JEBAKAN CINTA SASHI

JEBAKAN CINTA SASHI
Bab 52


__ADS_3

Sashi menarik nafas dalam lalu mengeluarkannya kala Ken sedikit menjauh darinya, pipinya memerah menahan malu. Lalu dengan cepat ia rapikan kembali baju yang tadinya sudah setengah terbuka.


Sashi mengumpati kebodohan dirinya sendiri karena tidak bisa menolak kenikmatan yang diberi Ken padanya, Sashi kembali berbalik membuka toples kopi ia tuangkan beberapa sendok kecangkir lalu menyeduhnya dengan air panas.


Ken dengan malasnya terpaksa menerima telepon.


📞Adam : " Ken loe apa-apaan sih, masa si Mira yang loe suruh untuk jadi patner Kerja gue untuk proyek baru. Mana hubungan gue ama dia jauh dari kata baik, loe sengaja ya Ken.."


📞Ken : " mana gue perduli dengan urusan pribadi loe, yang jelas gue udah tugasin Mira untuk jadi patner loe. Loe kan bisa profesional, kalo loe mau adu jotos ama dia ya diluar jam kerja lah. "


📞Adam : " sinting loe yee, masa gue mau adu jotos ama dia. Udah ah susah ngomong ama loe. "


📞Ken : " ya loe tinggal pilih, Mira jadi patner kerja loe atau bonus loe hangus sampe ke akar-akarnya. "


📞Adam : " Ken loe hobinya ngancem, enak aja loe hangusin bonus gue. Mana gue kerja gk kenal waktu."


📞Ken : " oke kalo gak ada yang penting lagi gue tutup telponnya. "


📞Adam : " eh tunggu tunggu, masih ada kerjaan yang harus gue bahas sama loe. Loe sih tau kerjaan numpuk malah shopping-shopping gak jelas.


Ken mengusap kasar wajahnya, ia tau pekerjaannya masih menumpuk. Karna terlalu jengah dengan Felis Ken dengan terpaksa menemaninya untuk berbelanja.

__ADS_1


Ken berbalik melirik Sashi yang sudah memunggungi nya. Pria itu sedikit melengkungkan senyum melihat baju Sashi sudah sesuai pada posisinya. " Bawakan kopinya keruang kerja. " ucap Ken dengan suara datarnya, lalu melangkah menuju ruang kerjanya.


ntah sudah berapa kali adukan pada kopi hitam itu, Sashi sengaja memperlambat karna ia masih malu untuk bertatap muka dengan Ken.


Tapi karna takut Ken marah dengan langkah berat ia membawa secangkir kopi hitam itu keruang kerja suaminya


tok.. tok.. tok..


" Masuk "


Perlahan Sashi membuka pintu , berjalan mendekati meja kerja Ken dengan kepala tertunduk.


" Tuan ini kopinya. " meletakkannya dimeja kerja "apa tuan mau cemilan biar aku buatkan. " tawarnya pada Ken.


" tuan " panggil Sashi sedikit ragu,tangannya menarik-narik ujung bajunya


" hmm... "


" bsok aku akan kembali ke kontrakan, jadi aku berangkat ke kampung dari kontrakan saja. "


Ken menghentikan pekerjaannya sejenak, wajahnya ia tegakkan menatap tajam Sashi, sedangkan si wanita hanya tertunduk saja.

__ADS_1


" kau berangkat dari sini, atau kau tidak boleh pergi sama sekali. " nadanya penuh dengan penekanan.


" ta tapi tuan... "


" jangan membantahku ! " Ken menyandarkan punggungnya dikursi, melipat tangannya didepan dadanya. "apa wajahku ada dilantai? " dilihatnya Sashi terus terusan menunduk.


" iya tuan. " refleks Sashi terkejut dengan ucapannya sendiri, seketika ia menaikkan wajahnya dan dengan cepat menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Ken menaikkan alisnya. " wajahku dilantai? " tanya nya lagi.


sashi mengibas-ngibaskan tangannya " ti tidak tuan, aku ha hanya salah bicara." Sashi melirik ke arah lain dan bermonolog pada dirinya sendiri dengan suara pelan,." Ah.. bodohnya aku. " sambil memukul keningnya.


Ken merasa gemas dengan tingkah istrinya itu, ingin sekali rasanya ia bermain dengan wanitanya namun karna pekerjaan yang menumpuk terpaksa Ken harus menundanya.


" ehemm... " Ken sengaja berdehem agar Sashi kembali melihatnya.


Tapi yang diharapkan tak sesuai wanita polos itu tidak mengerti kode yang diberi Ken, Sashi masih saja menggerutu pada dirinya sendiri. Hingga sebuah pulpen mendarat tepat di kakinya.


Sashi berjongkok mengambil pulpen tersebut, dan mengetes ditelapak tangannya yang ternyata kondisi pulpen itu baik-baik saja. "tuan jangan dibuang-buang, ini belinya pake duit. " ucapnya dengan sangat polos.


Ken tergelak mendengarnya, Ken membuang pulpen itu agar Sashi kembali melihat kearahnya bukan untuk mendengar ceramahnya.

__ADS_1


Happy reading readers,


tetap tinggalkan jejak buat author ya 😀


__ADS_2