
Setelah memeriksa keadaan Sashi dokter langsung keluar dari ruangan, ada perasaan bahagia kala Ken melihat wanitanya telah sadar.
Sashi masih merasakan kebas diseluruh tubuhnya karna terlalu lama berbaring.
Matanya memandangi setiap sudut ruangan yang jadi tempat ia dirawat
" tuan sejak kapan kau merenovasi apartemenmu..?? " lirihnya dengan pelan, Perkataan Sashi masih meracau sebab ia terlalu lama tidak sadarkan diri.
" ini bukan apartemen. " jawab Ken singkat
" owh berarti ini hotel ya.. " matanya masih memandang kesana kemari, sedangkan Ken hanya geleng-geleng kepala mendengarnya.
Ken naik ke brankar membaringkan diri di sebelah Sashi. " istirahatlah, tubuhmu masih lemah. " Ken memejamkan matanya, karna tubuhnya juga sudah sangat lelah ia harus menjaga Sashi juga harus menghandle pekerjaan kantor, selama Sashi sakit Ken hanya dapat waktu 3 jam untuk tidur.
Sashi tidak mau membantah karna tubuhnya juga masih terasa lemah, ia membiarkan Ken berbaring disebelahnya. Sashi sama sekali tidak bisa beristirahat, ia sudah terlalu lama tertidur.
__ADS_1
Sesekali netranya melirik ke arah Ken, pria tampan itu sudah terlelap. Sashi memberanikan diri untuk menatap suaminya itu yang wajahnya kelihatan kurang istirahat. Tangannya perlahan dinaikkan, jari Sashi menekan-nekan hidung Ken beberapa kali.
" eegghhh... "
Ken yang merasa terganggu dalam tidurnya sedikit menggeliat, Sashi sedikit mengeluarkan tawa pelan, ia merasa gemas dan mengulangi perbuatannya.
Merasa nafasnya tidak stabil Ken membuka matanya, dan mendapati Sashi tengah asik menekan-nekan hidung mancungnya. Sashi langsung terbelalak dan mencari alasan agar selamat dari tuannya
" a anu... " ucap Sashi terbata sambil menggaruk rambutnya yg tidak gatal.
" Kenapa ? kau mau melihat aku sesak nafas?? " tanya Ken dengan datarnya, pria itu memang tidak bisa berkata manis padahal ia telah jatuh hati pada wanitanya.
Dengan sigap Ken mengambil air minum yang ada dinakas sebelah berankar dan memberikannya pada Sashi.
secepat kilat Sashi langsung menenggak minuman hingga kandas.
__ADS_1
" pelan-pelan. " ucap Ken melembut, ia tau Sashi sedang gugup karna kedapatan sedang memainkan hidungnya
Sashi terpelongo mendengar Ken dengan suara yang melembut, tak seperti biasanya Ken selalu berucap dengan nada yang sangat datar dan tanpa ekspresi. kerasukan setan apa dia fikirnya.
" Jika butuh sesuatu bangunkan aku." Ken kembali naik ke brankar dan berbaring.
Sashi menganggukkan kepalanya
" bangunkan, bukan menekan hidungku. Kau mau melihatku mati, lalu kau diusia yang masih muda menjadi janda. Apa kau mau??? " tanya Ken dengan pedas
"tidak! " ucap Sashi dengan cepat dan menggelengkan kepalanya.
Ken sedikit tergelak, pria itu memejamkan matanya sambil menarik Sashi untuk berada didekapannya.
" istirahatlah. " gumam Ken lagi dengan lembut, Mendapat kenyamanan , Sashi ikut untuk beristirahat dengan suaminya. Padahal ia sudah berhari hari terlelap dalam tidurnya.
__ADS_1
...
Satu bab dulu yeee, ntar malem satu bab lagi😁