
Canada
" cih... aktingmu sungguh luar biasa fauzi. " betrand menatap sinis sahabatnya, fauzi yang sedang menikmati pemandangan dari balcon dipusat kota canada memberikan senyuman tipis di bibirnya.
" aku hanya ingin menguji ken, kita lihat saja apa anak nakal itu akan melepaskan sashi atau malah sebaliknya. " Setelah 3 hari di indonesia, fauzi memutuskan untuk kembali ke canada, dengan alasan merasa kecewa atas pengakuan sashi. Padahal ia hanya ingin memberi ruang lebih untuk putra dan juga menantunya untuk bisa saling berbenah diri.
" inilah yg ku tunggu-tunggu, yaitu sebuah kejujuran dari menantuku, walaupun aku sudah tau terlebih dahulu. Aku juga tidak menyangka kalau Sashi mau berkata jujur kalau dia sudah menjebak ken. aku juga bisa melihat seribu penyesalan dari wajahnya. "
Betrand menyeruput kopi yang ada ditangannya.
" lalu bagaimana dengan felisia? "
fauzi tersenyum menyeringai " tenanglah, kita atasi wanita itu beserta ayahnya secara perlahan. saat ini aku masih fokus dengan hubungan sashi dan ken saja, kau tau ... "
" ahh.. aku tidak tau " selah betrand begitu cepat
" cih brengsek...!!! yaaa kau tau aku juga menginginkan cucu. " ucap fauzi dengan sedikit berteriak, lalu menyeruput kopi hitam yang sedari tadi ia anggurin.
Mendengar itu membuat betrand tak mampu menahan tawanya.
" Fauzi Mahanta terang terangan mengatakan padaku menginginkan cucu, hahahahaha....
__ADS_1
jika kau sudah punya cucu nanti kusarankan kau harus rajin berolah raga, karna mengingat ketiga cucuku sendiri selalu menyuruhku untuk mengejar mereka saat sedang bermain. kau sudah tidak muda lagi sobat, aku takut pinggangmu akan rontok. "
fauzi menautkan alisnya
" setiap hari aku selalu olahraga, kau lihat walaupun aku sudah tua tapi aku masih kekar."
Betrand hanya mengangkat bahu, lalu kembali meminum kopinya
.
.
Restaurant HighClass
Sashi masih berkecamuk dengan fikirannya sendiri, disatu sisi dia merasa sedih karna fauzi telah kembali ke canada karna sebuah rasa kecewa. selama 3 hari juga fauzi mendiami sashi, padahal ia sudah berusaha untuk bisa mencairkan suasana.
Namun disisi lain, 3 hari belakangan ia merasa kenyamanan dalam tidurnya yang sashi sendiri pun tak mengerti kenapa dan ada apa. Padahal hatinya sedang dilanda galau tingkat akut, belum lagi ken yang tiga hari ini juga selalu memaksanya untuk tidur didalam kamar ken. harusnya sashi merasa resah tidur seranjang dengan ken, tapi sungguh itu benar-benar tidak terjadi sama sekali.
" apa gue tidur kayak kebo sampe mati rasa, kok gue nyaman banget seranjang ama ken. padahal denger suaranya aja gue udah merinding. " batinnya.
Sashi menggeleng gelengkan kepalanya
__ADS_1
" fokus sashiii fokuss ... " gumamnya pelan, tangannya kembali mencuci udang yang ada diwastafel. setelah selesai ia memberikannya pada salah satu koki untuk segera dimasak.
Sashi masih dengan kesibukannya sendiri memberikan apapun yg diperlu kan oleh para koki, tanpa kenal lelah ia berpindah dari tempat satu ke tempat yang lain. hingga detik berganti menit dan menit berganti dengan jam.
Tak terasa ini sudah waktunya pulang untuk staff yang masuk dipagi hari, dan akan berganti dengan mereka yang masuk pada siang hari. Setelah mengambil tasnya di dalam laci loker ia bergegas untuk pulang, sesampainya di pintu keluar ia berpapasan dengan Dani.
" pasti kamu lupa sesuatu " pria tampan berwajah lembut itu berdiri tepat dihadapan sashi
sashi sedikit berfikir " lupa apaan chef?? "
Dani tersenyum lalu tangannya sedikit mencubit pipi sashi. "aww... " sashi mengelus elus pipinya
" sudah kukatakan akan membawamu ke suatu tempat minggu ini, pasti kau sudah lupa. "
sashi.....
.
.
ššš
__ADS_1
tetap tinggalkan jejakkk ššš