JEBAKAN CINTA SASHI

JEBAKAN CINTA SASHI
Bab 14


__ADS_3

2 bulan kemudian


Mahanta company


Ken sesekali melirik ponselnya yg ada diatas meja, ntah kenapa dy mengharapkan ponsel itu memberi notifikasi pesan.


" sudah seminggu ini dy tidak memberiku kabar. "


Ia menggerutu dalam hati.


Ken membolak balik pesan yg selalu sashi kirim untuknya, tapi tdk ada 1 pun pesan yang ia balas untuk sashi.


Ntah Kenapa ada rasa gelisah menyelimuti hatinya kala sashi tak memberinya kabar lagi.


Ken memijit mijit Keningnya, dy bingung dengan hatinya ada sedikit rasa rindu dalam benaknya. Lalu tak lama ia menggeleng2kan kepala untuk menepis rasa rindu pada sashi.


Ceklek


Pintu ruangan ken terbuka


" kau!!!! " menaikkan nada suaranya


" maaf pak "


Ya siapa lagi kalo bukan adam, hanya adam yg berani membuka pintu ruangan ken tanpa mengetuk terlebih dahulu


Adam : " 15 menit lagi meeting akan segera dimulai pak, semua staff sudah berada diruang meeting. "


Ken berdiri dari kursinya merapikan jasnya lalu keluar diikuti adam yg berada dibelakangnya.


Adam menekan tombol lift khusus CEO,


Hanya ken dan Adam yg bisa menggunakan lift itu.


Ken berjalan melewati karyawannya dengan wajah yg sangat datar, mereka semua tertunduk tanpa berani menatapnya. Aura ketampanan dan jiwa pemimpin yg sangat melekat pada diri ken membuat banyak pegawai wanita terpesona dgn bosnya sendiri.


Ken masuk kedalam ruang meeting diikuti Adam di belakangnya, semua staff yg berada didalam langsung berdiri untuk memberi hormat.


Ken : " selamat pagi. Aku berharap presentasi yg kalian sampaikan hari ini tidak menghasilkan kekecewaan. "


Ken memberi kode pada adam untuk memulai presentasi.

__ADS_1


Adam : " baiklah meeting kita mulai "


Satu persatu staff menjelaskan semua idenya masing masing, namun tak ada satu pun yang memuaskan untuk ken.


Tiba2 ken memukul meja dengan sangat keras. Semua kaget para staf bergidik ngeri dengan kemarahan bosnya.


" Berani sekali kalian membuang buang waktu ku!!! Teriak ken


Tak ada satupun yg berani menjawab, mereka semua tertunduk.


" aku beri kalian waktu seminggu untuk merevisi ini semua. Dan jangan tunjukkan hasil yang memalukan seperti ini lagi. Apa kalian paham!!! "


Nada yg dikeluarkan ken sangat lantang suaranya menggema ke seluruh ruangan.


" paham pak " ucap para staff serempak


Melihat ken yg tidak mood, adam langsung menutup meeting dengan para staff.


" baiklah meeting hari ini cukup sampai disini, dan semua bisa kembali keruangan masing"


Semua staff kembali berdiri dan mengundurkan diri utk kembali ke ruangan kerja mereka.


Adam : " sepertinya anda sedang tidak baik hari ini pak. "


Ken tidak memperdulikan ucapan adam. Masih dengan wajah datarnya dan bergelut dengan fikirannya sendiri.


.


.


.


cahaya rembulan menerangi gelapnya malam.


Ken sedikit sempoyongan masuk ke dalam mansionnya.


awalnya adam ingin mengantar ken pulang, namun ia menolak. ken sangat malas mendengar ocehan adam yg melihatnya mabuk ia lebih memilih supir untuk membawanya pulang ke mansion.


tangannya meraih gagang pintu dan membukanya, ia langkahkan kakinya masuk kedalam kamar, membuka kemejanya dan membuangnya kesembarang arah. Kepalanya terasa berat karna efek alkohol yg ia minum , lalu ia masuk ke dalam kamar mandi untuk mendinginkan tubuhnya yg terasa panas. Dibawah guyuran shower ia menahan kedua tangannya didinding, membiarkan air membasahi tubuhnya. ia mencoba memejamkan mata utk menghilangkan 1 titik yg ada difikirannya.


sashi dan sashi . . . itulah yg ada dipikiran ken saat ini, dulu saat sashi masih tinggal dimansion sedikitpun ken enggan untuk memikirkannya, bahkan tak perduli sama sekali.

__ADS_1


ken sudah selesai dengan acara mandinya, ia enggan menggunakan baju, dadanya yg bidang dan perut sixpack makin menambah pesona pria matang itu ken hanya menggunakan celana ponggol, ia biarkan rambutnya setengah kering dan berjalan menuju balkon kamar sambil menghidupkan rokok yg sdh berada dibibirnya, menghisap lalu mengeluarkan asap dari mulut dan hidungnya.


selesai dengan itu semua, ia lebih memilih naik keatas ranjang untuk mengistirahatkan fikirannya, hingga ia terlayang dalam tidurnya.


.


.


.


Berdiri seorang wanita sedang memetik setangkai bunga mawar merah, menggunakan dress berwarna putih sebatas lutut dan lengan panjang yg tembus pandang, ia biarkan rambut ikalnya tergerai menari nari diembus oleh sejuknya angin.


Ken memandanginya dari belakang, lalu wanita itu menolehkan pandangan ke arah ken dan memberi senyum yg sangat indah, hatinya terhipnotis akan senyuman itu langkahnya maju untuk mendekati sang wanita hingga mereka saling berhadap2an.


wanita itu mendongakkan kepalanya untuk bisa menatap ken, karna tingginya hanya sebatas bahu ken saja. ia persembahkan bunga mawar yg ia petik tadi untuk ken, perlahan tangannya mulai berani menyentuh lembut pipi hidung dan bibir ken lalu kembali memberikan senyuman.


saat ken sedikit lengah, wanita itu berlari meninggalkan ken. ken yg tidak mau ditinggalkan olehnya langsung mengejar dengan sekuat tenaga hingga akhirnya ken dapat meraih tangannya dan menarik pinggangnya masuk kedalam pelukan ken.


ia peluk erat wanita itu agar tidak kabur lagi.


Mereka berada ditengah2 kebun bunga yg sangat indah, mata mereka saling menyatu ken merapikan rambut si wanita karna tertiup angin menyelipkannya ke telinga. ken mulai mengecup kening, mata, hidung pipi dan dagu , kemudian ken terhenti melihat bibir ranum berwarna pink muda, mendekatkan wajahnya dan menciumnya sekilas.


Kembali mereka saling tatap, mata mereka saling terkunci, ken kembali mendekatkan wajahnya dan mulai mencium bibir wanita itu dengan sangat lembut dan penuh cinta, rasanya ia tak ingin melepas ciumannya ken semakin ******* bibir ranum itu, ken semakin ganas kala ia menerima balasan dari setiap ciuman yg ia beri. Ada rasa bahagia yg dirasa oleh ken.


tak henti hentinya mereka saling me***** bibir, hingga akhirnya ciuman itu terlepas saat mereka mulai kehabisan oxygen. keduanya saling mengambil nafas dengan terengah2 ken menempelkan dahinya dengan sang wanita. wajah mereka sangat dekat sampai mereka bisa merasakan deruhan nafas satu sma lain.


setelah menetralkan nafasnya ken ingin kembali menciumnya bahkan ingin melakukan hal yg lebih dalam, tapi wanita itu mampu melepas tangan ken dari kedua pipinya, dan berlari lagi. saat itu ntah Kenapa ken tak mampu mengejarnya hingga wanita itu menoleh kebelakang melihat ken dan tersenyum lagi hingga perlahan bayang wanita itu menghilang.


ken : " sashiiii..... " teriak ken sangat kencang,


ia terbangun dari tidurnya.


seakan tak percaya tapi darahnya mengalir deras dan jantungnya memompa 2x lebih cepat.


ken.....


šŸ€šŸ€šŸ€


tetap dukung author ya readers


vote like n comment yg positif 🐈

__ADS_1


__ADS_2