
sashi : " apa kau tidak senang aku menamparnya?"
sambil mengeluarkan senyum tipisnya.
Ken mencengkeram leher sashi membuatnya sulit utk bernafas,
Ken : " apa kau ingin mati? Kau sudah melewati batasanmu. " suaranya berat menandakan emosi yg sudah sampai ke kepala
Melihat sashi yg kesulitan bernafas ken melepaskan cengkramannya dengan kasar, sedangkan sashi memegang lehernya yg terasa sakit
Sashi : " apa kau lupa sudah menikah denganku!
Lalu Kau berciuman dengannya, aku jauh lebih baik darinya. Setidaknya aku tidak pernah bermain dengan lelaki yg sudah memiliki istri!!! "
Ken : " bersamanya bahkan aku sudah lebih dari sekedar berciuman, " sangat enteng kalimat itu keluar dari mulut ken. " aku sangat mencintainya, aku akan bertanggung jawab atas apapun yg telah aku lakukan dengannya. "
Bak disambar petir disiang bolong sashi merasa tak sanggup melawan ucapan ken,
Lebih dari berciuman? Hubungan mereka sudah terlalu dalam? Itu yg ada dipikiran sashi. Bahkan sashi yg telah sah menjadi istrinya sama sekali belum disentuhnya. Selalu diacuhkan dan dianggap tidak ada itu jauh lebih tepatnya.
Air mata lolos keluar dari mata indahnya, sashi terbata bata, ken tersenyum bahagia melihat tangisan itu
Ken : " apa aku harus mengingatkan tentang cara kotormu utk bisa menikah denganku? Kau dan aku tidak saling kenal, kau tidak perlu mencampuri urusan pribadiku, ahh iya satu hal lagi jika kau ingin merasakan nikmatnya hal2 panas diranjang aku sarankan utk mencari pria yg mampu memberimu kepuasan, jangan brharap banyak padaku karna levelku sangat tinggi dan aku juga tidak suka wanita yang kotor. "
Kata2 yg mampu membuat sashi tak berkutik sma sekali, dengan angkuhnya ken pergi meninggalkan sashi begitu saja.
Patah hati, bagai di tusuk seribu pedang dalam dirinya, air mata pun tak mampu berhenti kepala terasa berat luka dihati tak sebanding dengan luka dikakinya, sashi tidak peduli dengan kakinya yg berdarah akibat terkena pecahan guci.
__ADS_1
Tubuhnya melemah, berjalan dengan gontai menaiki tangga menuju kamarnya.
Ia membuka pintu kamar dan masuk ke dalam kamar yg tidak memiliki properti sedikit pun, ken hanya menyediakan kamar kosong utknya tanpa ada tempat tidur lemari ataupun meja, ken memerintahkan adam utk memberinya uang agar dia sendiri yg membeli barang2 tsb, ken sama sekali tidak mau menyediakan barang2 untuk kamar sashi. Wlw sudah diberi uang oleh adam wanita itu sama sekali tidak membeli barang apapun untuk kamarnya.
ia terduduk dilantai yg dingin menekuk lututnya memandang ke arah depan dengan tatapan kosong. Air mata kembali membasahi pipinya, dy menjambak rambutnya dengan kasar
" akkkkghhhhhhhhhh.... " teriakannya sangat kuat
Dy merasa frustasi
" ayah... Bunda... Aku tersiksa, aku tersiksa didalam sangkar emas. " tangisannya kembali pecah, kepalanya masih mengingat ucapan ken bahwa dia telah melakukan lebih dari sekedar berciuman. Faktanya ken sama sekali tidak pernah melakukan hal itu pada felis, karna ken juga memegang prinsip dalam hidupnya.
Hiksss
Hiksss
" akkkkhhhhh.... "" sashi teriak teriak seperti orang tidak waras, ia membongkar semua baju yg dia bawa dari kos didalam kotak merobeknya membuangnya kesana kemari.
Sungguh memprihatinkan kondisinya saat ini.
Tubuhnya hatinya lelah, dia meringkuk dilantai yg beralas ambal utk tidurnya, perlahan memejamkan mata berharap akan ada hal indah yg akan digapainya.
######
Hujan deras dan suara gemuruh membangunkan sashi dari tidurnya, keadaanya sangat berantakan rambutnya juga sangat acak acakkan.
Ia berdiam sejenak, ia ambil tasnya untuk mengeluarkan card yg d berikan ken untuk kebutuhan hidupnya, memasukkan ke dalam kardus yg berisi beberapa paperbag.
__ADS_1
Sashi membuka pintu kamarnya untuk keluar dan mengunci kamar itu, dilihatnya keadaan mansion yg sudah sepi menandakan para ART sedang tidur
Ia berjalan dengan gontai hingga keluar dari pekarangan mansion, hujan membasahi tubuhnya, ia berbalik menatap mansion dari luar dengan tatapan sendu.
Tengah malam dan hujan lebat, dia berjalan kesana kemari tak tau arah. Seketika otaknya teringat dengan juan sahabatnya yg sudah tak pernah memberinya kabar sebulan ini. Ia tersenyum getir, dulu juan yg mampu memberinya semangat, bahkan suka duka mereka lewati bersma.
Kepalanya terasa berat matanya mulai berkunang kunang ia tak sanggup lagi menahan sakit di kepalanya, hingga akhirnya....
Bruughh
Tubuhnya jatuh dan sashi tak sadarkan diri
#####
Pukul 03.00
Sashi membuka mata perlahan mencoba membangkitkan tubuh namun tertahan karna kepalanya masih terasa sakit, tangannya memegangi kepala menatap seisi ruangan yg ia tempati.
" kamu udah sadar??? "
suara itu menyadarkan sashi, ia menolehkan pandangan ke sumber suara.
sashi .....
ššš
siapa pemilik suara ituuu??? eng ing eeeenggggg.....
__ADS_1
jgn lupa vote like n comment yg positif yš