
sashi masih dalam posisi duduknya, kakinya masih melemah seakan tak mampu berdiri lagi, ada hal yang terputar dalam memorinya
flasback
berjalan dengan lunglai melewati dinginnya angin malam tak mampu menghalangi langkah sashi untuk melancarkan aksinya. semenjak kehilangan kedua orang tuanya gadis itu patah arang. Mentalnya yg down dan juga emosi yang tak terkontrol bahkan dia ingin sekali menyusul ayah bundanya.
mendongakkan kepalanya menatap langit penuh bintang, mata gadis belia itu dipenuhi dengan air mata. kakinya mulai menaiki pagar jembatan berdiam sejenak merasakan angin yang berhembus ketubuhnya, sashi merentangkan tangannya sambil memejamkan mata
" ayah... bunda... tunggu aku. "
ntah bisikan apa yg meracuni otak dan pikirannya ia tak segan segan ingin melompat dari atas jembatan, sedangkan dibawah jembatan mengalir sungai yg deras.
Braakkk....
sebuah tangan kekar berhasil menjatuhkan sashi turun dari pagar jembatan, tangannya memeluk sashi dari belakang agar dia tidak mencoba utk bunuh diri lagi, sedangkan sashi meronta ronta ingin dilepas olehnya
" apa kau sudah gila!! " bentak pria itu sambil membalikkan tubuh sashi kehadapannya dan mengoyang2 tubuh sashi
sashi melepas paksa tangan pria itu, ia menangis terisak isak. mata yang sembab wajah yang penuh dengan coretan lipstik keadaan sashi sungguh memprihatinkan.
ketika ia sangat merindukan bundanya ia selalu bercermin dan menggunakan lipstik yg selalu dipakai kala bundanya masih hidup, ia ingat betapa cantiknya sang bunda saat merias wajah ia juga ingat betapa senangnya sang bunda ketika ayahnya membelikan lipstik utk sang istri tercinta.
sashi lahir dari keluarga yang sangat sederhana namun saling menyangi satu sama lain, ayahnya yg hanya seorang karyawan disebuah toko material selalu berusaha untuk bisa membahagiakan keluarga kecilnya, tak jarang ayahnya mengambil kerja tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup, ayahnya juga sering mengumpulkan uang sedikit demi sedikit agar bisa mengajak anak istrinya utk berjalan2, memang tidak mewah tapi mampu memberikan kebahagian. sashi juga sangat ingat betapa senangnya ia ketika ayahnya pulang kerja membawa kantong kresek yg berisi cemilan.
" kenapa kau selalu datang? kenapa kau selalu ikut campur? aku hanya ingin bersama ayah dan bunda ku!!! " sashi berteriak pada pria itu.
" bodoh!! " teriak pria itu tak kalah kencang
sontak sashi terdiam
" kau kira dengan mengakhiri hidupmu mampu menyelesaikan masalah? apa kau pikir ayah bundamu akan bahagia dengan caramu seperti ini??? berfikirlah dengan otak yang jernih! "
ucapannya sedikit terjedah lalu menyambungnya kembali
" lanjutkan hidupmu, dan tetaplah hidup agar mereka bangga padamu. mereka mendidikmu utk hidup kejalan yg benar tapi kenapa kau memilih jalan pintas?? kau sungguh memalukan. "
DEG
DEG
DEG
jantungnya berdebar kencang kata2 yg keluar dari mulut pria itu adalah pukulan telak untuk sashi.
sashi memukul2 dadanya, rasa penyesalan telah hadir dalam dirinya dy juga tak tau kenapa bisa sebodoh ini ingin mengakhiri hidup, sashi semakin menumpahkan air matanya.
Dan pria itu adalah Kenfredy Mahanta, pria yg sering kali mendapati sashi dengan kondisi yg linglung dan tak punya semangat hidup. Ken tak pernah tau siapa nama gadis itu, ingin ia bertanya kenapa gadis itu selalu mencoret wajah dengan lipstik tapi pikirannya selalu dia tepis karna ken sendiri tak suka membongkar urusan pribadi orang lain.
__ADS_1
Ken pergi meninggalkan sashi yang masih dalam kondisi menangis sambil menundukkan kepala, sejenak ia menghentikan langkahnya membalikkan tubuhnya dan melihat sashi dengan pandangan yg sangat datar, lalu ia kembali melangkah pergi meninggalkan sashi.
Dan saat itulah Sashi sangat ingin tau siapa pria itu, karna pria itu juga sashi mampu bangkit dari keterpurukan.
sashi berjanji untuk tetap hidup dan menjalani kehidupan sebagai mana mestinya. Setelah sekian lama mencari2 informasi akhirnya pencarian itu membuahkan hasil , dan lama kelamaan rasa cinta untuk Ken tumbuh pada hati sashi.
flasback off
######
Dengan langkah gontai dan kepala yg tertunduk sashi menuruni anak tangga, kemudian langkahnya terhenti melihat seorang pria berdiri dihadapannya
adam : " ada yg ingin kusampaikan, dan ini perintah ken."
sashi tau itu adalah adam orang kepercayaan ken
sashi : " sekretaris adam.. " sedikit menundukkan kepalanya lalu menaikkannya kembali
adam : " akkhhh tolong jgn terlalu formal, panggil aku kak adam. "
sashi : " mmmh baiklah kak adam, " sedikit tersenyum " kakak mau bilang apa.?"
melihat mata yg sembat membuat adam prihatin pada gadis itu, sebenarnya dy juga tak tega melihat sashi seperti itu tapi mengingat bagaimana cara sashi mendapatkan ken dy menjadi pusing 7 keliling, dy bingung harus membela sashi atau ken.
adam mengulurkan tangannya memberi sebuah amplop utk sashi
adam : " ken menyuruh kakak untuk memberimu blackcard, jadi kamu bisa membeli apapun yang kamu mau. lalu bibi juga akan menunjukkan kamarmu nanti "
sashi keheranan
" ka kamar...?? "
adam : " yaaahhh kakak hanya menyampaikan saja apa yg dibilang sma ken. dikamar itu gk ada apa2 masih kosong nnti kamu bisa beli sendiri pake kartu itu, baiklah kaka cuma mau kasih tau itu doang, kakak permisi. "
baru dua langkah berjalan adam berbalik melihat sashi lagi
sashi: " kenapa kak??
adam : " aduh kakak lupa, tdi dia juga bilang akan tetap memberimu uang bulanan. "
sashi hanya diam saja, lalu dia berinisiatif meminta no hp ken dengan berkedok utk mengucapkan terima kasih., karna sashi tidak mempunyai no ponsel ken. adam tanpa pikir panjang langsung memberi no ponsel ken pada sashi lalu pergi menginggalkannya.
Bukannya senang malah sashi memandang kartu itu dengan pandangan nanar,.
( klo author yg dikasih blackcard pasti author langsung salto sambil guling guling kegirangan š°šš.)
" apalah artinya harta yang kamu kasih kalau hatimu untuk orang lain " itulah yang ada dalam benak sashi
__ADS_1
.
.
.
Singapore
Ken memeluk kekasih hatinya, felisia sudah tau tentang pernikahan ken. air mata langsung jatuh membasahi pipinya
" seandainya setahun yg lalu aku langsung menerima lamaranmu mungkin semua ini gk akan terjadi ." ucap felis masih memeluk tubuh kekar ken,
ken menangkup kedua pipi felis, mata mereka saling bertemu, memandangnya dengan penuh cinta. mencium kening pipi hidung dan bibir felis dengan sangat lembut. keduanya terhanyut dengan ciuman itu, felis sedikit mendorong ken Hingga punggungnya menyandar ke sofa tanpa melepaskan ciumannya, mengelus elus dada ken dan sedikit demi sedikit membuka kancing kemeja ken.
Ken menyadari aksi nakal felis, dan menahan tangan felis agar tidak melanjutkan kegiatannya, felis melepaskan ciuman mereka dan menatap ken.
felis : " sayang, kenapa kamu selalu menolak kita sdh 4 thn bersama "
Ken : " pria sejati tdk akan merusak wanita yg dy cintai. "
felis menunjukkan raut wajah sedih
" aku sangat mencintaimu, jika kau ingin tubuhku pasti akan kuberikan utkmu." terjedah sebentar dan melanjutkan perkataanya kembali
" tapi lihatlah kamu sudah menikah dengan orang lain, aku hancur mendengarnya hatiku sakit. "
felis mengeluarkan air matanya lagi, ken menghapus air mata felis dan mengelus elus pipinya
ken : " sayang percayakan semua padaku, aku akan mengurus wanita licik itu dengan caraku. Dan ingat jangan ikut campur dalam hal ini, aku tidak ingin kamu melakukan hal yg tidak aku suka, kau seorang dokter dan jaga nama baikmu. cukup aku yg bertindak. mengerti?? "
ken adalah pria tegas, dy tidak suka melihat wanitanya melakukan hal hal yg diluar batas
felis : " aku mengerti sayang " sembari tersenyum dan kembali memeluk erat ken, dan ken juga membalas pelukan itu
ken : " aku juga sangat mencintaimu"
( Author : ken... di indo ada jiwa yg meronta ronta, eh kamu malah asyik peyyuuk2an š¢š¢š¢ š¤
oiaya diperjelas ni wktu dijembatan sashi waktu itu masih anak labil ni guys jdi pikirannya masih buntu bawaannya pengen bunuh diri aja š¢, syukurlah bebeb lgsg datang)
ššš
Mau up???
vote like n comment positif, kasih masukan bole tapi jangan menghujat sedih aku tuuhh.
klo dihujat ku kasih sun nih mmuuuaachh..... š°š¢š„
__ADS_1