
Adam menggerutu didalam mobil, bolak balik ia mencoba menelepon Ken namun tidak ada jawaban.
" si ken lama banget sih keluarnya" Adam hanya bisa berdecak kesal.
tak lama kemudian adam membulatkan matanya, melihat Ken dan Sashi secara bersamaan.
adam yang sedari tadi menunggu diloby merasa heran kenapa sashi bisa ikut bersama ken.
langkah ken yang panjang membuat sashi sedikit tertinggal. Ken menarik pintu mobil dan duduk dibangku belakang, sashi yang masih tertinggal dibelakang tidak ikut masuk kedalam mobil, ia memilih untuk berjalan keluar agar bisa mencari angkutan untuk mengantarkannya ketempatnya bekerja.
merasa sashi tak kunjung masuk kedalam mobil, Ken celingukan melihat dari dalam kaca jendela mobil sambil mengusap wajahnya dengan kasar, lalu ia keluar dari mobil mengejar sashi dan menarik tangannya untuk masuk kedalam mobil.
ken kembali membuka pintu mobil mendorong paksa sashi untuk masuk kedalam disusul ken yang juga ikut duduk dibangku belakang, duduk bersebelahan dengan suaminya membuat sashi semakin canggung.
" hai sashi apa kabar? " tanya adam yang berada dibangku kemudi
" baik kak, kakak gimana? "
" kakak juga baik, sashi kamu gk mau pindah duduk didepan aja biar kakak ada teman ngobrolnya" pinta adam
sashi yang merasa canggung duduk bersebelahan dengan ken langsung mengiyakan permintaan adam, ia ingin membuka pintu mobil namun tangannya dicekal oleh ken.
mata ken langsung menatap adam, ken keluar lalu masuk lagi mengambil alih posisi duduk hingga berpindah kedepan bersebelahan dengan adam.
" yaelah, gue minta sashi yang disini buka elo ken. "
adam menunjukkan aksi protes pada bosnya
ken : " emang loe mau ngobrol apa ama dia? "
adam : " keadaan dia lah gue kan juga tau klo sashi hampir ditabrak. "
ken : " dia dh jawab pertanyaan loe tadi ."
__ADS_1
Adam hanya menggelengkan kepalanya, kemudian mengemudikan mobil sambil melihat sashi dari kaca spion
" shi ada memar gk? udah diobatin. ??" tanya adam
sashi sudah membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan adam, tapi ia kalah cepat dengan mulut suaminya
ken : " sudah diobatin dan sudah tidak memar. " jawabnya dengan datar
adam berdecih
" trus ada yang keseleo gk shi? "
ken : " gk ada!! "
adam langsung berpaling tatapan pada sahabat sekaligus bosnya itu., mengeluarkan senyum sinisnya.
" waaah sashi kamu hebat sekarang udah punya juru bicara." adam berucap tanpa melihat sashi
sedangkan si wanita yang berada dibelakang hanya nyengir gak karuan, sedikit pun ken tak memberi kesempatan sashi untuk menjawab semua pertanyaan adam.
Adam : " oohh jelas dong, tenang... gausah loe ingatin gue udah tau ."
ken : " besok loe bisa cek nominalnya, gue pastikan gaji loe udah terpotong habis habisan. " ucapan ken penuh dengan ancaman sambil mengeluarkan senyum devilnya.
" oh shittt...... "
Adam tak habis pikir, Ken selalu saja mengancamnya dengan potongan gaji atau bonus.
###
Mobil mewah itu telah sampai dekat restauran dimana sashi akan bekerja didalamnya, sashi meminta adam untuk menurunkannya sedikit berjarak dari restauran, ya alasannya pasti dia tidak mau kalau teman temannya terlalu banyak pertanyaan padanya karena diantar pakai mobil mewah.
" Tuan makasih ya sudah mau nganter kesini, kak adam juga makasih ya " ucapan terima kasih sashi tidak di indahkan oleh ken dia hanya sibuk dengan ponselnya mengecek perkembangan bisnisnya.
__ADS_1
" iya sashi sama-sama, yang semangat kerjanya biar cepat naik gaji. ntar gaji pertama traktir kakak ya.. "
jawab Adam dengan mengadahkan kepalanya kebelakang menghadap sashi.
" tentu " jawab sashi dengan tersenyum.
Adam melirik sekilas pada Ken yang sama sekali kelihatan sangat acuh.
" akkhhh suami macam apa dia.. " gumam adam dalam hati.
Sashi sudah bersiap ingin keluar menarik handle pintu mobil, namun gerakannya seketika terhenti.
Ken : " jam berapa kau pulang? " tanya ken tanpa melihat kearah sashi.
mendengar pertanyaan itu sashi tersenyum rasanya ia bertambah semangat pagi ini.
sashi : " jam 5 tuan, mmm.. tidak usah menjemputku, aku akan pulang kerumah karna tetangga ada yang pesan kue jadi aku.... " belum sampai sashi menyelesaikan kalimat dari mulutnya ken langsung memotongnya secara sepihak
" jangan terlalu percaya diri, aku hanya bertanya jam berapa kau pulang. Dan jawabanmu itu terlalu panjang. aku juga tidak akan menjemput mu. " sangat datar datar dan dataaaarr
sashi terdiam dan juga merasa malu ,sebab bukan hanya ada dia dan Ken yang berada didalam mobil. Melainkan juga ada Adam didalamnya.
Sashi berusaha menetralkan hatinya, ia tersenyum getir. " iya maaf tuan. " hanya itu yg mampu ia keluarkan. kemudian ia langsung membuka pintu mobil dan sedikit berlari kecil menuju restauran.
Adam melongo melihat Ken, sambil menggelengkan kepalanya.
" tunggu apalagi, kita ke kantor. ini sudah masuk jam kerja jadi kamu jangan terlalu banyak protes"
" baiklah pak. " Adam malas meladeni ken
" aku sangat suka jam kerja, karna aku bisa menyiksamu sesuka hatiku" Ken mengeluarkan senyum sinis
Adam hanya bisa mengusap kasar wajahnya membayangkan siksaan apa yang akan diberikan oleh Ken, tanpa basa basi lagi dia langsung menginjak gas menuju kantor.
__ADS_1
ššš
tinggalkan jejak dunkkk