " sashi akan ikut denganku, aku yang membawanya maka aku akan mengantarnya pulang. " mata Ken dan Dani saling menunjukkan rasa benci, kedua pria dewasa itu masih dengan egonya masing-masing.
__ADS_1
Sashi takut akan terjadi hal yang tidak diinginkan, lalu wanita itu melihat sosok adam yang hanya memantau dari belakang. sashi mengkode adam untuk segera membantunya, namun adam hanya mengangkat bahunya menandakan dia tak mau ikut campur. Sashi berdecak kesal pada Adam lalu kembali melihat kedua pria yang ada dihadapannya.
" aku tidak punya urusan denganmu. " senyum ken menyeringai. lalu ken menarik tangan sashi untuk ikut dengannya.
tak mau kalah Dani juga memegang tangan Sashi agar wanita itu tidak ikut dengan ken.
Ken : " lepaskan dia ! " volume ken semakin meninggi
Dani : " ciihh.. kau siapanya sashi? kau tiba-tiba datang dan dengan seenaknya menarik sashi untuk ikut denganmu."
sedangkan sashi merasa sangat pusing melihat kelakuan kedua pria yang sama-sama sedang menarik tangannya.
ken berdecih, ingin sekali ia memberi pukulan tepat pada wajah Dani, tapi ken harus tetap mengontrolnya .
" aku...? aku siapanya? " tatapan ken turun kearah sashi. " cepat katakan pada pria ini aku siapamu. "
kalimat yang penuh dengan penekanan.
sashi membulatkan matanya, mana mungkin ia mengatakan pada Dani bahwa Ken adalah suaminya,
karna sashi sangat menjaga privasi Ken, apalagi pernikahan mereka yang cenderung ditutupi.
" owh kau tidak mau mengatakannya, baiklah biar aku saja yang memberi tau padanya. " ucapannya sedikit terjeda " aku adalah su... "
" majikan " selah sashi dengan sangat cepatnya. " chef pria ini adalah majikanku, chef tau kan aku gila kerja, selain kerja direstauran aku juga kerja dimansionnya. jadi chef tolong lepaskan tanganku, aku akan ikut dengannya. "
dengan terpaksa Dani melepaskan tangan sashi secara perlahan. " kau yakin?? " tanya Dani
sashi maju satu langkah mendekati Dani sambil membisikkan sesuatu padanya .
....
.
.
ššš
__ADS_1
vote like n comment positifffffffffffffff š