JEBAKAN CINTA SASHI

JEBAKAN CINTA SASHI
Bab 84


__ADS_3

Sashi menurut ketika pria itu menuntunnya masuk kedalam kamar Ken, Sedari tadi Sashi sudah tertidur dikamar Abian hingga dia mengalami mimpi buruk. ia juga tak mau Abian melihatnya menangis, hingga ia pasrah saja saat Ken membawanya untuk pindah kamar.


Ken membantu Sashi agar duduk ditepi ranjang, wanita itu terlihat pucat ia masih memegang dadanya mencoba menetralkan detak jantungnya yang terasa lebih cepat.


Ken membuka kulkas yang ada dikamarnya, ia tuangkan air dingin kedalam gelas lalu memberikannya pada Sashi.


wanita itu tak menolak, ia minum airnya hingga kandas.


Ken ikut mendudukkan diri disebelah Sashi.


" Apa kau mimpi buruk? " Tangan Ken mengelap sisa keringat yang keluar dari dahi Sashi.


Sashi hanya diam, mulutnya enggan untuk menjawab. ia langsung naik keatas tempat tidur dan mengacuhkan Ken yang masih duduk ditepi ranjang. Ia meringkukkan tubuhnya memeluk guling mencoba untuk kembali memejamkan matanya.


Ken tak mau memaksa Sashi untuk menjawab, mungkin besok ia akan bertanya lagi pada wanita itu.


.


.


Mahanta Company

__ADS_1


" permisi saya ingin bertemu dengan tuan Kenfredy. " ucap Sashi pada resepsionis.


Sashi sebenarnya sangat malas untuk datang ke kantor Ken hari ini, tapi ntah kenapa tadi Ken menelepon dan memintanya untuk membawakan makan siang.


" Maaf nona, apa sudah ada janji dengan tuan Kenfredy?? "


huh... pertanyaan itu lagi yang muncul dari mulut mereka. Sashi tak punya janji apapun Ken hanya menyuruhnya via telepon.


Sashi sangat malas menjawabnya, moodnya hari ini tak bagus. Persetan dengan kemarahan Ken jika makanannya tak sampai, ia ingin pulang ingin menenangkan pikirannya yang kalut, semalam ia benar-benar tak bisa tidur.


Sashi berbalik ingin menuju pintu keluar, langkahnya gontai.


selangkah


Dan saat hitungan ketiga langkahnya terhenti, sebuah tangan kekar menarik pergelangan tangannya, ia pun berbalik dan ternyata itu adalah tuannya.


Ken memandang Sashi dengan tatapan tidak suka. Kenapa wanita itu ingin pergi?


Ken dengan wajah datarnya berjalan dengan memegang tangan Sashi, sedangkan si wanita menundukkan kepalanya. ia tak mau melihat ekspresi dari para karyawan Ken yang sudah saling berbisik satu sama lain.


klek

__ADS_1


Pria tampan itu membuka pintu ruangannya, menyuruh Sashi masuk kedalam terlebih dahulu, lalu pria itu menyusul dari belakang.


" Main pergi saja, jika mereka banyak pertanyaan kau bisa langsung menelpon aku. Apa kau tak bisa berpikir sampai kesana?? " Bukannya mempersilahkan istrinya untuk duduk terlebih dahulu, malah Ken langsung melempar pertanyaan dari mulut pedasnya.


Telinga Sashi menolak mendengar, hanya matanya yang terbelalak melihat ruangan Ken, lantai marmernya yang mengkilap disaign ruangan yang sangat modern, membuat wanita itu menganga melihatnya.


Lalu matanya terfokus pada lemari kaca yang ada diruangan Ken, kakinya melangkah mendekati lemari kaca itu.


" Tuan ini semua milikku " ucap Sashi ia mengalihkan pandangannya pada suaminya yang tengah duduk disofa sambil menyilangkan kaki.


" tidak itu milikku " ucap Ken santai


" tidak tuan, bola air itu semua milikku. " Sashi tetap kekeh pada ucapannya.


" jangan mengajakku berdebat, itu semua milikku tidak ada yang boleh mengambilnya termasuk kau." ya begitulah Pria sangat egois.


Wajah Sashi langsung cemberut, lalu ia lihat lagi dimeja kerja Ken ada satu bola air miliknya yang ia beli saat mendapatkan gaji pertama. Mulutnya menganga rasanya ia tak terima bola airnya menjadi hak Milik ken semua. Kakinya langsung melangkah mendekati meja kerja dan tangannya ingin mengambil bola air itu.


" jangan menyentuhnya, biarkan tetap disitu.! " sentak pria bermulut pedas itu.


Sashi berbalik melihat Ken dengan tatapan kesal.

__ADS_1


"iisshh.... " mulutnya juga ingin marah, tapi mana berani šŸ˜‚šŸ˜‚šŸ˜‚


__ADS_2