JEBAKAN CINTA SASHI

JEBAKAN CINTA SASHI
Bab 94


__ADS_3

Adam dengan entengnya menunjukkan hasil perhitungan kerugian yang dialaminya. Ken menyenderkan punggungnya disofa sambil menyilangkan kedua tangannya didada.


" Ambilkan gue minum." titah Ken pada Adam


" ckk..ini bukan jam kerja brotha. " Adam kembali mendekatkan kertas hitungannya. "cepat lunasi ini semua, karna gue harus segera membeli furniture terbaru. "


Ken kembali melirik angka yang ditunjukkan.


" Dasar penipu bangsat, cihh... baiklah kali ini gue izinkan loe meras gue, itung-itung ucapan terima kasih karena udah jagain Abian semalaman dan sekaligus syukuran karena gue udah mau punya anak kedua.


Ucap Ken dengan santainya.


" what!? " Adam memekik, lalu Adam mengalihkan pandangannya pada Sashi yang masih duduk dikarpet menemani Abian yang tengah terlelap.


" Sashi kamu hamil? siapa yang telah menghamilimu? " tanya Adam dengan wajah yang dibuat seserius mungkin.


Mata Sashi membulat, ia tidak ingin Adam berfikir macam-macam tentangnya. Jarinya dengan cepat langsung menunjuk siapa pelaku yang telah menghamilinya.


Pffttt.... Adam tak kuasa menahan tawa, tentu saja Adam tau siapa pelakunya. Sashi langsung mengerucutkan bibirnya karena telah dikerjai oleh Adam. Sedangkan Ken ntah jangan ditanya lagi dengan pria itu, rasanya ia ingin meninju wajah Adam yang sok tampan itu.


Adam berdehem saat melihat wajah Ken yang tak bersahabat, bukannya ia takut akan adanya adu jotos, ia hanya takut Ken akan mempersulit pelunasan yang hitungannya telah ditambah hingga 5 kali lipat.


" ehemmm.. jadi kapan mau dilunasi? " tanya Adam.


Ken menghela nafasnya. "Urus sendiri seperti biasa dan jangan tanya-tanya lagi."


" baiklah tuan Kenfredy yang terhormat. " Adam tersenyum penuh kemenangan.


Adam langsung berdiri dari duduknya menuju dapur yang tak jauh dari ruang Tv.


" Kalian mau minum apa? apa gak haus? " tanya Adam dengan sangat baik.

__ADS_1


" sayang liat dia, kita sudah melunasi hutang baru dia mau menawarkan minuman untuk kita, memalukan! " ucap Ken pada Sashi, dan mampu membuat Sashi mengeluarkan sedikit tawanya.


Abian menggeliatkan tubuhnya, matanya mengerjap-ngerjap setelah sadar total dari tidurnya Abian pun bangkit dan langsung duduk.


" Mommy... " Abian langsung memeluk Sashi yang ada disebelahnya.


" uuhh anak mommy sudah bangun," sambil mengecup pipi Abian.


" Mommy aku lapar. " Abian langsung memegang perutnya, dan itu tak lepas dari pandangan Ken.


" Adam!!! " teriak Ken. Pria itu menatap Adam dengan intens.


" Paan sih loe, kayak orang kesurupan aja teriak-teriak." Sambil meletakkan secangkir teh dan kopi dimeja.


" Loe gk kasih anak gue makan?? "


" ya ampun Ken jangankan Abian gue aja belum makan, gue udah bawa Abian ke restauran tapi dia nya mau makan masakan emaknya. Gara-gara anak loe, cacing diperut gue demo semua."


Ken mengalihkan pandangan pada Abian.


Abian menggelengkan kepala, "uncle tidak berbohong dad, aku ingin makan masakan mommy. "


" Jadi dari tadi kau menunggu mommy? " sambung Sashi


Abian langsung menganggukkan kepalanya.


Sashi langsung mengecup pucuk rambut anaknya, ia merasa sedih melihat Abian harus menahan lapar karna menunggunya.


" Baiklah mommy akan masak sesuatu untukmu." ucap Sashi.


" Sashi kamu masak disini aja ya, skalian punya kakak. dah laper nih. " Adam juga sudah tak tahan dengan perutnya yang mulai meronta-ronta.

__ADS_1


" mmm.. baiklah, oiya dikulkas ada apa kak? " tanya Sashi


Adam menyengir sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal. Pasalnya dia seorang saja mana ada istilah stok memasak dikulkasnya. Hanya ada minuman dan buah-buahan yang tersedia. Adam langsung menyenggol nyenggol kaki Ken untuk meminta pertolongan.


" Ck... loe sebenarnya ikhlas gk sih binik gue masak disini? " tanya Ken dengan kesal.


" Hehehehe... gue lajang Ken, ngapain gue beli bahan buat masak. klo laper ya tinggal beli diluar. "


Ken langsung memberikan ponselnya pada Sashi untuk menyuruh pelayan mansion mengantarkan bahan apa saja yg diperlukan untuk memasak di Apartemen Adam.


Tak lama kemudian ponsel Adam yang terletak diatas meja berbunyi, menandakan adanya panggilan masuk.


Ken menyerngitkan kedua alisnya melihat ID si penelpon dengan inisial L dan diberi emot love dibelakangnya.


" L? siapa itu? lalu kenapa gk loe angkat teleponnya. " tanya Ken penasaran.


" ribut banget sih loe Ken. " Adam langsung memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.


Ken tersenyum menyeringai, " Luna, Louisa, Lisa atau Liska???" Ken tau itu yang menelepon pasti wanita yang sedang dekat dengan Adam.


" Akkkhh... itu semua nama-nama karyawan loe dikantor ngapain juga loe sebut semua. " Adam langsung menyandarkan punggungnya kesofa, jantungnya sedikit tenang karena Ken tak berhasil menebak.


" Lingo " celah Abian.


.


.


haduehh diotak Abian cuma ada aunty Lingo yang cerewet.šŸ˜šŸ˜…


Vote like n coment ditunggu!!! šŸ˜‚šŸ˜

__ADS_1


kasih semangat biar othor makin semangat buat up, dan jangan lupa singgah juga ke novel othor yang satu lagi


" Adakah Cinta Untukku? "


__ADS_2