
Flashback
Sebuah mobil mewah sudah terparkir tidak jauh dari restaurant HighClass. Ken melirik jam yang ada d pergelangan tangannya, Sudah satu setengah jam pria itu menunggu istrinya agar keluar dari restaurant, tapi tidak ada tanda-tanda sama sekali. Ken mengambil ponselnya berniat untuk menanyakan keberadaan sashi, namun seperdetik ia urungkan niatnya karena sebuah gengsi.
Ken merencanakan jika sashi bertepatan keluar restaurant, ia akan berpura pura berpapasan dan akan mengajak sashi untuk pulang bersama. Tapi sayangnya yang ditunggu tak kunjung keluar.
Dengan sedikit kesal, Ken keluar dari mobilnya. Dengan gagahnya ia berjalan menuju pintu masuk.
" selamat datang tuan. " pelayanan membuka pintu untuknya, Ken tak ingin berlama-lama langsung menanyakan keberadaan sashi dengan alasan ada sedikit urusan yang belum terselesaikan.
###
Ken sudah kembali masuk kedalam mobilnya, setelah mendengar jawaban dari seorang pelayan yg mengatakan bahwa sashi sudah pulang sedari tadi lewat pintu belakang khusus karyawan.
ken langsung menelepon seseorang yang ada dimansion miliknya
š ken : " apa sashi ada dimansion? "
š pelayan mansion : " nyonya belum pulang tuan. "
Ken memutuskan sambungan teleponnya.
__ADS_1
Bukan hal yang sulit mencari jejak sashi, apalagi zaman sekarang sudah serba canggih. ken hanya butuh melacak GPS ponsel sashi. harusnya ini ia lakukan sedari tadi, namun karna terlalu fokus menunggu sashi keluar dari tempat kerjanya ia sampai lupa melacak GPS.
Awalnya rute perjalanan menunjukkan alamat kontrakan sashi, namun tak selang berapa lama rute perjalanan sudah berpindah tempat.
Ken mengerutkan keningnya, dan memutuskan mengikutinya.
Setelah mengikuti rute perjalanan Sashi lewat GPS, sampailah ia disebuah acara festival lampion. ditempat itu tampak ramai sekali pengunjung yang ingin melihat keindahan ribuan lampu berwarna warni.
Hingga tak sengaja matanya melihat Sashi dan seorang pria yg tak asing baginya.
Ken tidak suka melihat pemandangan itu, sebelum masuk ke area festival Ken membeli baju kaos berwarna hitam, tak lupa juga topi berwarna hitam dan juga masker. Dia membeli dari pedagang kaki lima yang berjejer diarea sana
" maaf mas... maaf ya.. " itulah yang diucapkan sashi, sementara ken menundukkan wajahnya agar tidak terlihat oleh sashi, dengan cepat ia langsung pergi meninggalkan sashi. Ken memilih mencari tempat aman untuk bisa memantau sashi dari kejauhan.
flashback off
###
Apartemen
Ken mengelus lembut rambut istrinya yang terlelap disebelahnya tanpa menggunakan sehelai benang pun, Ken menaikkan selimut hingga batas dada Sashi, kembali ia elus lembut punggung istrinya dan juga perutnya yang rata.
__ADS_1
Sashi benar-benar kelelahan menghadapi permainan suaminya yang tidak dipungkiri mampu membuatnya mabuk kepayang.
Ken mengeluarkan senyumnya, berkali-kali ia kecup bibir sashi dan juga mencium keningnya. Ada rasa bahagia didalam benak pria itu, mengetahui ia adalah orang pertama untuk sashi. istrinya benar-benar menjaga kesucian.
( Pov Kenfredy )
Aku melihatnya bersenda gurau bersama pria lain, tertawa bercanda berlari kesana kemari, mencicipi setiap makanan yg terjual disetiap stan dan Berfoto-foto ria . Aku dapat melihat kebahagiaan diraut wajahnya. Aku kembali mengikutinya dan melihatnya sedang melepaskan lampion bersama Pria yg aku benci. Aku tau siapa pria itu dan aku sangat membencinya.
Darahku semakin mendidih kala mendengar dengan jelas apa yang pria brengsek itu katakan pada istriku, ya..... dia mengungkapkan rasa cintanya pada sashi, dan yang semakin membuatku geram ternyata itu bukan kali pertama.
Aku yang duduk membelakangi mereka bisa mendengar dengan sangat-sangat jelas.
Aku sudah naik pitam, jiwa devilku menggelora tubuhku sudah terasa panas. Ingin sekali rasanys aku membunuh pria berengsek itu.
Aku mencoba mengontrol emosi, namun itu membuat kepalaku menjadi sangat pusing. lalu ku tugaskan supirku menunggu sashi dikontrakannya untuk diantar ke apartemen.
( author : noohh sashi kamu dipantau loch ama lakikmu wkwkw š)
ššš
vote like n comment positif
__ADS_1