
Supir sudah menyodorkan tangannya untuk memberi uang kepada sashi, dengan perlahan tangan sashi mengambil uang tsb. Tapi tiba tiba tangan itu terhenti
Adam : " tunggu... Tunggu..., pakai uang ini saja. "
Adam memberikan uang seratus ribu, ia segaja memperlambat transaksi. Karna saat sashi akan mengambil uang dari supir matanya langsung tertuju pada cincin yg dipakainya.
Sashi berusaha untuk tetap tenang
" mmm maaf pak uangnya terlalu besar, saya gk ada uang kembalian. "
Adam : " gpp mbak ambil aja kembalian. "
Sashi menolak dgn menggerakkan tangan kanannya
" tidak pak, harganya cuma tujuh ribu, ini kembaliannya sangat banyak pak. "
Adam : " ambil saja tidak masalah, kamu tidak boleh menolak rejeki. "
Perlahan tangan sashi meraih uang yg disodorkan oleh adam. Mata adam kembali melirik cincin saat sashi ingin mengambil uang dari tanganya dan semakin yakinlah dy bahwa cincin itu adalah cincin yg dibeli ken dari Vclef jewelry. Cincin yang dirancang khusus oleh ken utk pernikahannya bersama felis, wlw pada akhirnya bukan felis yg menggunakannya melainkan sashi.
Sashi : " makasih pak, semoga rejeki bpk lancar. "
Adam pun tersenyum " amin... " jawabnya singkat
Lampu hijau kembali menyala, mobil itu meninggalkan sashi yg terdiam ditengah jalan.
Adam memandang ken dari kaca depan mobil, dan terlihat juga ken yg menatap adam dgn tatapan datarnya . Adam menyinggung senyuman tipis utk ken.
.
.
.
.
Tet. .... Tet.... Suara klakson mengagetkan sashi yg masih termenung
Sashi berlari ke pinggir jalan, tubuhnya lemah dadanya sesak. Ia tak mampu menahan air matanya lagi.
Dititik ini sashi benar-benar sadar diri.
" aku bukan siapa-siapa, aku tak punya apapun untuk bisa dibanggakan, lihatlah betapa bedanya aku dengan felisia, ken sangat mencintai felisia. Bahkan mereka pasangan yang sangat serasi. Seharusnya dari dulu aku sadar diri.."
gumumnya dengan nada yg sangat pelan, air mata mengalir dengan deras sashi merasakan sedih yg teramat dalam sangat sangat dalammm....
π’π’π’
***
Mobil ken
" sayang kenapa harus beli koran? Sekarang sudah canggih, kamu bisa pake smartphone. "
__ADS_1
Celetuk felis yang masih aneh melihat ken, menurutnya sangat aneh jika harus membaca koran sebab semua sudah serba digital
" ya aku tau , tapi aku sedang ingin membaca koran. " jawab ken tanpa mengalihkan pandangannya kedepan
" owh... " felis hanya ber O ria, kembali bergelayut manja dengan ken, felis tidak perduli dengan 2 orang yg berada didepannya
Disepanjang perjalanan hanya hening yang tercipta didalam mobil hingga akhirnya mereka sampai dibandara.
" sayang aku kembali ke singapur direktur rumah sakit sudah menungguku disana. Aku pasti akan merindukanmu. " sambil menggenggam tangan ken dan memasang wajah cemberut.
Ken : "bukankah kita sudah terbiasa seperti ini, tenanglah jarak kita tidak terlalu jauh. Kapanpun aku bisa menemui disana." sambil mengecup pucuk rambut felis
Felis pun tersenyum dengan ucapan ken. Lalu pergi meninggalkan ken
Setelah mengantarkan felisia, ken kembali kedalam mobil dan duduk di bangku belakang
" kita ke kantor " perintah ken pada supir
" baik pak "
Perjalanan menuju kantor
Rasanya mulut adam sudah sangat gatal untuk bisa menyindir bosnya. Diliriknya sesekali ken yg tengah membaca koran.
" akhmmm... " adam berdehem, namun diliatnya ken tak peduli.
Karna kesal dengan ken yg tak mengubrisnya, adam mencoba untuk mengajak bicara supir yg berada disebelahnya
Adam : " hey fikri, apa kamu gk aneh liat penjual koran tadi? " adam memanggilnya dengan sebutan nama karna umur supir itu lebih muda 2 tahun darinya
Adam : " hmm masa gada yang aneh, biar aku kasih tau. Tadi aku liat penjual koran itu pake cincin yang sangat wow π. Disaignnya sama persis dengan yang dipesan temanku di vclef jewelry. "
( aurthor : baru tau adam rupanya suka ngegibah wkwkwkwkπππ)
Supir : " mungkin itu yang palsu pak, mana mungkin penjual koran bisa beli cincin dari Vclef jewelry ." jawabnya untuk menepis ucapan adam
Adam : " iya kamu bener juga sih, mana mungkin vclef jewelry toko berlian ternama membuat duplikat cincin yg dipesan oleh temanku itu. Jika memang benar mereka melakukan itu, kupastikan toko mereka tinggal nama saja, secara temanku itu orang hebat . "
Merasa telinganya sudah panas, ken langsug memotong percakapan fikri dan adam
Ken : " fikri apa kau masih mau bekerja?? "
Ia langsung mengancam, supir yg bingung dengan ucapan ken langsung mengiyakan
Ken : " bagus, kalau begitu fokuslah menyetir. "
Supir : "ba baik pak " ucapnya sedikit gugup
Sedangkan adam hanya senyum-senyum tak karuan. Dari tadi ken tidak membaca koran dia hanya membuka koran itu saja, ken berkecamuk dengan fikirannya sendiri melihat sashi yg bekerja berjualan koran, padahal ken selalu mengirimkan uang via atm untuknya, bahkan ken juga memberinya blackcard.
****
Pukul 22.00 wib
__ADS_1
Ken melangkahkan kaki jenjangnya dengan cepat,hari ini jadwal ken sangat padat pekerjaan ken juga banyak hingga ia harus lembur dikantornya hingga malam, ia tergesa gesa naik ke atas tangga menuju sebuah kamar yang tak pernah ia masuki sebelumnya.
Ken memutar gagang pintu dan ternyata pintunya sudah dikunci oleh si pemilik kamar, cukup mudah bagi ken akan hal itu. Ia bergegas ke kamarnya untuk mengambil kunci cadangan dan kembali lagi menuju kamar tadi.
Ceklek
Ia langkahkan kakinya masuk ke dalam, kamar itu sangat gelap gorden dan jendela juga tertutup.
Ken mencari tombol saklar untuk menghidupkan lampu.
Klik...
Lampu menyala, betapa terkejutnya ia melihat kondisi kamar itu, tidak ada satupun properti di dalamnya. Padahal melalui adam ia menyuruh sashi untuk membeli sendiri keperluannya namun tak ada satupun yg dibeli oleh sashi. Hanya ada ambal untuk alas tidur dan beberapa kotak kardus yg ken sendiri tak tau isinya apa.
Ken juga melihat baju yg berserakan kesana kemari.
" bagaimana dy bisa tidur dengan kondisi seperti ini " gumamnya pada diri sendiri
Ken mulai penasaran apa saja isi dalam kotak kardus itu, kotak pertama ia buka hanya berisi beberapa potong baju dan celana milik sashi, lalu ia membuka kotak kardus yang kedua ken melihat ada banyak bola air didalamnya
" dy mengeloksi bola air?? " tanyanya sendiri
Perlahan ia angkat bola air itu keatas, dan tak sengaja melihat tulisan yg tertempel di stiker kertas berwarna putih pada bagian bawahnya.
- dari ayah & bunda
Lalu ken mengambil bola air yg lain lagi dan kembali melihat tulisan dibawahnya
- gaji pertama
Ken ambil lagi bola air yg ada dikotak dan membaca tulisan dibawahnya
- dari my best friend JUAN
Ken melihat semua bola air itu, dan ternyata setiap bola air ada kesan tersendiri untuk sashi.
Ken terduduk dilantai, dy memijit mijit dahinya. Lalu pandangannya tertuju pada kotak kardus yg ketiga.
Ia buka secara perlahan, didalamnya ada paperbag dan juga kotak2 kecil yang dihias cantik.
DEG ....
Ken terpaku...
( author : ini kayaknya udah panjang author up nya.
author sengaja nih up malam minggu supaya para jomblo gk kehsehpih'an.... πππ)
πππ
tetap dukung authornya dengan vote like n comment positif, klo readers cuma baca tapi gk mau dukung ntar author ngambek ni. π€
emang mau liat author ngambek???
__ADS_1
kalo author udh ngambek cerita babang ken dan dedek sashi author gantung2in biar reader galau sampe ke tulangπππ