
Sashi melongo saat kakinya melangkah ke dalam mansion keluarga Mahanta. Untuk interiornya mengusung tema 'Modern Art' yang mengambil gaya arsitektur klasik namun tetap sesuai dengan preferensi Ken. Semua bangunan, termasuk ukuran kamar, material, detail lantai hingga langit-langitnya dibuat serba mewah danΒ luxury.
fauzi tersenyum pada sashi, ia tau sekali bahwa sashi sangat terpesona dengan mansion yang akan ditempatinya
fauzi : " mansion ini dibangun sesuai keinginan ken. "
sashi : " be... benarkah, seleranya benar2 kelas atas pi "
fauzi : " tentu" tersenyum lagi pada sashi
Ken yg berada dibelakang mereka hanya memasang wajah datarnya, rasa benci kepada sashi menumpuk setinggi gunung di dalam hatinya, ingin rasanya ia menghancurkan wanita itu dengan sekejab mata.
fauzi : " Ken, bawa istrimu ke kamar" fauzi memberi perintah pada ken, tapi ken malah mendekatkan diri pada fauzi dan membisikkan sesuatu pada papinya
" papi memberiku kejutan, dan tunggu juga kejutan dariku. " ken mengeluarkan senyum iblisnya
fauzi juga tak kalah utk mengeluarkan senyum iblisnya sembari menepuk nepuk pundak putranya
" papi tunggu kejutan darimu "
hubungan antara ayah dan anak itu sebenarnya sama2 saling menyayangi satu sama lain, hanya saja sikap dingin mereka yang menutupi itu semua, Ken sangat mewarisi sifat papinya dulu saat maminya masih hidup wanita itulah yang mampu membujuk keduanya untuk mengakui bahwa mereka saling menyayangi.
Ken membalikkan tubuhnya meninggalkan fauzi dan berjalan menaiki tangga, sashi menundukkan kepalanya sedikit kepada mertuanya menandakan kalau dy akan mengikuti suaminya ke lantai atas.
saat sashi mulai berjalan sedikit jauh, fauzi langsung tersenyum tipis mengingat sesuatu yang ada d kepalanya.
Fauzi Mahanta, bukanlah pria bodoh yang mau menyalahkan putranya begitu saja. bahkan dy sangat sangat tau kalo putranya itu telah dijebak oleh Sashi.
Semua itu terjadi 3 tahun yang lalu.
__ADS_1
fauzi selalu memergoki sashi yang selalu mengikuti Ken disaat jam makan siang,tidak hanya sekali bahkan berkali kali, sashi sudah sangat hapal jam keluar ken untuk makan siang d restauran favoritnya.
jam makan siang adalah waktu yang istimewa bagi sashi karna disaat itulah ia bisa memandangi ken sepuasnya, awalnya fauzi curiga pada sashi akan berniat jahat pada ken. lalu fauzi memerintahkan orang kepercayaannya utk selalu mengawasi gerak gerik sashi apakah dia membahayakan atau tidak. bahkan fauzi juga memerintahkan untuk mencari informasi tentang sashi.
informasi tentang sashi dan lika liku kehidupannya bukan hal yg sulit untuk didapatkan toh sashi bukanlah orang hebat, maka sangat muda utk orang kepercayaan fauzi untuk mengantongi info tentang sashi.
fauzi sudah mengetahui semua, dy dapat bernafas dengan lega karna putra semata wayangnya tidak berada dalam bahaya.
disaat membuntuti Ken, sashi selalu mengambil foto ken dengan kamera ponselnya lalu tersenyum memandanginya tak lupa selalu berdoa utk kebaikan hidup Ken, dan itu juga tak lepas dari pengetahuan fauzi. sudah sangat lama wanita itu membuntutinya dan selama itulah sashi selalu mendoakannya.
itulah yg membuat fauzi kagum dengan Sashi, doa yang dipanjatkan utk anaknya tak pernah lepas. fauzi juga mengetahui sashi adalah wanita pekerja keras, melihat kegigihan sashi mengingatkan ia pada alm istrinya dulu saat masih muda Nina (ibu ken) sangat gigih utk bisa mendapatkan cinta fauzi bahkan nina lah yg pertama menyatakan cinta utknya, awalnya fauzi merasa sangat ilfill pada nina tapi lama kelamaan fauzi benar2 luluh dibuatny bahkan dia sangat mencintai nina.
hari berganti hari minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan yg dilakukan sashi itu itu saja selalu membuntuti ken .
( author : sashi tak kenal lelah gayss πππ)
###
sashi memutar gagang pintu dan masuk kedalam kamar yang benar2 mewah, matanya takjub dengan kamar yang ia lihat. sashi sedikit tertinggal oleh ken karna ia masih merasa takut pada ken, bagaimana pun pertemuan mereka diawali dengan cara yg tidak baik.
sashi mendengar suara gemercik air dikamar mandi menandakan sang pemilik kamar tengah membersihkan diri.
sashi : " kenapa saat ini aku sangat takut?? tidak... ini baru awal, aku pasti bisa melakukannya. ini adalah cara yg efektif utk bisa mendptkan tuan ken, dan terbukti aku telah menikah dengannya. " gumam sashi pada dirinya sendiri.
tapi tubuhnya tak dapat d bohongi, keringat jagung keluar dari pori pori keningnya padahal kamar itu memiliki pendingin ruangan disetiap penjuru, sashi menggigit jarinya yg terasa bergetar dan itu ia lakukan tanpa sadar, sashi masih bingung apa yg harus ia lakukan saat ini.
ken sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono berwarna hitam, sashi yang tak sengaja melihat pemandangan didepannya langsung takjub " hanya dengan kimono saja dy sangat tampan " ucapnya dalam hati
ken berjalan menuju walk in closet untuk memakai baju, tak lama kemudian ken langsung menghampiri sashi dengan tatapan membunuh.
__ADS_1
ken : " kau ingin bermain denganku? aku hanya ingin mengingatkan bahwa kau salah memilih lawan. ku pastikan kau game over pada permainanmu sendiri. "
sashi merinding dengan ucapan ken, ia berusaha untuk menetralkan dirinya dan mencoba mengalihkan pembicaraan
Sashi : " mma mmass... biar a aku obati dulu luka mu. "
sashi sebenarnya tidak tega melihat kondisi ken yg babak belur, wajahnya penuh dengan luka tapi aura ketampanannya tetap tidak tertutupi
mendengar ucapan sashi sontak membuat ken tertawa
ken : " apa kau bilang?? mas? ." tertawa lagi
" bahkan kau lebih hina dari seorang wanita jal*** kau tidak pantas memanggilku dgn sebutan itu, lidahmu sangat berbisa, lihatlah kau mampu menjebak dan memfitnahku. " ucapan yg penuh dengan penekanan, ken bertepuk tangan menandakan sashi yg menang saat ini
sashi mati kutu dia tak tau harus berbuat apa
Ken : " aku mampu melenyapkan orang tanpa ada rasa belas kasihan." senyum devil lagi lagi keluar dari bibirnya, tubuh sashi menegang dy sdh tau akan hal itu.
ken melangkahkan kakinya menuju tempat tidur berukuran king size. merebahkan tubuhnya dikasur empuk dan menutup matanya tapi mulutnya masih tetap mengeluarkan kata kata yang tajam
ken : " kau tidur dilantai, jgn pernah mencoba untuk tidur disofa apalagi dkasur ini, jika kau menggunakannya aku akan repot untuk membeli yang baru karna aku sangat jijik dengan apa yg telah kau pakai. "
bagai ditusuk oleh pedang hatinya sangat sakit mendengar ucapan yg keluar dari mulut ken, keberanian yg ia kumpulkan saat menjebakkan ken sudah hilang ntah kemana.
lantai kamar itu sangat dingin, dy tidak d beri selimut bantal maupun alas utk tidur. mau tidak mau di harus menahan rasa dingin diseluruh tubuhnya, dan dengan hati yang sakit perlahan sashi menutup matanya dy harus mengumpulkan banyak energi untuk hari hari yg akan d lewatinya bersama kenππ
πππ
author : sebenarnya sashi anak yg baik kok beneraan
__ADS_1
π©π , apalagi klo readerz kasih vote like n comment pasti author buat sashi jadi anak yg lebih baik lagi hehehe π