JEBAKAN CINTA SASHI

JEBAKAN CINTA SASHI
Bab 87


__ADS_3

Mansion


Sashi duduk ditepi ranjang, matanya memandangi setiap sudut ruangan. Bibirnya tersenyum kecut, lihatlah dia terlihat kampungan sekali diistana milik Ken ini. Bahkan ia tak cocok menjadi ratu disini.


Karena rencana gila bersama sahabatnya Sashi dapat merasakan tinggal ditempat yang sangat mewah. ia menerawang mengingat ingat dulu saat ia gencar-gencarnya ingin mendapatkan Ken. Sashi tersenyum kecut, Ken telah ia dapatkan namun sayang ada yang kurang. Bagai sayur tanpa garam kurang enak kurang sedap begitulah istilahnya.


Felicia, yaa... Sashi ingin sekali bertemu dengannya ingin mengucapkan beribu maaf pada wanita itu. Maaf karna telah mengambil prianya, maaf telah menghancurkan harapan felisia.


Air matanya kembali menetes, keputusannya sudah bulat. Ia harus bisa mengambil keputusan dan mengembalikan semua pada seseorang yang lebih pantas.


Kreekkk... terdengar suara pintu terbuka


" Mommy " bocah kecil itu masuk kedalam kamar.


Cepat-cepat ia hapus air matanya agar Abian tak melihatnya. Ia berdiri dari duduknya lalu mensejajarkan diri dengan Abian.


Sashi mengusap lembut rambut Abian.


" bisa mommy minta sesuatu padamu? "


" tentu mommy. "


Sashi merentangkan tangannya, " mommy hanya minta pelukan dari Abian. "


Abian langsung berhamburan memeluk mommy nya, pelukan dari Abian yang mampu mengobati dari rasa bersalahnya.


" Mommy sangat menyayangi Abian. "


" Abian juga sangat menyayangi mommy. " balas bocah kecil itu yang semakin mengeratkan pelukannya.


.

__ADS_1


.


Cafe X


Rahang Ken mengeras, wajahnya sudah emosi. Ingin marah ingin teriak, tensinya benar-benar naik dibuat wanita ini. Tapi otaknya masih berjalan lancar, ia tau malu jika ribut urusan rumah tangga didalam cafe ini.


Sashi berusaha tenang melihat ekspresi Ken yang tidak bersahabat.


" Tuan mulailah dari awal, tidak ada kata terlambat untuk mendapatkan kebahagian. Bukankah tuan dan Felicia saling mencintai? bahkan kalian sudah merencanakan pernikahan, tapi semua itu gagal karena egoku. "


" menikahlah dengan wanita yang kau cintai tuan, kau berhak memilih pasangan hidupmu., Dan jika urusan kita telah selesai aku akan pindah keluar kota. Aku akan mencari pekerjaan disana dan aku juga akan memulai hidupku yang baru. " Sashi tersenyum tapi hatinya terluka, ternyata sesakit ini untuk melepaskan seseorang yang kita cintai.


Ken memandang Sashi dengan tatapan tidak suka, tangannya mengepal. Ken tak mau terpancing emosi tanpa sedikit pun menjawab Sashi ia langsung bangkit dari duduknya.


" pulang ke mansion sekarang juga ! " suara perintah yang penuh dengan penekanan.


Ken berbalik meninggalkan Sashi didalam cafe itu sendiri, dari pada nanti emosi dan menjadi tontonan orang banyak Ken memilih untuk keluar dari cafe tersebut.


" Adam, jemput Abian dari mansion. Malam ini Abian menginap di Apartemenmu." Ken menutup secara sepihak, dengan langkahnya yang panjang ia langsung masuk kedalam mobil.


Sesaat setelah Ken pergi dari Cafe, Sashi kembali menangis menahan sesak didadanya.


Benar kata Juan jangan mengharap bintang yang paling terang. Tangannya berusaha menutupi mulutnya agar isak tangisnya tak terdengar oleh pengunjung cafe yang lain.


.


.


Bugh... bugh... bughhh...


suara pukulan tinju jelas terdengar diatas ring

__ADS_1


Keringat Ken bercucuran membasahi tubuhnya yang atletis, ia luapkan semua emosinya diatas ring. Dan korbannya adalah ketua tim khusus, tentu saja Jerry orangnya. Bukan korban hanya saja Ken meminta Jerry untuk menjadi lawan tandingnya. Sebab Adam tak punya keahlian untuk urusan seperti ini jadi Jerry adalah orang yg tepat untuk berduel.


" Tuan sepertinya ada jiwa devil yang merasuki tubuh anda saat ini. " Dengan nafas yang tersengal sengal, Jerry menyadari ada yang tak beres dengan tuannya


Rahang Ken semakin terlihat mengeras tatapannya sangat tajam. " ya kau benar aku sedang gila saat ini, emosiku naik level paling tinggi."


Ken kembali memasang kuda-kuda mengepalkan kedua tangannya , ia kembali berduel dengan Jerry ia bermain dengan penuh rasa amarah. Ken menyerang Jerry dengan membabi buta.


Jerry tau ia harus menghentikan amarah Tuannya, dan dengan sangat terpaksa ia meninju tulang pipi tuannya dengan kekuatan penuh hingga mampu membuat Ken berpaling, Ken terdiam ia sadar hatinya sedang gundah gulana saat ini. Darah segar keluar dari hidung dan bibir Ken.


" Tuan lebih baik selesaikan masalah anda dengan kepala dingin, tidak baik juga seperti ini. " Jerry mendekati Ken lalu menepuk pelan pundak tuannya.


" Aku hanya meluapkan emosiku, dari pada aku harus ke bar dan berujung mabuk mabukan lalu bermain wanita, lebih baik aku seperti ini. " Ken mengusap darah yang keluar dari hidungnya.


"pulanglah tugasmu sudah selesai. ini juga sudah larut malam, anak istrimu menunggu. " ucap Ken lalu dengan entengnya ia turun dari ring dan keluar dari tempat itu.


Jerry hanya memandang Ken yang berlalu meninggalkannya, ia hanya bisa menggelengkan Kepalanya. Lalu ia juga turun dari ring dan memakai kembali kaosnya. ia buka tasnya untuk menelepon belahan jiwanya


" Sayang aku dipukuli seseorang, kau jangan tidur dulu. obati aku dengan caramu. "


Setelah mendengar jawaban dari istrinya, Jerry langsung mengambil tasnya dan berlalu dari sana, senyumnya merekah sebab istrinya akan mengobatinya dengan cara yang sangat nikmat.


.


.


Haihai readers, yang masih setia dengan babang Ken dan sashi. othor mau ngucapin makasih banyak atas dukungannya selama ini.


Semoga kita semua diberi kesehatan dalam menghadapi wabah yg ada saat ini, tetap ikuti prokes ya. salam sehat buat kita semua 😘😘😘


multivitamin jgn lupa!! šŸ˜‚

__ADS_1


__ADS_2