
Dipagi yang cerah Felicia telah sampai ditanah indonesia. ia berdecak kesal karna Ken sama sekali tidak mengangkat teleponnya.
" ayolah sayang angkat telponnya. " felicia menggeram kesal.
Dengan rasa kesal yang bertubi tubi akhirnya felicia memutuskan untuk naik taxi menuju apartmen.
.
.
Apartemen
Sashi mengerjap ngerjapkan matanya yang berat, tubuhnya terasa remuk sashi masih sangat malas untuk bangkit dari kasur yang terasa sangat empuk, kesadarannya masih setengah dia lebih memilih untuk tiduran kembali.
" kau masih mengantuk?? " suara bariton yang mampu membuka kembali mata sashi yang sempat terpejam.
Sambil menggaruk garukkan kepalanya ia mencari sumber suara, Ken masih duduk disofa seraya menunggu sashi terbangun sambil menguyah gula kapas yang dibawakan sashi untuknya.
Sashi berusaha bangkit dari tidurnya, saat ia ingin duduk d kasur selimutnya sedikit melorot yang membuatnya mengeluarkan suara yang melengking
" Aakkkhhhh.... " dengan cepat sashi kembali menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
" teriakanmu itu hampir membuat gendang telingaku pecah. " ucap Ken dengan santai dengan posisi duduk menyilangkan kakinya dan masih dengan kunyahan gula kapasnya.
sashi sedikit melirik ke arah Ken, Kali ini kesadarannya sudah kembali. ia mengingat apa yg telah terjadi semalam suntuk, sungguh sangat memalukan. Pasalnya Sashi juga merasakan kenikmatan tiada tara.
__ADS_1
Pipinya memerah menahan malu, ia lihat Ken yg duduk disofa sudah rapi dengan pakaian casualnya, sedangkan sashi masih dengan keadaan yang acak-acakan.
Sashi kembali membungkus tubuhnya hingga kepala menggunakan selimut, pandangannya ia alihkan ke arah lain. Saat akan turun ia merasakan sakit pada bagian bawahnya.
" awww... " sashi meringis menahan nyeri.
Mendengar ringisan dari mulut sashi Ken langsung bangkit dari duduknya, tanpa banyak bicara ken langsung menggendong sashi ala bridal style.
" tu tuan a apa.. "
" jangan banyak bicara " selah ken
sambil menggendong sashi, ken masuk ke dalam kamar mandi dan meletakkan sashi dibathup yang masih kosong belum terisi air.
" ciihhh... apa kau ingin mandi dengan menggunakan selimut? "
" tuan keluar lah, aku bisa mandi sendiri. " jawab sashi sambil menahan rasa malunya
" kau fikir aku mau memandikan mu?? percaya diri sekali kau" ucapan ken dengan nada yang datar
" aku hanya ingin mengisi bathup , tapi selimut yang kau pakai sangat menganggu, "
Ken kembali menarik selimut itu hingga terlepas dari tubuh sashi.
Sashi langsung meringkuk menahan malu, ia tutupi bagian dadanya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
ken memiringkan senyuman melihat banyaknya tanda kepemilikan yang ia ciptakan ditubuh istrinya.
Ken mulai menghidupkan kran air dan mengisinya dengan air hangat. Tak lupa menuangkan cairan beraroma terapi untuk membuat Sashi jauh lebih rilex.
" bersihkan tubuhmu, aku tunggu kau diruang tengah. "
Ken melangkahkan kakinya dan membuka pintu kamar mandi.
" Tuan.. " sashi teringat jam tangan yang semalam dibuang sembarang oleh ken
Ken membalikkan tubuhnya melihat sashi yang berendam dibathup.
" a anu.... " sashi sedikit ragu menanyakannya.
" bicaralah yang jelas. "
" jam tanganku ..." belum selesai sashi berbicara ken sudah memotongnya
" sudah ku buang ketempatnya ! "
jawaban yang penuh dengan penekanan.
ššš
happy reading readers, dan ingat tinggalkan jejak buat othor ya
__ADS_1