
Tak terasa sudah 1 bulan lebih Abian diurus langsung oleh Sashi, bocah itu mendapatkan kasih sayang yang luar biasa darinya. Ntah mengapa Sashi merasa Abian telah berhasil masuk kedalam jiwanya cinta dan kasih sayang ia berikan untuk bocah itu.
Langit sore hari terlihat mendung menandakan bumi akan segera disegarkan oleh air hujan, Sashi yang sedari tadi duduk dibangku taman belakang mansion kerap kali mengelus elus perutnya, bola matanya berkeliaran kesana kemari seperti mencari seseorang dan ntahlah rasanya ia sangat merindukan pria itu saat ini, dan semua itu tak lepas dari pandangan Abian.
" Mommy... " Abian yang sedari tadi bermain bola datang mendekati Sashi.
" iya sayang ada apa? " Sashi sedikit tersentak
" apa mommy lapar? " tanya bocah itu
" Lapar?? tidak mommy tidak lapar. " sambil menggelengkan kepalanya
" aku sudah menghitungnya mommy, sejak tadi pagi sampai sekarang ini mommy telah mengelus perut hingga 28 kali, dan tadi juga mommy mengelusnya lagi. " ucap bocah itu dengan polosnya.
" apa?? kamu menghitungnya? " tanya Sashi terheran dengan ucapan anaknya.
Abian hanya menganggukkan kepala saja.
" hmm.. mommy hanya iseng saja mengelus perut. Tapi tadi saat mommy menggaruk kepala kenapa kamu gk mau menghitungnya juga? " tanya Sashi pada Abian sambil membungkukkan tubuhnya lalu menggelitik perut Abian.
Abian merasa geli saat digelitik oleh Sashi dan mereka pun tertawa bersama-sama.
Hujan pun turun membasahi bumi, Sashi melirik sedikit kearah Abian yang tengah sibuk dengan mainan ditangannya.
" Abian pernah mandi hujan? " tanya Sashi
" tidak pernah mommy. "
.
.
.
Mahanta Company
__ADS_1
Jam kerja telah berakhir, Ken menutup laptopnya lalu ia raih jasnya yang tergantung dibelakang, dan tak lupa ia meraih kunci mobil yang ada dimeja rasanya ia ingin cepat pulang hari ini.
Ken keluar dari ruangannya menuju lift khusus CEO, Saat sudah berada dilantai utama semua karyawan yang berpapasan padanya langsung menunduk memberi hormat.
Hujan sore ini tak menghalanginya untuk membelah jalanan ibukota menuju Mansion mewahnya.
Semenjak kedatangan Abian dari Singapura, Ken langsung memboyong keluarga kecilnya ke mansion. ya karna diapartemen itu hanya ada satu kamar sehingga tak ada ruang untuk Abian disana.
Ken juga sudah menceritakan semua tentang Abian pada papinya, dan tentu saja Fauzi bisa menerima Abian dengan sangat baik.
Pintu gerbang terbuka, mobil sport yang dikemudikan oleh Ken langsung masuk kehalaman mansion.
Ken membuka pintu mobil ia langsung dipayungi oleh pengawal, Saat masuk kedalam mansion ia mencari cari Abian dan Sashi.
" kemana Sashi dan Abian? " tanya pemilik suara bariton itu kepada kepala pelayan.
kepala pelayan sedikit menunduk " mereka ada ditaman belakang tuan."
" ini sedang hujan kenapa mereka ditaman belakang. " tanyanya lagi
Sesampainya disana Ken berdiri tegap dengan tangannya dimasukkan kedalam saku celana melihat keduanya tengah bermain dan tertawa dibawah guyuran hujan.
" Maaf tuan saya sudah melarang tapi... " ucapan kepala pelayan terpotong saat tangan Ken terangkat.
" pergilah " titah tuannya
" Baik tuan. " kepala pelayan bergerak mundur lalu pergi dari tempat itu.
....
Abian dan Sashi tengah asik bermain bola kaki dibawah guyuran hujan yang membasahi tubuh mereka, keduanya saling kejar-kejaran tertawa bercanda ria, dan semua itu tak luput dari sepasang mata tajam yang sedari tadi telah mengawasi mereka.
Saat sedang mengejar Abian tak sengaja mata Sashi menangkap sosok pria tegap dengan tubuh atletis sedang mengawasi mereka, Sashi terdiam ia takut Ken akan memarahinya.
Sashi menarik lembut tangan Abian. " Sayang udah dulu mainnya ya. "
__ADS_1
" Kenapa mommy aku masih ingin main"
" itu lihat daddy dari tadi udah ngeliatin kita. "
Netra Abian sedikit melirik kearah Ken, ia juga takut jika daddynya marah padanya. Pasalnya selama tinggal diSingapura Abian tak pernah hujan-hujanan seperti ini.
Tangan Abian memegang tangan Sashi, wanita itu yakin Abian juga takut dimarahi Ken sama seperti dirinya. Perlahan Mereka berdua mendekati Ken lalu berdiri tepat dihadapan pria itu
Basah kuyup, ya... tentu keduanya basah kuyup.
" Kalian berdua bermain bola sambil hujan-hujanan ? " suara bariton itu membuat keduanya tertunduk, serasa tau akan ketakutan Abian, Sashi langsung memberanikan diri untuk mengangkat wajah.
" ma-maaf, tadi aku yang mengajaknya, ini bukan salah Abian. " Sashi mencoba menjelaskan kalau ini bukan salah Abian tapi dialah yang mengajak abian untuk bisa merasakan suasana baru.
Sashi kembali menundukkan kepalanya ia tak sanggup melihat mata Ken.
sedetik .....
dua detik....
" Lalu kenapa tidak mengajak daddy? " Ken langsung melepas dasi dan juga jas yang ia kenakan dan membuka satu kancing atas kemejanya.
ucapan ken membuat Sashi dan Abian sontak mengangkat kepalanya bersamaan., keduanya saling lirik serasa tak percaya. Mereka kira Ken akan memarahi mereka malah sebaliknya Ken juga ingin hujan-hujanan
.
.
.
ini udah panjang sih kayanya.
kayanyaaaa 😂😂😂😅jadi beri multivitamin untuk othor
thor juga mau info kalo kisahnya Lily juga udah update ya, ada waktu luang monggo dibaca karya othor " ADAKAH CINTA UNTUKKU? "
__ADS_1