
ā05 : 00
Ken mengerjapkan matanya, ia merasa ada sebuah tangan yang sedangkan memeluknya. Ken membuka matanya perlahan dan tentu saja ia melihat istrinya yang masih tertidur dengan posisi memeluk tubuhnya seperti bantal guling.
Ken setengah bangkit dari posisinya, menyampingkan tubuhnya berhadapan dengan sashi. memandangi wajah sashi beberapa detik lalu spontan tangannya membelai wajah cantik istrinya , menyeka anak rambut yang sedikit menutupi wajahnya, lalu jari nya turun hingga ke bibir sashi yang ranum. ntah bisikan apa yang ken dapatkan perlahan ia mendekatkan wajahnya dan mengecup sekilas bibir sashi dengan lembut, bagaimana pun Ken adalah pria normal merasa tak cukup hanya sekilas ken kembali menyerang bibir sashi dengan bibirnya, m*lumatnya dengan sangat lembut.
aktifitasnya terhenti ketika sashi sedikit menggerakkan tubuhnya mungkin ia merasa sedikit terganggu dengan kelakuan ken, ken langsung melepaskan ciumannya ia langsung bangkit agar sashi tidak memergokinya.
ada seutas senyum yang dikeluarkan pria tampan itu. kemudian ia pergi berlalu meninggalkan sashi menuju kamarnya.
###
Sashi sudah mulai sadar dari tidurnya, mengucek ngucek matanya dan bangkit dari tidurnya. masih termenung dan termenung....
hingga ia sadar ada selimut yang menutupi tubuhnya..
" selimut? ini bantal lagi? " gumamnya pelan
bibirnya tersenyum, sashi yakin kalau ken yang meletakkan ini semua, kalau bukan suaminya ya siapa lagi??? setidaknya luka semalam sedikit terobati. wanita itu langsung merapikan selimut dan juga bantal yang ada dikarpet.
tak lupa ia langsung membersihkan setiap ruangan, mengelap meja, sapu pel juga ia kerjakan. sashi lakukan semua itu dengan ikhlas apalagi ia telah menyandang status sebagai istri ken.
keringat jagung sudah keluar dari pori porinya, sashi sudah biasa akan hal ini jadi tak sulit baginya untuk membersihkan apartmen milik ken.
setelah selesai bersih-bersih ia langsung menuju dapur untuk membuatkan ken sarapan, sashi membuka kulkas dia ingat meletakkan jus dalam sana tapi pagi ini dia sudah tidak melihatnya.
matanya tak sengaja tertuju pada gelas yg semalam ken pakai untuk minum, wanita itu kembali mengeluarkan senyum manisnya. ntahlah hanya seperti itu saja rasanya hatinya sudah berbunga bunga.
bagaimama jika ia tau kalau ken telah mencuri ciuman pertamanya???
Dengan rasa bahagia sashi mulai menyiapkan sandwich dan segelas teh hijau untuk ken, dan kali ini ia sangat berharap ken mau mencicipi masakannya. tangannya dengan lihai menyiapkan sandwich dipiring, lalu sebuah suara bariton mengagetkannya
__ADS_1
ken : " kau sedang apa? "
sashi mendongak melihat suaminya sudah rapi dengan stelan kantornya, aroma maskulin tercium dari tubuhnya, sashi kagum melihat ketampanan suaminya itu. seketika ia menggelengkan kepala untuk menyadarkan otaknya yang sudah lari kesana kemari.
" emmm aku membuatkan sarapan untukmu tuan. "
jawab sashi sedikit ragu.
ken berlalu ke meja makan, dan sashi mengikutinya dari belakang sambil membawa nampan berisi sanwich dan teh hijau hangat. ia meletakkan tepat dihadapan ken.
ken menatap makanan itu yang porsinya hanya untuk satu orang
" bagaimana kalau aku tidak mau memakannya? " tanya pria itu pada sashi yang masih berdiri didekatnya.
" tuan tidak ingat semalam bilang masih banyak orang yang membutuhkan makanan? " sashi membalikan ucapan yg pernah ken lempar padanya.
" kalau begitu kau saja yang makan " titahnya
ken : " kenapa?? kau meletakkan racun"
sashi sedikit gelagapan
" ti tidak, aku hanya tidak Suka memakannya. " sashi sedikit menunduk
" kenapa?? " ken memandang dengan tatapan intens
" lihatlah didalam sandwich itu ada sayur bawang timun dan tomat, aku sungguh tidak suka memakannya tuan." sashi sedikit malu mengatakannya hingga ia menurunkan volume suaranya, ia merasa seperti anak kecil yang tak suka makan sayur.
mendengar ucapan sashi ingin rasanya ken tertawa namun ia menahannya dengan menutup mulutnya.
" tuan makanlah, aku mau mandi dulu. aku juga akan berangkat kerja. " sashi membalikkan tubuhnya namun langkahnya terhenti
__ADS_1
" tuan boleh aku bertanya? "
" hmm... " sambil menyeruput teh yang ada ditangannya
" pintu itu sangat canggih gimana cara bukanya? " sambil menunjuk ke arah pintu
ken yang masih menyeput tehnya sontak tersedak
uhukkk... uhuk...
sashi sedikit panik " tu tuan kau baik-baik saja?? "
ken menetralkan tenggorokannya
" tidak perlu kau tau cara membukanya, cepat mandi dan sarapan aku akan menunggumu disini. "
" baiklah tuan. "
dengan otak yang masih memikirkan pintu gadis itu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
.
.
( author : ya ampun neenggg pagi pagi yang dipikirin malah pintu. apalah daya thor yang ngunci rumah cuma pake gembok š¢)
Anneke Sashiana
ššš
__ADS_1
vote like n comment positif ya seyeenk, multivitamin othor cuma itu doang kok, gk pke ribet juga kan.