
Hembusan asap rokok yg mengepul disapu sejuknya angin malam diatas rooftop mansion, berkali kali pria itu menghisap lalu membuangnya hingga tak terasa sudah 4 batang rokok yang ia habiskan.
Ken tersenyum tipis, kala mengingat penuturan dari sashi. Setidaknya namanya sudah bersih dari sudut pandang papinya. Rintikan hujan menjatuhkan diri pada wajah tampan pria tersebut, ken berbalik dan menuju kamarnya.
.
.
Sesampainya dikamar Ken mendapati sashi masih termenung dibalkon kamarnya, terduduk menekuk lututnya. wajah cantiknya berubah menjadi sembab, penyesalan tak henti-hentinya hadir dibenaknya.
Ken berjalan menuju walk in closet mengganti bajunya dengan piyama tidur. setelah selesai ia masih melihat sashi yang tidak bergerak sedikit pun dari posisinya.
" masuk kedalam, diluar gerimis jika kau sakit pasti merepotkan ku" ken langsung naik keatas ranjangnya yg berukuran king size dan merebahkan dirinya.
Sashi tersentak, tak mau memancing amarah ken dia langsung masuk kedalam dan menutup pintu balkon kamar tak lupa juga dengan gordennya.
tak ingin mengganggu ken yg sedang beristirahat sashi berjalan menuju pintu untuk keluar dari kamar ken.
ceklek..
sashi kembali memutar gagang pintu namun tak berhasil terbuka, ken sudah menguncinya.
Sashi yang masih berada didepan pintu melihat ke kiri dan ke kanan kamar yang cukup luas itu, ia bingung harus beristirahat dimana, pasalnya ken juga pernah melarangnya untuk tidur disofa.
" tidur disini " ken yang masih dengan wajah datarnya menepuk nepuk ranjang agar sashi tidur disebelahnya.
__ADS_1
Sashi menjawab dengan menggelengkan kepalanya, kedua tangannya masih meremas remas jari jemarinya.
" aku bilang tidur disini " intonasi yang penuh dengan penekanan. Dengan sangat terpaksa sashi mengiyakan perintah ken. kakinya perlahan melangkah maju dan naik ke ranjang milik ken yang terasa sangat empuk. duduk dan menyender dipunggung ranjang.
Melihat sashi sudah naik ke atas ranjang, ken turun mematikan lampu kamar dan itu membuat sashi gelagapan bukan main. Setelah mematikan lampu ia kembali naik keatas ranjang, merebahkan diri dengan posisi telentang dan membalutkan selimut hingga batas dada.
Hanya ada cahaya dari rembulan yang tembus dari balik jendela kaca, ntah kenapa ken juga mematikan lampu tidur yg ada diatas nakas.
Sashi menggigit jari telunjuknya, dan coba membangunkan ken dengan sedikit menggoyangkan lengan ken.
" tuan... tuan.. "
" hmmm " ken menjawab tanpa membuka matanya
" tuan, bisakah lampunya jangan dimatikan semua? nyalakan satu saja juga gpp tuan. "
" tapi tuan, a aku sedikit ta takut. " ucapan sashi terbata.
dalam kegelapan Ken menyinggung senyuman tipis
" aku ingin tidur nyenyak, jika lampunya semua padam setidaknya aku tidak melihatmu ada disebelahku. "
Hati kecil sashi terasa tercubit, bagaimana bisa pria ini yang memaksanya untuk tidur seranjang tapi ogah untuk melihat wajah istrinya, sampai-sampai dia harus mematikan semua lampu dikamar.
" tu tuan... kalau tuan merasa terganggu aku bisa tidur dikamar yang lain. "
__ADS_1
Sayangnya sang pemilik kamar tidak mengindahkan permohonan sashi.
rasa lelah dan kantuk telah menyerang sashi, wanita itu mencoba melawan rasa takutnya dengan tidur menyamping dan meringkuk membelakangi Ken.
hingga akhirnya ia terlelap dalam tidurnya.
Ken membuka matanya, sedari tadi ia tidak tidur hanya saja ia menunggu sashi terlelap. Mendengar nafas sashi yang mulai teratur dengan tidurnya menandakan wanita itu benar-benar sudah nyenyak di alam bawah sadar.
Ken menghidupkan satu lampu tidur yang ada diatas nakas tepat disebelahnya. Perlahan ken mulai mendekati sashi yang masih membelakanginya. Dengan sangat pelan dan hati-hati ken menarik sashi agar bisa berhadapan dengannya, hingga akhirnya wanita itu tepat berada di depannya. Ken menyelipkan anak rambut yg menutupi sebagian wajah sashi, mengelus pipinya dengan sangat lembut mencium kening istrinya lalu pandangan itu jatuh kebibir ranum milik istrinya.
Ken mengecup bibir sashi dengan lembut, melepaskan lalu mengecup kembali, hingga akhirnya wanita itu sedikit menggeliat
" hmmm... " tubuhnya sedikit menggeliat namun matanya masih tetap saja tertutup.
Ken merasa gemas melihatnya " ssssttt.... tidurlah "
tangan kekar ken menepuk nepuk pundak sashi dengan lembut, merasa sashi sudah tenang Ken ikut tertidur dengan memeluk tubuh wanitanya, ntah karna ada perasaan nyaman dan adanya rasa kehangatan tangan sashi perlahan juga ikut memeluk tubuh Ken. Mereka tidur saling memeluk satu sama lain, terlelap dalam mimpinya masing-masing.
.
.
ššš
thor selalu terbuka dengan pendapat dari readers, yang mau kasih masukkan silahkan...
__ADS_1
tapi tetap tinggalkan jejak ya...