
" tentu saja."
Sashi dan Abian kompak melihat ke arah sumber suara, ternyata Ken mendengar percakapan ibu dan anak.
" Saat kau berada didalam perut, mommy sering kelelahan. karena Abian sangat aktif didalam perut mommy. " Ucap Ken sembari memangku Abian ke atas pahanya.
tangan Ken mengelus lembut rambut Abian dan langsung mengecup pucuk rambut Bocil itu.
" iiss Daddy aku bukan anak kecil." Merasa sudah besar Abian merasa tak nyaman jika dicium oleh Ken, walaupun hanya pucuk rambut
" Baiklah, ini sudah malam. Sebaiknya Abian masuk ke kamar dan istirahat." perintah Ken pada anaknya.
" tapi aku belum selesai memijit mommy, "
" tidak masalah, biar daddy yang melanjutkan. " Ken mengerlipkan satu mata pada Sashi. Dasar genit!!
Abian menurut, ia kecup pipi Sashi lalu ia turun dari pangkuan Ken dan menuju kamar, sepertinya Abian juga lelah sepulang berbelanja.
Setelah Abian pergi menuju kamarnya, Sashi menghela nafas pelan. Dia dag dig dug der saat Abian melontarkan pertanyaan sakral padanya.
Ken tau gelagat Sashi, langsung ia rangkul istrinya itu dan mencium pipinya yang sudah mulai cuby.
" Dad, aku sangat menyayangi Abian. " ucapnya sendu.
" i know. " jawab Ken singkat.
Ken menangkup wajah Sashi " jangan terlalu banyak pikiran, jaga kesehatan mu dan juga baby kita. " Lalu ia kecup bibir yang terasa manis baginya.
"tapi bagaimana suatu saat nanti dia mulai curiga Dad, Abian akan tumbuh dewasa. Apa yang harus ku katakan jika suatu hari nanti dia bertanya padaku Dad, lalu bagaimana jika ia nanti marah dan kecewa padaku? aku gk sanggup Dad. " Sashi meneteskan airmatanya. Sedih sekali rasanya jika Abian akan meresa kecewa padanya, sementara bocil itu telah masuk kedalam relung hatinya.
__ADS_1
" Selamanya Abian akan tetap menjadi anak kita, Abian adalah bagian dari hidup kita. percaya padaku semua akan baik-baik saja."
Sejatinya Ken sedang berdusta, benar Abian akan tumbuh dewasa. Ken pasti sudah telah memprediksi semua ini. Masih bocil saja pertanyaannya sudah membuat jantung hampir copot apalagi sudah dewasa kelak.
Ken menyeka air mata Sashi, berusaha menenangkan sang ratu hati. ia kecup berkali kali bibir yang menjadi candu untuknya, ya namanya lelaki rugi sekali rasanya hanya sekedar kecap kecup.
Ken lepas kontrol, malah mel**** bibir Sashi.
Sashi berusaha melepaskan ciuman itu, apa-apaan bukan seperti ini caranya menenangkan dirinya. Sepertinya Ken sedang mengambil keuntungan dibalik kegalauan Sashi.
" Dad, nanti dilihat para pelayan bagaimana?" sambil mendorong dada Ken, bibir Sashi sudah terasa kebas pula.
"mana ada yang berani mengintip kita disini,"
ya pasti, secara para pelayan tidak akan ada yang berani intip intip urusan bos besar, kalau ketauan habislah mereka.
Ken berdiri langsung saja dia menggendong Sashi, ingin membawanya ke dalam kamar. Mungkin harus ada yang di tuntaskan.
" ada yang harus aku tuntaskan sayang, kali ini jangan berani menolakku."
Ken menarik senyum diujung bibir, Bukannya terlihat manis dipandangan Sashi Ken terlihat ngeri.
***
Sepasang pengantin yang baru beberapa jam telah sah menjadi suami istri itu pun tengah sibuk menyambut tamu yang ingin bersalaman dan bahkan berfoto bersama teman maupun kerabat.
Senyum terindah langsung dilemparkan untuk para tamu undangan.
dibalik kebahagian mereka terselip hati yang tersakiti bahkan hatinya telah patah jadi 4.
__ADS_1
Wowww
Mira adalah orangnya. Barulah ia sadar akan perasaannya setelah Adam telah sah menjadi suami Lingo. dulu saat pacaran mereka ribut dan ribut terus, itu semua disebabkan karena Mira terlalu menjadi seorang yang pencemburu. haiss lama-lama Adam jadi bosan dengannya. Nasi telah menjadi bubur, apa mungkin Mira harus berdoa agar keduanya segera bercerai? akhh Mira tak segila itu sobat.
Sedangkan di lain tempat. Dari kejauhan Ken melihat sepasang pengantin yg dari tadi tak henti-hentinya pamer gigi.
" sayang liat Adam. dia sok tampan. " Ucap Ken pada Sashi.
Sashi memperhatikan tampilan Adam dengan seksama. "Memang tampan dad. " jawabnya tanpa ada kebohongan.
"whatt??? " Ken si pria datar tak suka dengan jawaban Sashi.
"ayo cepat kita bersalaman dengan mereka lalu kita pulang, aku sudah gerah berada disini."
" Dad, kau ini sedang bercanda? kak Adam itu sahabatmu. masa selesai makan salaman langsung pulang." Heran sekali Sashi melihat suaminya ini.
" Jadi kita harus menyumbang lagu untuknya?"tanya Ken.
" boleh juga"
" Sayang, kenapa kau ini? Aku sudah keluar modal banyak untuk pernikahannya. lalu aku harus kedepan mengambil Mic dan bernyanyi? ya ampun mau ku letakkan dimana wajahku yang tampan ini. Bukan aku tidak ikhlas dengan apa yang telah kuberi, tapi.. "
Cup.
Ucapan Ken terpotong saat Sashi mengecup bibirnya.
" Dad jangan berisik. "
Bagai kerbau ditusuk hidungnya, setelah di kecup Ken tidak keluarkan sepatah katapun.
__ADS_1
TBC.
kayaknya udah waktunya lahiran, tunggu dinext bab. yg penting multivitamin