JEBAKAN CINTA SASHI

JEBAKAN CINTA SASHI
Bab 67


__ADS_3

Restaurant HighClass


Pikiran Dani masih tertuju pada wanita yang selama ini ia cintai, kenapa? dimana? dan ada apa dengannya? semua pertanyaan muncul dibenaknya. Dani mengalihkan pandangannya pada pak Rahman yang kebetulan masuk kedalam dapur dan berjalan mendekatinya.


" pak Rahman apa sudah ada kabar dari Sashi? "


tanya Dani dengan serius


pak Rahman menghelas nafasnya, "sampai saat ini Sashi tidak ada kabarnya, tadi manager juga sudah berbicara padaku dia akan memecat Sashi. "


" Kenapa manager harus memecatnya? aku rasa ini bukan jalan yang tepat, kita juga harus menunggu Sashi hadir dan menanyakan alasannya. " jawab Dani, selain menyukai Sashi pria tampan itu adalah atasan Sashi sehingga ia juga harus bisa mencari solusi untuk bawahannya.


"ya kau benar, aku yakin Sashi punya alasan. karna aku tau benar dia tidak mungkin seperti ini, karena dia adalah wanita pekerja keras. Selain menunggu apa kau punya solusi yang lain.? "


seraya berfikir dimana harus menemukan Sashi, sebab Dani juga sudah berkunjung dikontrakannya namun dia tidak menemukan Sashi disana. Lalu otaknya kembali teringat bahwa Sashi pernah mengatakan ia bekerja sebagai pelayan dimansion Mahanta.


" sepertinya aku tau dimana dia berada, dan semoga tebakanku ini membuahkan hasil. " ucap Dani dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


...


Royal Hospital


Sashi menutup mulut dengan kedua tangannya sambil menggeleng gelengkan kepala.


" Kau butuh nutrisi agar tubuhmu tidak lemah, jadi cepatlah makan. " Ken sedari tadi sudah menjulurkan sendok berisi makanan ke mulut Sashi. Kali ini ia ingin sekali menyuapi istrinya.


" Tuan aku tidak mau, jangan paksa aku makan itu. " rengek Sashi dengan suara memelas.


Mendengar ucapan Ken, wanita itu langsung gelagapan "bu bukan begitu tuan, a aku tidak suka makan sayur... " Sashi sedikit menundukkan kepalanya.


Ken melihat makanan didepannya, memang benar papinya terlalu banyak membelikan istrinya makanan berbau sayur, Ken juga teringat bahwa Sashi bukan si pecinta sayuran malah wanita itu seperti bermusuhan dengan yang namanya sayur. Tapi apa yang dibeli Papi Fauzi adalah makanan sehat yang dibutuhkan oleh tubuhnya dan Sashi memang harus memakannya.


Ken memutar otaknya, tadi sebelum sarapan Sashi mengoceh tentang berapa biaya dirinya selama dirumah sakit karna Sashi telah sadar bahwa ia dirawat dirumah sakit bukan diapartemen ataupun hotel bintang lima, dan Sashi akan mencoba mencicilnya pada Ken. Ocehan yang keluar dari mulut Sashi saat itu tidak diindahkan oleh Ken, yang benar saja istrinya akan mencicil biaya rumah sakit padanya itulah fikiran Ken.


Ken menaikkan ujung bibirnya dengan seringai tipis, Ocehan sashi itu akan ia jadikan ancaman untuk istrinya.

__ADS_1


Ken sedikit mengaduk makanan dipiring " tadi kau bertanya biaya pengobatanmu dirumah sakit ini, biayanya mencapai 200 juta. " ucap Ken dengan santainya.


" APA!!! ... du dua ratus... !!" mata Sashi membulat mulutnya menganga mendengar biaya rumah sakit, batinnya terkejut bukan main.


Ken kembali menyeringai " aku tidak berbohong, kau lihat saja ruangan ini seperti hotel bintang lima, mana mungkin kau bisa dirawat diruangan ini dengan biaya yang murah. Fasilitas terbaik dokter terbaik semua disediakan dan kau harus merogoh kocek yang dalam untuk mendapatkan ini semua. "


Melihat ekspresi Sashi Ken ingin sekali tertawa, namun mati-matian ia berusaha untuk menahannya.


" Aku tidak berbohong, nanti Jerry akan memberikan semua bukti tagihan padamu. " Ken berusaha berkata setenang mungkin.


Sashi menepuk nepuk dadanya dengan pelan. " tu tuan aku aku ingin pingsan mendengarnya... "


.


.


To be Continue😁

__ADS_1


__ADS_2