JEBAKAN CINTA SASHI

JEBAKAN CINTA SASHI
Bab 86


__ADS_3

Adam memutar bola matanya jengah menatap pria yang ada dihadapannya. Saat seorang pelayan mansion membawakan baju ganti Sashi dan menitipkannya pada Adam otaknya langsung melayang-layang pasti mereka telah melakukan adegan menegangkan didalam.


Dan benar saja, Bosnya terlihat senyum-senyum sendiri seperti orang gila. Bahkan tiga jam yang lalu Ken melarang semua orang untuk mengganggunya karna ada hal privasi yang harus dituntaskan.


" Tuan ini dokumen yang anda minta semua sudah selesai dengan cepat. " Adam memberikan 2 buku dokumen berwarna merah dan hijau kepada Ken.


Ken tersenyum menerimanya "Kau paling bisa diandalkan."


" Sepertinya CEO Mahanta Company sudah mulai bucin" sindir Adam


" Bucin? Apa itu? " tanya Ken heran, Pria tampan itu tak mengerti bahasa anak ABG labil.


Adam menyerngit menautkan kedua alisnya.


" Sejenis virus yang menyerang hati, otak, dan perasaan. hati-hati tuan jika terserang tidak akan ada obatnya. " Adam menakut-nakuti Ken, bodoh sekali ia bucin saja tidak tau.


" what??? " pekik Ken.


Adam kembali memutar bola matanya., lebih baik ia mengalihkan topik pembicaraan. " Kapan tuan akan memberi dokumen itu pada Sashi, jangan terlalu lama tuan lebih cepat lebih baik."


" Bukan urusanmu! " jawabnya singkat


shiiittt.... Adam mengumpat dalam hatinya.


.


.


Ditempat lain ada yang duduk termenung sambil menjilati ice cream yang dipegangnya. Sashi duduk dikursi dipinggir jalan kota, sesekali matanya melihat orang berlalu lalang.


Supir yang bertugas mengantarnya ia suruh menunggu sedikit jauh dari jaraknya sekarang.

__ADS_1


Bulir matanya menetes dipipi, tapi lidahnya masih tetap menjilat ice cream coklat favoritnya.


Padahal baru bertempur dengan suaminya bahkan rasa lelahnya saja belum hilang tapi mengapa dia bersedih?


Suara dalam mimpi itu, dia sangat mengenal pemilik suara itu. siapa lagi kalau bukan mantan kekasih Ken yang selangkah lagi mereka akan menikah namun gagal akibat perbuatan gila Sashi. Dan kini Sashi merasa tertekan.


" memang benar, Felicia adalah cintanya. " Sashi bermonolog pada dirinya sendiri. ia tersenyum kecut


" dia hanya butuh tubuhku, bahkan kata cinta pun tak pernah ia keluarkan dari mulutnya." Makin deraslah bulir bening itu dipipinya.


Lelaki mana yang akan menolak daging segar, apalagi telah sah menjadi miliknya. Urusan cinta bisa menjadi nomor dua tiga empat ataupun lima. Yang penting dapat tempat untuk pelampiasan.


Tangannya mengusap bulir bening dipipi, lalu tangannya turun keperut dan mengelus elus perutnya dengan pandangan kosong. Akhir-akhir ini memang ia sangat hobi mengelus perutnya.


.....


Dua Hari kemudian


Sepulang dari kantor Ken singgah ke toko kue, ia tersenyum puas melihat cake yang ia pesan secara khusus. lalu ia ambil ponselnya dan memerintahkan seseorang untuk membawa cake itu ke mansion.


šŸ’¬ sashi : tuan bisakah kita bertemu di cafe X


Ken melengkungkan senyum tipis


šŸ’¬ ken : ok


Sesampainya di Cafe X Ken masuk kedalam dan ia melihat Sashi yang duduk sendirian disana, lalu ia bergegas menemuinya.


Sashi mendongak saat terdengar suara bangku digeser. Ken langsung mendudukkan dirinya dibangku.


" kau tidak pesan sesuatu? " diliriknya meja yang hanya ada segelas jus jambu.

__ADS_1


Sashi menggeleng, " tidak tuan, aku sedang tidak selera makan. "


" kenapa? " tanya pria itu lagi


" ntahlah, perutku rasanya aneh. "


" kalau begitu kita ke dokter sekarang. " Ken menarik pelan pergelangan tangan Sashi, namun Sashi menahannya.


" aku tidak apa-apa tuan, tidak perlu sampai ke dokter." ucapnya untuk meyakinkan Ken.


" kau yakin? " tanya Ken memastikan.


" hmm... " Sashi mengeluarkan senyuman. Lalu ia berusaha menetralkan nafasnya. " Sebenarnya ada yang ingin aku katakan padamu tuan. "


" Katakanlah. " ucap Ken memandang wajah cantik di depannya itu.


Tangan Sashi sudah dingin, ia sedikit meremas tangannya. Sashi berusaha untuk tetap tenang, Tak lama kemudian ia ambil kotak kecil berisi cincin berlian yang dipakaikan Ken padanya saat menikah dari dalam tasnya. lalu meletakkannya diatas meja dan menyodorkan kotak itu pada Ken secara perlahan.


Ken menyerngit heran, ia tau benar isi kotak itu.


Dengan mengumpulkan semua keberanian yang ada dalam dirinya, Sashi menatap wajah pria yang sangat ia cintai itu.


" Tuan... mari kita akhiri semua ini. "


Jedduuaaarr........


Ken : ....


.


.

__ADS_1


multivitamin buat othor jangan lupa!


pokoknya maksa!!! šŸ˜‚


__ADS_2