
Adam keluar dari kantor karna ada hal yang akan dikerjakannya. Saat ingin masuk ke dalam mobil dia melihat ada 2 orang wanita yg sedang saling adu pandang, adam kembali menutup pintu mobil yg sempat ia buka. Dan memutuskan untuk mendengarkan pembicaraan mereka secara sembunyi sembunyi.
.
.
.
senyuman sinis keluar dari sudut bibir sashi,
" seberapa besar cintamu utknya, dan berapa lama kau menjalin kasih dengannya jika tuhan mentakdirkan aku sebagai pasangan hidupnya lantas kau bisa apa???
Kau sama sekali gk bisa berbuat apa2 ....,
Dan kau bilang aku akan berakhir tragis??? Hahaha....ternyata wanita modern sepertimu juga tertarik dengan ilmu perdukunan. Biar ku beri kau ilmu yg lebih bermanfaat, jalan hidupku bukan kau yg menentukan. Lihatlah kau jauh lebih menyedihkan. !! "
kata kata mutiara langsung keluar dari mulut sashi dan mampu membuat wanita itu mundur selangkah
" hey... Kenapa kamu mundur?? Aku mau pamer sama kamu, lihat ini " sashi mengacungkan jari tengah pas dihadapan felis
" kka kauu benar.. benaarrr .. "
menunjuk wajah sashi dengan tangan yg gemetar sambil menahan amarahnya...
Dengan penuh amarah felis masuk ke dalam kantor ken dan ia sengaja menabrakkan bahunya pada sashi, dan dengan entengnya sashi mengusap2 bahunya utk menghilangkan jejak bahu felis pada tubuhnya.
Adam yg melihat aksi sashi mengacungkan jari tengah ke arah felis sontak merasa lucu dengan tingkahnya dan tertawa terbahak bahak
" wkwkwk gokil juga bini si Ken šš"
.
.
.
Felis sudah masuk kedalam ruangan ken
" sayang kamu sudah sampai kenapa tdk kasih kabar? Biar aku bisa jemput kamu. " ken langsung menghampiri felis
Kekasih ken sudah berada di indonesia,
Bolak balik indo - singapur adalah hal yg biasa utk ken dan felis.
felis menampilkan wajah kesal, ken yang tau kekasihnya sedang badmood langsung membelai rambut panjangnya
__ADS_1
ken : " duduklah, ceritakan ada apa? "
felis : " wanita itu !!! "
ken : " siapa? "
felis : " istrimu, tdi aku bertemu dengannya dilobi. dia buat aku sangat murka . "
felis sudah tau siapa sashi karna ken yg telah memberi tau semuanya. ken berfikir kenapa sashi datang ke kantornya, lalu lamunan itu langsung buyar saat felis melanjutkan ucapannya
" sayang kapan kamu akan pisah dengannya? ini sudah 4 bulan pernikahanmu, aku selalu gelisah setiap malam memikirkanmu, aku takut kau tergoda olehnya. " ucap felis yang benar benar khawatir akan hal itu
ken membelai rambut felis kembali
" semua butuh proses tidak mudah untuk langsung menceraikannya, kau taukan gimana papi mengancamku., dan tenanglah aku tdk akan tergoda dgn dy buktinya sampai sekarang aku blm pernah menyentuhnya. bahkan aku tidak tertarik dengannya. "
felis sedikit merasa lega, ia langsung memeluk ken menyandarkan kepalanya ke dada bidang ken
" sayang aku selalu berhayal kita menikah lalu bahagia hingga akhir hayat, memiliki anak yang cantik dan tampan, aku sangat berharap semua itu bisa terjadi. sekali lagi maafkan aku yg pernah menolak lamaranmu wktu itu, aku terlalu egois lebih memilih karir dari pada kau. dan sekarang aku sadar betapa pentingnya kamu dalam hidupku. " felis mengungkap penyesalan ketika dia pernah menolak lamaran ken, itu krna karirnya yg masih berada diatas ia benar benar ingin fokus pada karirnya saat itu.
ken yg mendengar penyesalan dari felis langsung tersenyum dan mengecup keningnya
" kau tidak menolak, hanya saja meminta sedikit waktu. orangtuamu memberikan pendidikan yg tinggi agar kau bisa sukses, lalu bagaimana aku bisa menghalanginya?? aku mendukungmu untuk setiap impian yg ingin kau capai, dan sekarang aku sangat bangga denganmu, kau telah menjadi dokter ternama. "
" aku tidak mau kehilangan ken, aku akan mencari cara untuk menyingkirkan wanita ja**** itu. " felis menggerutu didalam hatinya
Sashi
ia berjalan tak tentu arah, sebenarnya ada rasa bersalah didalam benaknya berada ditengah dua insan yang saling menyayangi.
" Maafkan aku, tapi aku juga sangat mencintainya ." lirihnya dengan sangat pelan
sashi melihat ke kiri dan ke kanan, matanya langsung tertuju pada sebuah toko yang menjual pakaian kantoran, tanpa ragu ia langkahkan kakinya masuk kedalam toko, sashi masih melihat2 dasi yang berada pada steling kaca
sashi : " mbak bisa saya liat yg ini" jarinya menunjuk pada dasi berwarna biru, sebenarnya hanya asal memilih karna tidak tau selera ken seperti apa.
tak lama sashi keluar dengan membawa paperbag ditangannya, menuju halte menunggu bis yang bisa mengantarkannya ke mansion ken. sambil menunggu dy memandangi paperbag yg dibawanya
" semoga dy mau memakainya. " hanya itu harapan sashi saat ini
######
Malam pun tiba,
Sashi punya firasat kalau ken akan pulang ke mansion hari ini, dengan percaya diri dia memasak masakan eropa yang ia pelajari dari internet.
__ADS_1
selesai dengan alat perang didapur sashi langsung menyusunnya di meja makan, hidangan yg ia sajikan sungguh kelihatan mewah.
Benar saja sekilas terdengar suara ken yg sedang tertawa, tapi tidak sendiri melainkan bersama wanita. Sashi yang mendengar suara itu langsung berjalan tergesa untuk menyambut pria yg ia rindukan.
Prank.....
suara guci besar nan mahal pecah berantakan, dua insan yang tengah berciuman itu menghentikan kegiatannya.
mata sashi memerah tak dapat menahan air matanya, dengan emosi ia berjalan mendekati felis mendaratkan tamparan keras pada pipi mulusnya.
ken yang melihat itu terpancing emosi, dan menangkap tangan sashi dengan kasar
" apa yang kau lakukan"!!! bentak ken pd sashi
sashi tak gentar, ia tarik tangannya yg dipegang oleh ken dan ingin melayangkan lagi tamparan utk felis, sayangnya ia kalah cepat dengan ken
( author : yaaah jadi namparnya cuma sekali doank gk asik ššš)
felis menangis memegangi pipinya yg terasa panas krna tamparan sashi.
ken : "sayang aku akan menyuruh supir mengantarmu, aku akan urus wanita ini. "
felis menganggukkan kepalanya, ken memanggil supir dengan nada yg sangat kuat.
" antar felis ke apartment ! " perintah ken untuk supir yg sudah merinding melihatnya
" ba.. baik tuan. "
sedangkan ken langsung menarik sashi dengan sangat kasar, langkah ken yg panjang sungguh sangat sulit utk diikuti. sashi seperti terseret seret dengan tarikan ken, kakinya mengenai pecahan2 guci, sashi merasakan sakit dikakinya. sekuat tenaga ia berusaha melepaskan cengkraman ken pada tanganya namun sia sia
Ken menghempaskan sashi ke sofa , semua pelayan tidak ada yg berani ikut campur. mereka semua takut dengan ken. ia melepas jasnya dengan kasar dan membuangnya kesembarang arah
sashi sangat takut, tapi dia harus tetap menenangkan dirinya sampai akhirnya dia angkat bicara
sashi : " apa kau tidak senang aku menamparnya?"
smbil mengeluarkan senyum tipisnya.
(author : wow.... sashi benar benar menantang
wkwkwkwk,... šš)
ššš
vote like n comment readers bagaikan multivitamin buat author, efek sampingnya membuat author kegirangan buat up tiap hari!!!
__ADS_1