JEBAKAN CINTA SASHI

JEBAKAN CINTA SASHI
Bab 93


__ADS_3

Mata Sashi mengerjap-ngerjap, ia dapat merasakan sentuhan tangan yang menggenggam tangannya. Kepala Sashi terasa nyeri dia merasa sangat lemas hingga tak bertenaga. Lalu perlahan ia membuka matanya.


" sayang, syukurlah kau sudah sadar." Ken mengecup kening Sashi.


" Dad... "


" hussttt..., kau harus banyak istirahat. " ucap Ken sambil membelai lembut pipi Sashi.


" aku sudah terlalu banyak istirahat, dad ayo kita jemput Abian. Aku merindukan putraku. " Sashi menggenggam tangan Ken.


" tidak bisa sayang kau harus istirahat. " tolak Ken, ia tidak mau melihat Sashi kembali pingsan


" Dad ayolah... " Mata Sashi berembun moodnya berubah menjadi melow.


" Hikss... hikss... " Tiba-tiba Sashi menangis.


" sayang kenapa menangis.? " tanya Ken heran


Sashi merajuk ia menyampingkan posisi membelakangi Ken, Pria itu memijit pangkal hidungnya. " Baiklah kita jemput Abian. "


Sashi kembali mengambil posisi semula, matanya berbinar menatap Ken.


Ken sedikit menundukkan wajahnya ke perut Sashi. "sayang, kau harus maklum mommy memang sangat cengeng. " lalu ia mengecup perut Sashi.


Sashi menyerngitkan alisnya merasa heran dengan Ken. " Dad kenapa kau berbicara dengan perutku. "


" Aku sedang berbicara dengan anakku. " ucap Ken.


" pffftt... dad, Abian sedang bersama kak Adam. bukan didalam perutku. " Sashi menahan tawanya.


" owh iya tadi aku sedang berbicara dengan adiknya Abian. "

__ADS_1


Sashi terdiam sejenak, bodohnya ia yang tak berfikir tentang tamu bulanan yang tak kunjung datang.


Spontan Sashi membulatkan matanya, ia berusaha duduk dari berbaringnya.


" sayang pelan kondisimu masih lemah" Ken membantu istrinya untuk duduk dengan benar.


" Dad a-apa aku... " tanya Sashi dengan hati-hati.


Ken mengecup bibir Sashi sekilas, " kau sedang hamil sayang. " Ken langsung membawa Sashi dalam pelukannya.


Saat Ken melepaskan pelukan, Sashi langsung mengeluarkan pertanyaan aneh.


" Dad bagaimana bisa aku hamil?"


Mungkin karena habis pingsan otak Sashi belum ON dengan sepenuhnya, hingga ia mengeluarkan pertanyaan ngelantur.


" what!!! " pekik Ken, " kau mau tau kenapa bisa hamil? "


" Apa sekarang kau mengerti? " Ken menyinggungkan senyum nakal pada istrinya.


Sashi langsung mencubit perut Ken, bukannya sakit malah Ken tertawa.


"Dad... peluk aku " ucap Sashi dengan manjanya, ia seperti lupa dengan kejadian dirumah sakit jiwa. Hatinya bahagia bukan main, dari sekian purnama akhirnya ia merasakan bahagia yang tiada tara.


.


.


Ting tong....


Adam membuka pintu apartemennya sambil menarik ujung bibirnya.

__ADS_1


" Masuklah." Adam mempersilahkan sepasang suami istri yang tengah berbahagia itu untuk masuk kedalam apartment nya.


Baru berjalan bebarapa langkah, Ken dan Sashi langsung berhenti mendadak. Sedangkan Adam yang berada dibelakang mereka hanya bersidekap menyenderkan tubuhnya dipintu.


" Bagaimana hasil karya anak loe, bagus bukan. ?" Adam memiringkan senyum penuh arti.


" apa gempa bumi hanya terjadi diapartmen ini? " tanya Ken tanpa melihat Adam.


Barang-barang diApartment milik Adam semua hancur berantakan, furniture bahkan tv LED yang tadinya berada dimeja bofet sekarang telah tersungkur dilantai.


Adam berjalan mendahului Sashi dan Ken, sambil menunjuk TV dengan jarinya.


" Ken, ganti yang lebih gede. noh... furniture gue yang rusak semua loe ganti baru. " Sambil menunjukkan barang-barangnya yang jatuh berantakan.


Adam sengaja membiarkan Abian bermain bola kaki didalam apartemennya, tendangan demi tendangan ia luncurkan dan merusak semua barang milik Adam jatuh hingga rusak berantakan. Ia bahkan sengaja tidak membereskan apartemennya, ia ingin menunjukkan pada Ken dan langsung memerasnya.


" Kak Adam ingin memeras suami ku? " tanya Sashi, lalu ia berjalan mendekati Abian yang tengah tertidur sambil memeluk bolanya dikarpet tebal milik Adam yang berada diruang TV.


" tenang saja Sashi, bapaknya Abian tajir melintir. Cuma ganti ini aja sih gampang, ya nggak Ken? " Sambil mengenggolkan pundaknya pada pundak Ken.


" cihh... baiklah hitung semua kerugian, loe paling pintar masalah hitung menghitung. " Ucap Ken lalu ia berjalan duduk disofa ruang Tv


" tentu,."


Bagaimana hati Adam tak bersorak, ia akan mendapatkan furniture baru diApartemennya. Sebelum Ken datang, Adam telah menghitung terlebih dahulu dengan hitungan 5 kali lipat dari harga yang ia beli.


.


.


happy reading readers, boleh dicoba nih ilmunya Adam biar mendadak kahya šŸ˜‚

__ADS_1


reader tau apa yang othor mau!


__ADS_2