
note : bijaklah dalam membaca, disarankan untuk membaca pada malam hari.
....
Sashi terdiam, ia melihat toples kopi yang ada didepannya tapi Sashi juga bisa merasakan kalau tuannya tak beranjak dari posisinya. Wangi maskulin yang mampu membuat jantung Sashi berdetak dua kali lebih kencang.
" tu tuan, kembalilah duduk disofa biar aku buat kopinya." ucap sashi dengan gugup dan tanpa menoleh ke belakang.
Ken masih berdiri dibelakang sashi begitu dekat hingga pria itu bisa menghirup aroma rambut istrinya yang harum. Semenjak ia telah mendapatkan haknya rasanya Sashi bagaikan candu untuknya.
Perlahan tangan kekar Ken memeluk tubuh Sashi dari belakang. Sashi terkejut dengan perlakuan ken dan berusaha melepaskan tangan ken dari tubuhnya namun pelukan itu semakin erat.
" tu tuan apa yang kau lakukan. " sebenarnya Sashi menyukai pelukan itu, pelukan dari pria yang sangat ia cintai dari dulu. Namun kembali otaknya tersadar bahwa tak ada cinta untuk sashi dan ken hanya membenci sashi.
Ken sedari tadi hanya diam, darahnya sudah bergejok. Tangan kanannya menyampingkan rambut sashi yang tergerai hingga terlihat tengkuk lehernya.
Deg...
Sashi semakin gelisah ,ia langsung membuka toples kopi agar kegugupannya tidak terlihat.
Cup..
satu kecupan mendarat pada tengkuk sashi, dan ia sedikit menggeliat. Sashi meletakkan kembali toples yang sempat ia buka. Kecupan kecupan hangat dari Ken kembali ia rasakan, sementara tangan kiri ken sudah mulai bergerilya kesana kemari.
__ADS_1
Sashi menutup matanya nafasnya memburu merasakan kenikmatan yang diberi Ken padanya.
" tu tuan hentikan. "
Bukannya menghentikan, mendengar desahan nafas Sashi Ken malah lebih gencar. Ken membalikkan tubuh sashi hingga berhadapan dengannya.
Ken menatap wajah sashi dengan seksama, sashi yang ditatap seperti itu merasa sangat grogi hingga pipinya memerah.
Ken mendekatkan wajahnya pada sashi hingga dahi dan hidung mereka saling menempel, Ken mengelus elus pipi sashi hingga elusan itu jatuh pada bibir ranum istrinya.
Cup
Ken mengecupnya sekilas, lalu kembali me***** bibir sashi. Ciuman itu diawali dengan lembut hingga akhirnya semakin memanas kala sashi membalas ciuman dari Ken, darah pria itu semakin mengalir dengan derasnya. Ken memainkan lidahnya untuk menelurusi setiap inchi mulut istrinya.
"emmh..
hawa didapur tersebut terasa panas karena dua insan yang saling memberikan kenikmatan.
Sashi sedikit mendorong dada Ken hingga ciuman itu terlepas, Nafas sashi tersengal Ken benar-benar tidak memberinya kesempatan untuk menghirup oxygen.
Ken tersenyum saat melihat sashi kewalahan dengan permainannya, Ken kembali mengeratkan pelukannya dan menciumi leher putih sashi.
" tuan biarkan aku bernafas dahulu. "
__ADS_1
" aku mencium lehermu bukan bibirmu. " ken kembali mengecup leher sashi dan juga sedikit menjilatnya.
" aahh.. " desahan lolos keluar dari mulut sashi, ken yang mendengarnya bersorak riang dalam hati.
tangannya sudah mulai membuka resleting baju sashi dibagian belakang.
" kau bisa merasakannya?? dia sudah minta. " ken berbisik ketelinga sashi dengan suara beratnya.
Ya tentu saja Sashi bisa merasakan benda yang sudah mengeras dibawah sana.
Ken kembali me***** bibir sashi , tanganya sudah mulai membuka baju sashi hingga sudah terbuka setengah dada.
Drrtt...
Drrttt...
Ponsel yang ada disaku Ken bergetar. Sashi mendorong ken untuk melepaskan ciuman "tuan angkat lah."
"tidak perlu " ia ingin kembali mencium sashi, namun sashi langsung menutup mulutnya.
Ken berdecih, ken mengambil ponselnya dan mengumpat melihat nama yang ada dilayar ponselnya.
" Shiitt!!! " ....
__ADS_1
ššš