JEBAKAN CINTA SASHI

JEBAKAN CINTA SASHI
Bab 48


__ADS_3

sreng..


sreng..


sreng..


Sashi masih bertarung dengan alat perangnya, suasana menjadi hening semua mata tertuju pada sashi yang sibuk dengan masakannya, terlebih para juru masak yg belum pernah menyajikan hidangan untuk tamu kelas VVIP. Mereka saling berbisik, kenapa bisa Sashi yang mengambil alih untuk memasak hidangan tamu VVIP.


Pak manager mewanti wanti sashi dari belakang


" kamu yakin bisa menghidangkan masakan italy?? "


" yaah gk yakin juga sih pak. " sashi sedikit menyengir


glek....


pak manager menelan salivanya perlahan, ia sangat takut jika tamunya kembali marah dan melakukan hal hal yang tidak di inginkan.


" hah bagaimana ini, masakan chef terbaik saja dia tidak mau, apalagi masakan asisten dapur. " gumam pak manager dengan suara pelan.


Sashi mengelap keringatnya dengan handuk kecil yg selalu ia simpan didalam kantungnya.


sashi tersenyum saat melihat hidangan yang sudah tertata rapi dan cantik, tapi seketika senyumannya luntur. " Bagaimana ini, kalau tamu juga komplain habislah akuuu... " sambil menggaruk kepalanya yg tidak terasa gatal.

__ADS_1


.


.


Para pelayan membawa hidangan masuk kedalam ruangan VVIP dan diikuti pak manager yang jantungnya terasa dag dig dug😂


Para pelayan menghidangkan dimeja yang tepat berada didepan Ken dan Adam. Satu persatu hidangan mereka tata dengan sangat rapi diatas meja.


" silahkan dinikmati tuan Mahanta. " pak manager mempersilahkan Ken dan Adam untuk segera mencicipi masakan sang asisten dapur.


" Panggil wanita itu kesini. Jika masakan ini membuatku muak maka aku akan lebih mudah untuk melemparkan ke wajahnya. " ucap Ken dengan menekan suara baritonnya, dan Adam yang mendengarkan sebenarnya ingin tertawa terbahak-bahak, namun untuk tetap menjaga wibawa ia harus menahan itu semua.


" Aku membayar sangat mahal untuk ini dan aku tidak mau dikecewakan. " nadanya kembali dengan penuh penekanan.


Pak manager kembali menelan salivanya.


Beberapa menit kemudian, Sashi masuk dengan menundukkan kepalanya. wanita itu masih berdiri diambang pintu, pak manager menoleh ke arah Sashi


" sstt sini.. sini masuk.. " pak manager memanggil dengan suara pelan sambil mengerakkan tangannya untuk mengkode Sashi.


Sashi mengangkat kepalanya melihat pak manager, sedetik kemudian ia menggelengkan kepalanya dengan cepat. Pak manager sedikit melirik ke arah tamu, lalu menatap Sashi lagi dengan mata melotot.


Mau tidak mau Sashi dengan rasa gugupnya masuk kedalam dengan kepala yang menunduk, Sashi berdiri disebelah pak manager.

__ADS_1


" beri hormat pada tamu cepaaattt... " pak manager sedikit berbisik pada sashi dengan senyum yang dipaksakan, karna ucapanya tidak di indahkan oleh sashi pak manager sedikit menyenggol.


" sa salam hormat tuan. " Sashi masih dengan kepala yg tertunduk tanpa melihat siapa tamu yang ada didepannya.


" apa tamu ada dibawah lantai kenapa kau menunduk terus? kau tau tadi dia bilang jika makananmu membuatnya muak dia akan melemparnya tepat diwajahmu " pak manager kembali berbisik pada Sashi


" Apa...?? dia akan melemparkan makanan itu kewajahku?? ." sontak sashi menaikkan kepalanya melihat pak manager dengan mata yang membulat, suara sashi terdengar sangat nyaring hingga kedua tamu itupun dapat mendengarnya.


" Ppfftt... " Adam hampir tak mampu menahan tawanya, dan Ken melirik adam yang wajahnya sudah memerah karna menahan tawa.


" pak.... dia kejam sekali... " ucapannya tidak bisa direm wajah dan suara Sashi memelas.


" ka kau.. pelankan suaramu. " pak manager menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" pak... gimana kalo dia benar-benar melempar kewajahku?? " Sashi kembali merengek pada pak manager.


" sashi, liat didepanmu kau bisa membuatnya marah." sangking pusingnya melihat kelakuan Sashi sampe pak manager harus memijit mijit dahinya.


" Dan jika makanan ini dingin aku akan benar-benar melemparkannya ke wajahmu. "


suara bariton itu akhirnya keluar dari sang empunya.


Sashi terdiam, dia sangat mengenal suara bariton ini. Perlahan ia alihkan wajahnya kearah sumber suara. Karna terlalu terkejut Sashi hampir kehilangan keseimbangan dan mundur selangkah ke belakang.

__ADS_1


Happy reading readers, gimana puasanya lancar kah??? othor dah ngantuk tapi tetap othor sempat sempatin ngetik buat para halusination wkwkwk 😂😁😀. Oiya berhubung ini karya pertama othor jika ada kata kata yang kurang pas mohon dimaklumi yee, soalnya othor juga masih junior.


tetap dukung othor ya, dan readers pasti sudah paham dengan apa yg othoe inginkan 😛


__ADS_2