JEBAKAN CINTA SASHI

JEBAKAN CINTA SASHI
Bab 81


__ADS_3

Sashi terjaga dari tidurnya dengan gerakan lembut ia mencoba menepis tangan Ken yang memeluk bagian perutnya. Dengan sangat hati-hati Sashi turun dari tempat tidur lalu ia berjalan dan membuka jendela kamar, matanya menerawang melihat pemandangan ibukota dimalam hari.


" ini sudah jam 2 kenapa belum tidur. tutup jendelanya dan tidurlah." suara bariton itu berhasil mengejutkan Sashi.


" Aku belum ngantuk tuan. " jawab Sashi tanpa mengalihkan pandangannya.


Ken mendekati Sashi lalu menarik tangannya untuk kembali ketempat tidur. Tapi Sashi menolak, air matanya tak tertahankan, akhirnya ia menumpahkan semua tepat dihadapan Ken.


" Kau tidak bisa menerima kehadiran Abian? " tanya Ken to the Point.


" Besok aku akan membawanya kembali ke singapura. " Tanpa memperdulikan Sashi lagi, Ken melangkah menuju tempat tidur.


Bukan itu yang diingankan Sashi, ia usap air matanya dan ikut melangkah menuju tempat tidur.


Ken mengusap Lembut rambut Abian.

__ADS_1


" tuan bukan begitu... " ucap Sashi namun langsung dipotong oleh Ken


" Aku dan Adam menemukan Abian dalam kondisi yang mengenaskan., Terbungkus dalam sebuah plastik dengan nafas yang hanya tinggal satu-satu."


Bermula dari sebuah perjalanan Ken dan Adam dalam meninjau lokasi proyek hingga tengah malam, diperjalanan pulang Ken merasa curiga dengan sebuah bungkusan yang di kelilingi oleh dua ekor anjing yang menggunggung tanpa hentinya. hidung anjing itu selalu mencium bungkusan itu dan menolak nolakkan dengan kepalanya.


keadaan saat itu sudah sangat sepi Ken dan Adam yang penasaran dengan isi bungkusan itu, mereka memutuskan mendekat lalu mengusir dua ekor anjing yang sedari tadi berada disana. Ken membuka perlahan bungkusan betapa terkejutnya mereka saat melihat bocah kecil yg ada didalamnya. wajahnya pucat nafasnya terputus-putus, ntah apa yang terjadi padanya.


Tanpa pikir panjang Ken dan Adam langsung menyelamatkannya, dan saat itu juga Ken langsung membawanya ke Singapura yang terkenal dengan alat-alat medis tercanggih. Mereka membawa Bocah itu menggunakan Jet pribadi milik Ken, hingga mereka bisa ketempat tujuan dengan sangat cepat.


Saat itu dokter memprediksi usia sang bocah masih sekitar 4 tahun, hingga sangat tipis harapan sembuh karna ia masih terlalu kecil tetapi disuntik dengan dosis yang tinggi.


Sashi tercengang mendengar penjelasan Ken, matanya membulat tangannya menutup mulutnya, Sashi sangat terpukul mendengarnya.


" 2 tahun Abian harus berjuang, ketika pertama kali Abian membuka matanya ia seperti mayat hidup. Aku berusaha melakukan yang terbaik untuk kesembuhannya. " Ken kembali mengingat proses kesembuhan Abian. " hingga akhirnya ia sembuh " Ken kembali mengelus elus rambut Abian.

__ADS_1


Mata Sashi berkaca kaca, Ken memang punya sikap yang dingin namun hatinya sangat baik. Tak hanya menyelamatkan hidup Sashi tapi Ken juga menyelamatkan hidup Abian. dua orang yang akhirnya menjadi bagian dari hidupnya.


" felicia tidak tau tentang Abian, Aku belum memberi taunya. Saat itu aku memang berniat untuk menikahinya, tapi ntahlah firasatku berkata untuk jangan memberi taunya terlebih dahulu. Awalnya aku ingin menjadikan Abian seorang adik, tapi setelah kufikir-fikir menjadikannya sebagai anak ada pilihan yang paling tepat. Aku berencana setelah menikah dengan Felicia aku akan mengajaknya untuk merawat Abian layaknya anak sendiri, tapi sayangnya saat itu Felicia menolak lamaranku. "


Ada gelayar aneh yang ada ditubuh Sashi, begitu banyak rencana yang telah disusun Ken untuk kehidupannya bersama Felicia. Tapi semua itu gagal karna dirinya.


Ken memandang Sashi yang masih berdiri didekat ranjang. " Kau tidak berniat bertanya kenapa Abian mengatakan kau seorang dokter atau tidak? jawabannya ada pada si bodoh Adam, bahkan ia lupa pernah mengatakan itu pada Abian. "


Sashi menghela nafasnya, dia sudah tidak sanggup mendengar kisah Abian. Perlahan ia naik ke atas ranjang Sashi berbaring dan langsung memeluk tubuh Abian, netranya telah dibasahi oleh bulir bening.


" tuan tolong jangan pisahkan aku dengan Abian. " lirihnya dengan nada lemah, Sashi memejamkan matanya memeluk tubuh bocah kecil itu rasanya Sashi tak ingin melepasnya walau sedetikpun.


.....


Sudah thor jelasin!!!

__ADS_1


thor cuma mau nagih multivitamin šŸ˜Ž


__ADS_2