JEBAKAN CINTA SASHI

JEBAKAN CINTA SASHI
Bab 56


__ADS_3

Ketukan pintu kembali mengagetkan Sashi yang masih berdiri terdiam, ragu ragu untuk membuka perlahan ia putar handle pintu.


" aww... " Sashi meringis kesakitan, ketika ia membuka pintu tiba-tiba rambutnya dijambak dengan sangat kasar, lalu ia dihempaskan begitu saja hingga terjatuh.


Matanya membulat melihat sudah sangat ramai warga kampung berada didepan rumahnya.


" ada apa ini?? " Sashi berteriak.


rambutnya kembali dijambak dengan membabi buta,


" Dasar kau wanita ja**** kau tidak pantas berada disini!!! " ucap seorang ibu yang tengah menjambak rambut sashi.


" iya benar usir dia... " suara suara keluar dari mulut mulut tak berakhlak


" dia wanita berbahaya. "


" benar benar... usir dia... , "


suara suara itu semakin ramai, Sashi yang masih merasakan sakit dikepalanya mencoba untuk bangkit.


" kenapa kalian melakukan ini !? aku tidak mengerti maksud kalian!! " Ada rasa marah pada diri Sashi, kenapa dia diperlakukan seperti ini dikampung halamannya.


" hey kau ja**** , kami sudah tau semua kebusukanmu.! kau sudah menuntut ilmu hitam dan mengincar para pria yang sudah beristri! " ada seseorang yang sangat pintar memprovikasi hingga membuat suasana semakin memanas.

__ADS_1


tuhan... fitnah apa ini??


mata Sashi membulat, dia tidak terima difitnah oleh orang orang yang berada didepannya


" ini fitnah... fitnah... bahkan kalian tidak punya bukti sama sekali " Sashi mencoba membela dirinya.


" jangan dengarkan dia, maling kalau mengaku penjara penuh. " teriak seseorang


Sashi gelagapan, dia merasa takut yang teramat sangat. Dengan rambut yang masih acak-acakan ia berusaha untuk tetap meyakinkan warga bahwa tuduhan itu tidak benar.


hingga beberapa wanita yang sudah bersuami murka pada Sashi mendekatinya dengan penuh rasa benci, menampar memukul hingga menggunting asal rambut Sashi.


Sashi babak belur, darah keluar dari pelipis matanya dan sudut bibirnya luka lebam menutupi wajah cantiknya. Merasa tak puas hingga ada beberapa orang yang melemparinya dengan tomat, telur, hingga batu berukuran sedang. Keadaan Sashi sungguh berantakan.


" Bakar saja rumahnya.. biar wanita ja**** ini tidak kembali kempung ini lagi!!! "


Bakar . . .


Bakar . . .


Bakar . . .


Suara yang terdengar sangat lantang.

__ADS_1


" to tolong ja jangan lakukan ituu, jika aku punya salah pada kalian ma maafkan akuu.. " Sashi tak punya tenaga untuk berdiri, dia berusaha menyeret tubuhnya mendekati warga sambil meminta minta ampun.


Air matanya mengalir dengan derasnya, Seakan tak perduli beberapa orang sudah mulai menyiram bensin disetiap sudut rumah sashi.


" Akkhhh.. aku bilang hentikaaaannn !!! " Sashi berteriak dengan sekuat kuatnya, ia kumpulkan tenaganya untuk bangkit menghentikan penyiraman bensin disetiap sudut rumahnya.


Tapi apalah daya ia hanya seorang diri melawan begitu banyak orang yang hatiya sudah dirasuki oleh iblis. Langkahnya dicegat, Sashi kembali ditarik dan dihempaskan dengan kuat.


Sashi kembali melawan, ia harus mempertahankan rumah peninggalan orangtuanya, tempat dimana ia memiliki kenangan manis didalamnya.


Hancur hatinya melihat kobaran api yang melahap rumahnya, mereka manusia yang kejam dengan mudahnya di adu domba oleh mulut mulut beracun.


" Akkhhhhh....


.... " teriakan Sashi sangat melengking, melihat kobaran api semakin besar, hancur sangat hancur hati dan perasaannya, sejuta kenangan ada didalam rumah itu, Sashi memukul mukul dadanya yang terasa sangat sesak. Mengusap usap wajahnya yang basah akibat air mata keringat dan juga pecahan telur, ini bagaikan mimpi buruk yang menjadi kenyataan.


Sashi meraung raung seperti orang gila tangisannya semakin deras, pita suaranya menjadi tercekat ditenggorokan.


" Kalian semua manusia biadab!!! " teriakan Sashi semakin memancing kemarahan para warga yg telah menghakiminya.


...


hai hai readers, thor cuma mau tanya udah pada buat kue raya belom?? wkwkwk....

__ADS_1


šŸ˜‚


__ADS_2