JEBAKAN CINTA SASHI

JEBAKAN CINTA SASHI
Bab 35


__ADS_3

Pintu gerbang mansion terbuka secara otomatis, mobil yang ditumpangi ken dan sashi langsung disambut oleh para penjaga mansion.


Adam memberhentikan mobil tepat didepan pintu masuk. Ken dan sashi langsung masuk kedalam kemudian adam berlalu meninggalkan mereka berdua dengan membawa mobil ken.


" cepat ganti bajumu, aku tidak mau papi melihatmu menggunakan baju yg murahan seperti itu. "


" tapi aku gk punya baju mahal tuan."


Ken menepuk tangannya, pelayan yang membawa beberapa paperbag berisi baju langsung datang menghampiri mereka. Setelah ken tau papinya akan pulang ke indonesia ia langsung memerintahkan pelayan untuk membeli baju untuk Sashi.


" bawa baju-baju itu semua ke kamarku. " perintah ken pada pelayannya. " dan kau sashi langsung ganti bajumu. "


sashi mengangguk, mengikuti pelayanan yang membawa baju-bajunya.


sashi berjalan kelantai dua mansion, lalu memukul pelan pundak sang pelayan


" mbak, sini sashi aja yang bawa. ntar sashi pakai nya dikamar sashi yang dulu aja. "


" aduh non, jangan.. ntar tuan ken marah sama saya" raut wajah pelayan itu sedikit takut


" gak akan, klo gk mba ikut sashi ke kamar sashi aja ya." pelayan itu kelihatan ragu, namun sashi berusaha untuk meyakinkannya, seperdetik kemudian sang pelayan setuju ikut dengan sashi kekamar.


Sesampainya didepan pintu kamar, sashi langsung mengambil kunci yg ia simpan ditas. mencoba memutar kunci namun tidak bisa. Tangannya masih berusaha untuk membuka pintu namun sia sia.


" kok gk bisa dibuka sih, didalem masih banyak barang gue lagi. " gumamnya pelan.

__ADS_1


" mau sampai kapanpun kau tidak akan bisa membukanya, kunci pintu sudah ku ganti. " suara bariton yg terdengar dari belakang mengejutkan sashi dan pelayan. keduanya tertunduk takut dengan kehadiran ken.


" bukankah aku menyuruhmu untuk membawa baju-baju itu ke kamarku? " tanya ken pada pelayan dengan penuh penekanan.


pelayan bergidik ngeri mendengarnya " ma maaf tuan, tapi nyonya yang meminta saya ikut kesini"


" apa dia yang menggajimu? baiklah karna kau sudah berani menentangku kemasi barang-barangmu sekarang juga. aku tidak mau melihatmu bekerja disini lagi! " nada suara ken sudah bertambah satu oktaf.


sontak sashi menegakkan kepalanya, ia sungguh terkejut dengan pernyataan ken sedangkan sang pelayan tubuhnya sudah bergetar mendengar bahwa ken telah memecatnya.


" tuan... tuan... tolong jangan pecat dia, aku yang memintanya untuk diantar ke kamarku. tuan kumohon maafkan dia, aku benar-benar menyesal aku merasa sangat bersalah padanya. " Sashi memohon pada ken untuk tidak memecat pelayan wanita itu, bagaimana pun ini adalah ulahnya.


Ken memandang sinis pelayan yang sudah duduk bersimpuh sambil menangis. Ken tidak perduli dengan permohonan sashi, ia langsung menarik paperbag yang sedari tadi dipegang oleh sang pelayan, dengan langkah yang cepat ken langsung menuju kekamarnya.


Sashi langsung mengejar ken pergi meninggalkan pelayan yang masih duduk bersimpuh.


ceklek...


ken memutar gagang pintu kamar.


" tuan... tuan.. tolong dengarkan aku dulu. " sambil memegang lengan ken "tuan ini salahku, hukum aku tapi tolong jangan pecat dia, ku mohon tuan... " nada bicara sashi benar-benar terdengar sangat menyesal, ken mengalihkan pandangan pada lengannya yang masih dipegang sashi pria itu juga menunjukkan rasa tidak suka.


Melihat raut wajah ken, sashi cepat-cepat menarik tangannya. Ken langsung melangkah masuk ke dalam kamar diikuti sashi dibelakangnya.


ken melemparkan beberapa paperbag yang ada ditangannya kesofa yang ada dikamar. Sashi masih sangat gugup, dia menarik narik ujung bajunya sambil memberanikan diri mendekati ken.

__ADS_1


" tuan tolong laah... "


" Diam! aku tidak mau mendengarmu. "


berlalu menuju kamar mandi.


" Ada hal yang akan ku katakan pada papi, dan aku yakin tuan juga ingin mendengarnya. " ucapan sashi mampu menghentikan langkah ken "yaa aku yakin tuan juga ingin mendengarnya, tapi dengan satu syarat tuan harus mengembalikan pekerjaan pelayan itu. "


Ken berbalik melihat sashi, mengeluarkan senyum tipisnya. " kau mau bernego denganku, kau kira kau siapa?? lain kali jika akan mengambil keputusan kau harus memikirkannya. aku sudah sering mengatakan kalau aku tidak suka dibantah. tapi kalian berdua berani melawanku. "


" tuan ini hanya masalah kecil, tidak baik untuk dibesar-besarkan apalagi harus memecatnya. "


ken berdecih " masalah kecil kau bilang?? tapi tidak untukku!!! " ken membentak sashi, tubuh wanita itu bergetar merasa takut. namun ia tetap memberanikan dirinya.


" baiklah kalau begitu tuan, aku tidak akan menemui papi, dan aku juga tidak akan mengatakan hal yang seharusnya ku katakan sejak dulu. " ntah keberanian dari mana hingga sashi mampu mengatakan hal itu.


sashi berbalik ingin meninggalkan ken yang masih berdiri tegak.


" batalkan pemecatan sekarang!!! " Ken dengan amarahnya berteriak ditelpon kepada kepala pelayan, dan menutup telepon secara sepihak.


sashi yang tadinya ingin memutar handle pintu menghentikan tangannya, mendengar ken langsung menelepon kepala pelayan untuk membatalkan pemecatan. Sashi berbalik perlahan melihat ken


" kau puas !! ? " bentak pria itu pada sashi.


( tadinya sih author mau memperkenalkan karya terbaru othor, tapi thor pikir2 bagusan fokus ke babang ken dulu. ya kalau banyak permintaan dari readers bisa jadi thor berubah pikiran lagi. maklum lah thor juga manusia yang kadang mau plinplan heheheheh.... šŸ˜‚šŸ˜)

__ADS_1


šŸ€šŸ€šŸ€


Readers pasti dah paham yang author mau.!!!


__ADS_2