
Mahanta Company
" Aku sudah menunggu saat-saat seperti ini. Aku akan segera membawanya ke Indonesia." Ken memutus sambungan telepon dengan seseorang, ia sedikit mengulum senyuman dibibirnya. Menyandarkan kepalanya kepada kedua tangannya, diliriknya jam dinding yang menunjukkan jam makan siang.
" hah.. kenapa dia lama sekali. " gumamnya pada diri sendiri.
....
Otak Sashi berputar-putar bagaimana caranya ia masuk kedalam ruangan Ken sementara Sashi tidak tau dimana letaknya.
Langkah kakinya perlahan masuk menuju resepsionis
" Permisi mbak, saya mau bertemu dengan tuan Kenfredy. " ucap Sashi
" Maaf apa sebelumnya anda sudah memiliki janji dengan tuan Kenfredy? " tanya resepsionis sambil memandang Sashi yang tengah membawa paperbag berisi makanan. Penampilannya yang sederhana membuat para resepsionis saling lirik satu sama lain, sebab setiap tamu atau clien yang bertemu dengan tuan Ken selalu berpenampilan modis.
" janji? " tanya Sashi
" ya anda harus membuat janji pada tuan Kenfredy terlebih dahulu. "
Sashi menggaruk-garukkan kepalanya, " haiss mau antar makanan aja ribet. "
Dari kejauhan seorang wanita memandangi Sashi dengan seksama, dan ia memutuskan untuk mendekati Sashi.
Tepukan pelan dipundak Sashi membuatnya sedikit terkejut dan membalikkan tubuhnya kesamping, Sashi ingat wanita ini ia pernah tak sengaja menumpahkan kopi dibajunya.
" ah benar ternyata kamu. masih ingat kamu pernah menumpahkan kopi dibajuku. " Mira menyilangkan tangannya didepan dada
__ADS_1
Sashi menyengir dia ingat itu, hal bodoh yang tidak sengaja ia buat.
" aku mau minta maaf, waktu itu aku sedikit kasar padamu, ya karna seseorang sudah membuat moodku tidak bagus saat itu." Mira menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Sashi. " bagaimana kau memaafkan ku? " tanya Mira
Sashi tersenyum, dan menyambut uluran tangan Mira.
" hmm.. tentu "
" aku Mira dan jika boleh tau siapa namamu, Lalu kenapa kamu disini? "
" aku Sashi ,oh ini aku ingin bertemu dengan tuan Kenfredy, dia menyuruhku mengantar makan siang untuknya. " jawab Sashi sambil memperlihatkan paperbag yang dibawanya.
" kau mengenal bos kami?" Mira sedikit membulatkan matanya
" ya, karna aku juga bekerja dengan tuan Kenfredy " jawab Sashi sedikit kikuk
" owh... kamu dari kantor cabang? " tanya Mira lagi
" ya kamu benar, sulit bertemu dengan Tuan Kenfredy jika tidak punya janji khusus., baiklah kamu bisa menitipkan itu padaku. " Mira menerima paperbag dari tangan Sashi.
" makasih ya Mira, kalau begitu aku pamit. "
Sashi berjalan menuju pintu keluar, Mira hanya memandangi Sashi dari belakang hingga tak terlihat. Mira melirik kearah paperbag, ia akan segera mengantarkan makanan untuk bosnya.
ting
suara pintu lift terbuka, Mira mendengus kesal melihat pria yang ada didalam lift, Mira enggan untuk masuk berduaan didalam lift bersama Adam.
__ADS_1
"lebih baik titip dia saja. " Mira bermonolog pada dirinya sendiri
" antarkan makanan ini untuk tuan Ken, bilang seorang pekerjanya dari mansion yang mengantarkan. " Mira mengulurkan tangannya memberi paperbag pada Adam dengan pandangan yang ia alihkan ntah kemana.
" ciiih,, kau percaya begitu saja. Bagaimana kalau dia memberi racun pada makanan ini. Atau ini bukan makanan bisa saja bangkai tikus atau ular atau belatung. Aku tidak mau mengantarnya, kau saja yang mengantarkan untuk tuan Ken. Apapun yang ada didalam paperbag itu kau yang harus bertanggung jawab. " ucap Adam dengan santai dengan kedua tangan dimasukkan kedalam saku celananya
Mira membulatkan matanya, benar saja yang dikatakan Adam. kenapa ia bisa ceroboh seperti ini.
" i ini.. emm.. tidak bisa sembarang jumpa dengan tuan Ken, kau kan orang terdekatnya jadi aku titip ini padamu. " Mira mencari cari alasan agar ia dapat terlepas dari titipan itu, sebenarnya dia juga merasa takut jika paperbag itu berisi hal hal yang aneh.
Adam keluar dari lift dengan santainya, Mira berusaha mengejar Adam. " tolonglah jadi aku harus bagaimana.? "
Adam hanya mengangkat bahunya dengan cuek.
Mira kembali mengejar Adam dan menarik tangannya. " Adam tolong antarkan ini pada tuan Ken, katakan wanita itu bernama Sashi, jika tuan kenal pasti ia akan menerimanya. "
" what... ??? Sashi.... " tanya Adam.
Mira menganggukkan kepalanya dengan cepat.
" shittt... Kenapa kau tidak bilang dari tadi. " Adam langsung mengambil paperbag dari tangan Mira, dan kembali ke lift untuk menuju ruangan Ken.
sedangkan Mira hanya melongo smbil menggelengkan kepalanya. " dasar pria sinting." ucapnya
...
vote like n comment š
__ADS_1
" adakah cinta untukku? " juga sudah Up.
maaf yee promosi mulu.. šš