JEBAKAN CINTA SASHI

JEBAKAN CINTA SASHI
Bab 90


__ADS_3

Suara langkah masuk kedalam kamar yang telah dihiasi oleh aura-aura cinta didalamnya. Ken meletakkan kue ulang tahun yang telah ia siapkan diatas nakas.


Ken yang telah rapi dengan stelan kemeja putih dengan lengan baju dilipat setengah tersenyum tipis melihat istrinya masih membungkuskan diri dengan selimut tebalnya.


Ken naik keatas tempat tidur ikut membungkus tubuhnya dengan selimut yang dipakai Sashi, dan dengan jahilnya ia menggelitiki tubuh Sashi. Gelitikan itu mengagetkan Sashi hingga ia terpaksa membuka matanya. dan jangan ditanya lagi didalam selimut tebal itu telah terjadi perang gelitikan dari Ken.


" Dad... ampuuunnn..... ini geli sekali. " dengan penuh tawa Sashi berusaha menyelamatkan dirinya dari gelitikan Ken.


" aku tidak mau berhenti jika istriku ini tidak mau bangun. " Ken kembali menggelitiki tubuh Sashi.


Tangan Sashi lalu membuka selimut yang membungkus mereka. Tangannya menutupi kedua asetnya. Karena sampai saat ini ia masih dalam keadaan polos.


" Dad kau yang membuatku tidak bisa tidur semalaman. " dengan wajah yang cemberut dan memanyunkan bibirnya Sashi mencoba untuk protes.


Ken tergelak mendengarnya. "benarkah? aku tidak ingat. " Ken berpura-pura lupa untuk membuat Sashi semakin kesal.


" Apa? " tanya Sashi seketika


Ken kembali tergelak melihat wajah istrinya yang kembali cemberut.


" makanya jangan menutupi tubuhmu dengan tangan, aku tidak bisa melihat buktinya. jika banyak stempel cinta berarti aku memang tidak mengizinkanmu tidur semalam. "


" a.. apa-apaan" Sashi mengerucutkan bibirnya, tangannya semakin erat menutupi depan dadanya.


" sini aku lihat dulu" ucap Ken sembari menarik narik lengan Sashi agar mau membukanya

__ADS_1


" tidak dad aku malu.. " Sashi menundukkan wajahnya lalu menenggelam wajah ke bantal


" untuk apa malu aku ini suamimu, bahkan kita tidak hanya sekali melakukannya."


Ken membangkitkan Sashi saat wanita itu menenggelamkan wajahnya dibantal, posisi mereka masih duduk diranjang saling berhadapan. Tangan Ken langsung perlahan merentangkan tangan Sashi. Hingga tereksposlah semua hasil karya yang ia ciptakan semalaman.


" aaa.... setelah melihat ini aku baru ingat kalau aku lah yang menciptakan ini semua." Ken melirik Sashi dengan genit.


Sashi yang dipandang gitu langsung memukul Ken dengan bantal, ia langsung menarik kembali selimut hingga sebatas dada. Ken kembali tergelak melihat tingkah istrinya.


Ken turun dari tempat tidur, lalu mengambil kue ulang tahun dan kembali naik ke atas ranjang, duduk saling berhadapan Ken memegang kue ulang tahun tepat dihadapan Sashi.


" selamat ulang tahun istriku, terima kasih telah bertahan hingga saat ini. Kita mulai semua dengan lembar baru, aku berjanji akan menjadikanmu sebagai wanita paling bahagia didunia. i love you mommy.. "


Ken Mengecup kening Sashi. wanita itu tak kuasa menaha tangisnya, ia sangat sangat bahagia.


" Husssttt.... " Ken langsung memotong ucapan Sashi dengan meletakkan jari telunjuknya didepan bibir Sashi. "jangan terus terusan mengucapkan maaf, bukankah manusia tak luput dari kesalahan. Aku juga pernah melakukan kesalahan padamu. Dan sekarang mari kita sama-sama memperbaikinya. "


Sashi kembali menangis, dan tangisan itu langsung dihapus oleh Ken.


" Dad, kenapa kuenya tidak dipasang lilin? Dad kau ini tidak romantis. " Sashi tergelak dengan ucapannya sendiri.


Ken menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Bodohnya ia yang tak mengerti membuat moment romantis.


" dad... lalu pisaunya mana?? bagaimana kita memakan kue ini"

__ADS_1


Ken kembali menepuk jidatnya, tidak ada lilin tidak ada pisau. fix bodoh!!!


" Bodohnya aku, kenapa aku tidak bertanya pada Adam bagaimana cara membuat moment romantis"


gumam Ken dalam hatinya. Untuk urusan bisnis belajarlah pada Ken dan untuk urusan wanita maka tak ada salahnya belajar dari Adam.


Sashi tertawa melihatnya, baru kali ini ia melihat Ken bersikap bodoh. "tidak masalah dad, nanti bisa kita nikmati bersama, kalau begitu aku mau mandi dulu."


" hmm baiklah. " ucap Ken lalu ia kembali mengecup kening Sashi.


Sashi bergegas masuk kedalam kamar mandi lalu ia bercermin melihat tubuhnya.


" aaakkkhhh.... Dad.... apa yang kau lakukan pada tubuhku." teriakan Sashi didengar oleh Ken membuat pria itu tertawa terbahak bahak.


Sashi kaget bukan main melihat banyaknya hasil karya yang diciptakan Ken pada tubuhnya.


" Sayang jika kurang akan aku tambah nanti malam. " Ken berteriak menjawab pertanyaan Sashi, tak henti-hentinya tawa keluar dari mulutnya.


.


.


šŸ˜‚


tetap jaga kesehatan dan ikutin prokes ya.

__ADS_1


semoga kita semua d beri kesehatan.


jangan lupa tetap dukung othor dengan vote like n komen positip


__ADS_2