
Ken memegang erat kemudi mobil mewahnya, ia masih ragu melajukan mobil itu.
" Dad.... " sapa Sashi yang melihat Ken sedari tadi tidak mau melajukan mobilnya.
" sayang apa kau yakin? aku fikir kau akan meminta mobil, berlian atau barang branded lainnya. " tanya Ken sambil memandangi Sashi yang duduk disebelahnya.
" Dad, hari ini aku berulang tahun. hanya itu yang aku minta. bukankah kau sudah janji akan mengabulkan permintaanku?? "
Ken memegang tangan Sashi lalu mengecup punggung tangannya.
" Baiklah, kita akan menemuinya. "
Sashi tersenyum lalu mengecup bibir Ken sekilas, "terima kasih dad, kau yang terbaik. "
.
.
Satu setengah jam mereka diperjalanan, hingga akhirnya Sashi terpelongo saat Ken memarkirkan mobilnya dan melihat tempat yang tidak sesuai dengan perkiraannya.
" sayang ayo turun. " Ken membantu Sashi membuka seatbelt.
" Dad, aku ingin bertemu Felicia tapi kenapa kau membawaku ke rumah sakit jiwa?" Tanya Sashi yang benar tak mengerti kenapa dia dan Ken berhenti disini.
" Kita akan segera menemuinya. "
" maksudmu disini dad ?"
__ADS_1
Ken menganggukkan kepalanya, lalu ia elus pipi Sashi dengan lembutnya. " ayo kita harus segera turun dan menemuinya. "
Ken dan Sashi sudah turun dari mobil, wanita itu meremas remas jarinya. ntah kenapa ia merasa ada yang tidak beres disini, Ken mengetahui akan hal itu perlahan tangan kekarnya langsung menggenggam tangan istrinya untuk membuatnya jauh lebih tenang.
Ken dan Sashi jalan saling beriringan, tak sedikitpun Ken melepaskan tangan istrinya. Mereka telah masuk kedalam rumah sakit itu, dengan diantarkan oleh seorang suster untuk menuju sebuah ruangan.
Deg
Jantung Sashi berdetak kencang, dilihatnya wanita yang dulu sangat cantik namun sekarang telah menjadi kusam. Rambutnya teracak-acak, ia memain-mainkan jari jemarinya, sesekali ia mengoceh sendirian.
" D-dad... " Sashi terbata melihat kondisi Felicia yang memprihatinkan.
" Felicia mengalami gangguan kejiwaan sehari setelah melihat daddy nya bunuh diri dengan menembakkan kepalanya dengan pistol. "
Mata Sashi berembun, beginikah nasib seorang Felicia yang dulu terlihat bak putri raja.
" tidak boleh, aku takut jika dia kumat pasti akan mengamuk dan menyakitimu. " Ken tak membiarkan Sashi untuk masuk kedalam.
" Dad kumohon... " mata Sashi sudah berembun.
Setelah berkonsultasi dengan perawat yang merawat Felicia akhirnya Sashi diizinkan masuk kekamar itu, tentu tidak sendirian. ia masuk bersama Ken dan Dua orang perawat laki-laki.
Felici menggigit kukunya, dia merasa takut tubuhnya sedikit gemetar. " Husstt.... husstt... " usirnya.
Sashi duduk dibrankar yang hanya berukuran pas untuk satu orang, felicia juga duduk dibrankar yang sama dengan menyudutkan tubuhnya kedinding. ntah kenapa Sashi tak mampu menahan air matanya. Tangannya perlahan ingin mengelus pipi Felicia, namun Felicia langsung menepisnya dengan kasar.
" daddy ingin aku menjadi cantik... pintar.... hahahahaha" Felicia tertawa-tawa sendiri, lalu mukanya berubah menjadi murung. " bukan aku yang jahat, tapi daddy!! "
__ADS_1
Tiba-tiba Felicia berdiri diatas brankar dan ingin menyerang Sashi, dengan cepat Ken langsung melindung istrinya.
" Daddy yang ingin membunuh wanita itu!!!!!" teriaknya lagi, kedua tangan Felicia sudah dipegang oleh para perawat lalu salah satu dari mereka menyuntikkan obat penenang untuk Felicia.
Sudut netranya meneteskan air mata felicia terbaring ditempar tidurnya.
" dasar daddy bodoh, tidak pintar bermain pistol. Dooorr..... malah menembak kepalanya sindiri. hahahahaha......,harusnya wanita itu yang mati,tetapi kenapa daddy yang mati hahahaha... ? daddy bodoh daddy bodoh daddy bodoh.... aku pintar dan daddy bodoh. " Felicia berceloteh sendiri hingga obat itu mulai bekerja lalu felicia pun tertidur dengan nyenyak.
Sashi dan Ken telah keluar dari ruangan felicia, Sashi menutup mulutnya agar isak tangisnya tak terdengar oleh Ken.
Pria itu memeluk istrinya hingga pecah air mata Sashi.
" everything it's okey." ucap Ken sambil mengecup pucuk rambut istrinya.
" dad... aku masih tidak mengerti. Ada apa ini semua dad tolong jelaskan padaku. " Sashi menangis dalam pelukan Ken.
" Aku akan menjelaskannya padamu. " ucap seorang wanita yang dikenal benar oleh Ken. Mata ken dan Sashi tertuju padanya. Dia adalah Mona ibunda Felicia.
.
.
Selamat idul adha bagi yang merayakan š
n always happy reading buat readers semua, ayo kita ngehalu bersama. Tetap kasih semangat buat othor ya
kiss kiss kiss ššš
__ADS_1