
Sudah 3 hari berlalu, tapi tidak ada perubahan pada kondisi Sashi, hingga saat ini wanita malang itu masih enggan membuka matanya.
Saat itu juga Ken langsung memindahkan Sashi kerumah sakit di ibukota, dimana terdapat fasilitas yang lengkap dan peralatan medis yang terkenal canggih.
Sedetikpun Ken tidak mau meninggalkan Sashi, Pria dingin itu langsung memerintahkan Jerry untuk mengurus semua keperluan pekerjaan untuk dibawa kerumah sakit juga. Disatu sisi Ken harus standby untuk melihat perkembangan kondisi Sashi sehingga ia lupa untuk kesehatannya sendiri, sudah 3 hari ini juga pola makannya jadi tidak teratur dan juga istirahat yang kurang.
Jerry masuk kedalam ruangan VVIP dimana Sashi dirawat. Ken melihat sekilas kearah Jerry lalu matanya kembali melihat laptop miliknya.
" lain kali katakan pada istrimu untuk sedikit lebih pelan. " Ken sedikit menaikkan ujung bibirnya.
Jerry menyerngit heran tak mengerti dengan maksud tuannya, lalu otaknya berputar akhirnya dia paham dengan apa yang dimaksud oleh tuannya.
" astaga.... " Gumam Jerry dalam hati. tangannya sedikit menyentuh bibir bawahnya yang sedikit membiru. " Tuan ini tidak seperti yang anda bayangkan. "
" terserahlah, lalu bagaimana ? kau sudah menemukan orangnya. " tanya Ken dengan nada yang tegas.
" ya, ada yang ingin saya sampaikan. " Jerry membuka topi yang ia kenakan hingga terlihat ada sedikit luka sobek didekat pelipisnya. Begitu juga dengan memar yang ada dibibirnya bukan hasil karya dari istrinya melainkan musuh yang membuat ia sedikit terpental hingga bibirnya harus mencium sudut pintu besi.
...
__ADS_1
Ken berjalan dengan langkah yang panjang dan penuh emosi, dia masuk kedalam sebuah ruangan dan langsung menendang pintu dengan sangat kuat.
terlihat seorang pria duduk disebuah kursi kayu dengan tangan terikat, wajahnya juga sudah babak belur. Kepala tertunduk keringat keluar dari pori pori kulitnya.
Tangan kekar Ken langsung menarik rahang pria itu dengan kasar.
" kau... !!" ucap Ken dengan sedikit terkejut melihat siapa orang yang sedang ia hadapi.
Pria itu sedikit menyinggung senyum sinisnya, Merasa terhina dengan pandangan itu, Ken langsung menatapnya dengan sangat tajam.
" Tuan, dia adalah orang yang paling mencurigakan. Semua anggota yang aku kerahkan juga sudah memberiku beberapa bukti kalau pria ini terlibat dalam pengeroyokan Nyonya Sashi. " ucap Jerry yang berdiri disamping Ken.
" Pria ini juga ada disaat kejadian itu terjadi." sambung Jerry lagi
" Penghianat... !!!" teriak Ken pada pria itu, sebab ken tau benar siapa orang itu.
Bukannya takut, pria itu semakin menyinggung senyuman seolah olah dia tidak pernah takut akan hal yang bisa terjadi padanya.
" cih,.. Kau tidak perlu berteriak padaku anak muda. " pria itu sangat santai menghadapi Ken yang sedari tadi sudah terbawa emosi.
__ADS_1
Ken langsung menodongkan pistol tepat dikepala pria tersebut, tangan kokohnya langsung menarik pelatuk pistol dan matanya yang tajam masih fokus memandang seseorang yang ada dihadapannya.
" tuan, jangan gegabah. " Jery khawatir Ken tak mampu menahan emosi dan mengotori tangannya sendiri,tapi sayangnya Ken tak mengindahkan ucapan Jerry.
" katakan, siapa yang memerintahkanmu untuk melakukan ini semua? " ucap Ken dengan penuh penekanan.
" Hahaha.... sabarlah sedikit anak muda, sebentar lagi orang yang membayarku akan datang, dan aku yakin kau akan berterima kasih padaku. " pria itu mengeluarkan senyum tipis yang dipenuhi tanda tanya didalamnya.
" Aku yang telah memerintahkannya. "
tiba-tiba sebuah suara terdengar dari arah belakang, dan Ken sangat mengenal pemilik suara itu.
hai hai readers, othor berharap kalian semua merasa terhibur dengan karya pertama othor.
Jika ada hal yang kurang berkenan atau mau kasih masukan juga boleh, secara othor juga masih kaleng kaleng yang belum pinter menyusun kalimat dengan baik dan benar ššš
dan ada satu lagi yang mau othor ingetin untuk readers semua yaitu MULTIVITAMIN.
itu doank.. ššš
__ADS_1