
" kalau kau pingsan terpaksa aku harus memanggil dokter dan kau tau itu tidak gratis, biaya akan semakin bertambah. " Ken memasang wajah seserius mungkin.
Ken memang tidak berbohong tentang nominal yang ia sebutkan dan itu mampu membuat wajah Sashi seperti orang bodoh, dari mana ia bisa mendapatkan uang segitu banyak.
" kenapa kau menyesal ingin menyicilnya? Jangan pernah menyesal karna aku sudah setuju dengan ucapanmu. " Ken sedikit menyeringai.
Sashi hanya mampu menggerutuki dirinya sendiri, betapa bodohnya dia kenapa pertanyaan tentang biaya bisa keluar dari mulutnya. Akh.. namanya penyesalan pasti datang belakang.
Ken Kembali menjulurkan sendok berisi sayur kehadapan Sashi. " Aku juga punya syarat untukmu, mulai hari ini dan seterusnya kau akan kuajari untuk makan sayuran, dan jika kau menolak aku akan memberikan bunga pada hutangmu tidak ada negosiasi. Kau mau hutangmu semakin bertambah karna tidak mau makan sayur? " Ken menatap Sashi dengan intens.
Sontak Sashi menggelengkan kepalanya, " tidak tuan, mendengar dua ratus juta saja kepalaku sudah mau meledak apalagi harus ditambah bunga. " jawab Sashi dengan polosnya.
" Good, Kalau tidak mau hutangmu bertambah makanlah. "
Dengan sangat terpaksa Sashi membuka mulutnya dan menerima suapan dari Ken. Ada yang aneh ia rasa didalam mulutnya, ia ingin sekali muntah tapi ia tahan. Matanya merem sambil mulut menguyah.
__ADS_1
Ken sangat gemas melihatnya, hanya saja Ken kembali menakut nakuti istrinya. "jika dimuntahkan bunganya bertambah 5x lipat. "
Sashi menggeleng , matanya berembun tiba tiba Sashi menangis layaknya anak kecil.
" kenapa kau menangis?? " tanya Ken sedikit heran
" tu tuan hiks hikss.. aku stress sekali makan sayurnya, rasa dimulutku aneh sekali... hikss hiksss.. " Sashi merengek manja dengan airmata bercucuran.
Pfftt... tak tahan menahan tawanya akhirnya tawa Ken pun pecah.
" heii... Kau hanya makan sayur. " Ken mencubit pipi istrinya
Ken kembali tertawa. " hahaha.. tidak bisa. "
Pelan tapi pasti Ken dengan telaten menyuapi Sashi hingga makanan dipiring habis tak tersisa.
__ADS_1
" Good job." ucap Ken melihat isi piring sudah kandas, sedangkan Sashi hanya memasang wajah cemberut ia merasa tersiksa sekali dipaksa makan sayuran.
Ken memberikan segelas air minum untuk Sashi dan diterima dengan baik oleh wanita itu.
" untuk hutangmu yang 200juta kau tidak perlu membayarnya dengan uang."
Sashi menyerngit heran ia menautkan alisnya. " jadi aku harus membayar dengan apa tuan? "
" Kalau kau sudah sehat akan kuberitau cara membayarnya. " ucap Ken sedikit menyeringai nakal.
Sashi yang dipandang seperti itu sedikit merinding.
Tanpa mereka sadari, sudah ada sepasang mata yang dari tadi sudah memantau mereka didepan pintu. Pria paruh baya itu tersenyum melihat kehangatan didalam ruangan, ia bisa melihat Ken tertawa lepas dan melihat Sashi merengek manja karna tidak mau makan sayuran.
Fauzi kembali putar arah Saat akan pergi dari rumah sakit, Karna sesungguhnya dia juga sangat khawatir dengan kondisi wanita yang telah dianggap layaknya putrinya sendiri. Fauzi memutuskan untuk menunggu Sashi terbangun, tapi saat ia ingin masuk dia mendengar percakapan Ken dan juga Sashi, dan pria paruh baya itu tidak mau mangganggu mereka.
__ADS_1
....
othor khilaf harusnya besok di up untuk bab yg ini š¬