
Seminggu telah berlalu, Ken ikut berbaring disebelah Sashi, Ken memandangi wajah istrinya dengan seksama, tangannya mulai mengelus wajah Sashi dengan sangat lembut.
" kenapa kau masih betah tertidur? semarah itukah kau padaku, sampai kau enggan membuka mata? "
Matanya tak lepas memandang wajah Sashi yang begitu lelap dalam tidurnya. Sudah seminggu Kondisi fisik Sashi sudah mulai membaik, tapi tidak untuk alam bawah sadarnya.
Perkataan dokter selalu berputar putar dikepalanya, dokter mengatakan bahwa Sashi mengalami trauma yang kuat hingga dari dalam diri Sashi ia enggan untuk membuka matanya.
tok.. tok.. tok..
Terdengar suara ketukan pintu dari luar.
" Masuk. " jawab Ken tanpa sedikitpun bergeser dari posisinya, Ken masih tetap berbaring dibrankar yang cukup besar bersama Sashi.
" Maaf mengganggu tuan, saya membawa baju ganti dan juga makanan untuk anda. " Ucap Jerry sambil meletakkan pakaian dan makanan diatas meja.
__ADS_1
" terima kasih, kau pulanglah dan beristirahat. "
ucap Ken yang berbaring membelakangi Jerry, ia masih mengelus elus wajah istrinya.
Jerry merasa prihatin, Jerry yang mengetahui tuannya memiliki sifat devil namun tetap berwibawa, angkuh datar dan dingin. tapi kali ini yang Jerry lihat hanyalah kelemahan, dan sekarang Jerry mampu menyimpulkan bahwa titik lemah Tuannya adalah Sashi.
" Tuan ingat dulu aku sempat koma hingga 1 bulan lamanya karna kecelakaan." Jerry tiba-tiba buka suara menceritakan pengalamannya.
" Ya aku tau. " jawab Ken singkat,
Jemari Ken berhenti mengelus wajah Sashi, ia membalikkan tubuhnya melihat Jerry. Ken langsung turun dari brankar dan mengajak Jerry duduk disofa.
" Aku akan sedikit bercerita, semoga Tuan bisa mengambil hikmah dari pengalaman ku ini. " Jerry sedikit menjedah lalu melanjutkannya lagi.
" Saat itu aku merasa seperti orang mati. Tapi istriku tak kenal lelah ia selalu memberiku semangat, setiap hari dia mengucapkan kata cinta untukku. Mataku tertutup tapi telinga mampu mendengar apapun yang ia katakan, aku juga dapat merasakan ketulusan hatinya saat merawatku. " Jerry tersenyum mengenang masa masa itu.
__ADS_1
" Lalu? " tanya Ken yang masih penasaran.
Jerry melihat Ken, dia sedikit tertawa melihat tuannya. ntah sejak kapan tuannya mulai mau mendengar curhatan orang lain.
" Kenapa kau tertawa? " tanya Ken heran.
" ya... ini seperti bukan tuan." Jerry kembali mengeluarkan sedikit tawanya. lalu ia kembali menyambung kisahnya.
" hemm aku sama sekali tidak mencintai istriku saat itu, aku terpaksa menikahinya karna perjodohan dengan anak sahabat ibuku. Setelah menikah aku berterus terang padanya bahwa aku tak punya cinta untuknya. Aku hanya tidak ingin ia terlalu berharap banyak padaku.
Hingga kecelakaan itu terjadi, disaat aku koma dialah orang yang tidak pernah beranjak dari sisiku. Dia menyemangatiku dengan kata kata yang indah. Apapun ia Ceritakan dari mulai ia bersekolah, kuliah, dan menikah. Bahkan ia mengungkapkan isi hatinya padaku bahwa ia sangat mencintaiku, dia tau warna kesukaanku, masakan yang aku suka, dia tau aku suka olahraga dan masih banyak lagi, istriku memperhatikan aku begitu detail. Berbeda denganku yang saat itu tidak mau tau tentang dirinya. Aku tau setiap pagi dia selalu mengecup keningku, padahal sebelum kecelakaan dia tidak pernah berani melakukan itu padaku. "
Ken tertegun mendengar pernyataan Jerry, Setau Ken Jerry sangat mencintai istrinya mulai dari awal pernikahan mereka, ternyata Jerry juga mempunya kerikil tajam diawal pernikahannya.
.......
__ADS_1